<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Koeman dan Ramos Berseteru soal Penalti di El Clasico</title><description>Real Madrid meraih kemenangan dengan skor 3-1 saat melawat ke kandang Barcelona dalam lanjutan jornada ketujuh Liga Spanyol 2020-2021.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/10/25/46/2299070/koeman-dan-ramos-berseteru-soal-penalti-di-el-clasico</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/10/25/46/2299070/koeman-dan-ramos-berseteru-soal-penalti-di-el-clasico"/><item><title>Koeman dan Ramos Berseteru soal Penalti di El Clasico</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/10/25/46/2299070/koeman-dan-ramos-berseteru-soal-penalti-di-el-clasico</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/10/25/46/2299070/koeman-dan-ramos-berseteru-soal-penalti-di-el-clasico</guid><pubDate>Minggu 25 Oktober 2020 01:49 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/25/46/2299070/koeman-dan-ramos-berseteru-soal-penalti-di-el-clasico-aNUdSzjyMJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sergio Ramos mengeksekusi penalti (Foto: Twitter Real Madrid)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/25/46/2299070/koeman-dan-ramos-berseteru-soal-penalti-di-el-clasico-aNUdSzjyMJ.jpