<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Imbas Covid-19, CEO Inter Ancam Boikot Laga Jeda Internasional</title><description>Marotta telah menyerukan boikot pertandingan jeda internasional di tengah krisis Covid-19.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/11/10/51/2306947/imbas-covid-19-ceo-inter-ancam-boikot-laga-jeda-internasional</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/11/10/51/2306947/imbas-covid-19-ceo-inter-ancam-boikot-laga-jeda-internasional"/><item><title>Imbas Covid-19, CEO Inter Ancam Boikot Laga Jeda Internasional</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/11/10/51/2306947/imbas-covid-19-ceo-inter-ancam-boikot-laga-jeda-internasional</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/11/10/51/2306947/imbas-covid-19-ceo-inter-ancam-boikot-laga-jeda-internasional</guid><pubDate>Selasa 10 November 2020 01:16 WIB</pubDate><dc:creator>Bagas Abdiel</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/10/51/2306947/imbas-covid-19-ceo-inter-ancam-boikot-laga-jeda-internasional-8nIzoOCjgR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Giuseppe Marotta (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/10/51/2306947/imbas-covid-19-ceo-inter-ancam-boikot-laga-jeda-internasional-8nIzoOCjgR.jpg</image><title>Giuseppe Marotta (Foto: Reuters)</title></images><description>MILAN &amp;ndash; CEO Inter Milan, Giuseppe Marotta, telah menyerukan boikot pertandingan jeda internasional di tengah krisis Covid-19. Sejumlah tim Liga Italia dilaporkan telah melarang pemainnya berpergian untuk bertemu dengan skuad tim nasional mereka masing-masing.
Sebelum memasuki jeda internasional, sejumlah klub Liga Italia telah melaporkan kasus baru positif Covid-19. Sebut saja seperti Inter Milan, Fiorentina, Sassuolo, Genoa, Roma, dan Lazio. Hal ini jelas menjadi kerugian besar untuk mereka.

Terlebih dengan peraturan terbaru di Italia bahwa semua pemain dari tim yang dipermasalahkan harus mengisolasi diri selama 10 hari ke depan. Pemain yang dipanggil untuk tugas internasional bersama Timnas Italia pun tidak diizinkan bergabung dengan sampai akhir masa karantina mereka.
Tentu saja ini menjadi pukulan lain bagi Italia untuk menghadapi Estonia, Polandia, dan Bosnia &amp;amp; Herzegovina. Sebelumnya, ada 41 pemain yang dipanggil ke Timnas Italia, namun hanya 25 pemain saja yang dapat bergabung imbas masa karantina.
Baca juga&amp;nbsp;Hasil Liga Italia Semalam: Juventus, Inter, AC Milan Kompak Raih Hasil Imbang
Hal ini membuat Marotta tidak senang karena kurangnya perlindungan bagi para pemain selama musim ini akibat Covid-19. Ia berpikir bahwa lebih banyak yang harus dilakukan untuk melindungi pemain di level klub seiring pandemi yang berlanjut.
&amp;ldquo;Situasi ini tidak adil. Ada area abu-abu dalam kurangnya sentralitas cara manajemen ini. Dengan cara ini, setiap orang otoritas kesehatan lokal menjadi pusat manajemen klub,&amp;rdquo; ungkap Marotta, mengutip dari Goal, Selasa (10/11/2020).&amp;ldquo;Saya melangkah lebih jauh, jika dihadapkan pada kasus yang positif dan ini adalah manajemen situasi secara keseluruhan, maka saya katakana mari kita memboikot tim nasional,&amp;rdquo; tambahnya.
&amp;ldquo;Ya, saya serius. Di sinilah kredibilitas sistem diperhatikan. Sepakbola harus terus berjalan, itu cocok untuk semua orang dan kemudian pemerintah harus membantu kami dan menetapkan aturan tertentu,&amp;rdquo; sambungnya.
&amp;ldquo;Jika kita butuh waktu sejenak untuk berhenti, saya usulkan agar kita semua berhenti selama 15 hari, menetapkan peraturan yang jelas dan setara untuk semua orang, lalu kita mulai lagi. Ini buruk untuk semua sepakbola Italia,&amp;rdquo; lanjutnya.
&amp;ldquo;Situasi ini menciptakan ketimpangan, jadi saya meminta Menteri Olahraga Spadafora turun tangan. Ini mengubah keteraturan berbagai turnamen. Ada protokol, tapi ada juga area abu-abu yang diciptakan oleh kurangnya organisasi pusat. Setiap ASL kemudian menjadi penting bagi keberuntungan klub,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>MILAN &amp;ndash; CEO Inter Milan, Giuseppe Marotta, telah menyerukan boikot pertandingan jeda internasional di tengah krisis Covid-19. Sejumlah tim Liga Italia dilaporkan telah melarang pemainnya berpergian untuk bertemu dengan skuad tim nasional mereka masing-masing.
Sebelum memasuki jeda internasional, sejumlah klub Liga Italia telah melaporkan kasus baru positif Covid-19. Sebut saja seperti Inter Milan, Fiorentina, Sassuolo, Genoa, Roma, dan Lazio. Hal ini jelas menjadi kerugian besar untuk mereka.

Terlebih dengan peraturan terbaru di Italia bahwa semua pemain dari tim yang dipermasalahkan harus mengisolasi diri selama 10 hari ke depan. Pemain yang dipanggil untuk tugas internasional bersama Timnas Italia pun tidak diizinkan bergabung dengan sampai akhir masa karantina mereka.
Tentu saja ini menjadi pukulan lain bagi Italia untuk menghadapi Estonia, Polandia, dan Bosnia &amp;amp; Herzegovina. Sebelumnya, ada 41 pemain yang dipanggil ke Timnas Italia, namun hanya 25 pemain saja yang dapat bergabung imbas masa karantina.
Baca juga&amp;nbsp;Hasil Liga Italia Semalam: Juventus, Inter, AC Milan Kompak Raih Hasil Imbang
Hal ini membuat Marotta tidak senang karena kurangnya perlindungan bagi para pemain selama musim ini akibat Covid-19. Ia berpikir bahwa lebih banyak yang harus dilakukan untuk melindungi pemain di level klub seiring pandemi yang berlanjut.
&amp;ldquo;Situasi ini tidak adil. Ada area abu-abu dalam kurangnya sentralitas cara manajemen ini. Dengan cara ini, setiap orang otoritas kesehatan lokal menjadi pusat manajemen klub,&amp;rdquo; ungkap Marotta, mengutip dari Goal, Selasa (10/11/2020).&amp;ldquo;Saya melangkah lebih jauh, jika dihadapkan pada kasus yang positif dan ini adalah manajemen situasi secara keseluruhan, maka saya katakana mari kita memboikot tim nasional,&amp;rdquo; tambahnya.
&amp;ldquo;Ya, saya serius. Di sinilah kredibilitas sistem diperhatikan. Sepakbola harus terus berjalan, itu cocok untuk semua orang dan kemudian pemerintah harus membantu kami dan menetapkan aturan tertentu,&amp;rdquo; sambungnya.
&amp;ldquo;Jika kita butuh waktu sejenak untuk berhenti, saya usulkan agar kita semua berhenti selama 15 hari, menetapkan peraturan yang jelas dan setara untuk semua orang, lalu kita mulai lagi. Ini buruk untuk semua sepakbola Italia,&amp;rdquo; lanjutnya.
&amp;ldquo;Situasi ini menciptakan ketimpangan, jadi saya meminta Menteri Olahraga Spadafora turun tangan. Ini mengubah keteraturan berbagai turnamen. Ada protokol, tapi ada juga area abu-abu yang diciptakan oleh kurangnya organisasi pusat. Setiap ASL kemudian menjadi penting bagi keberuntungan klub,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
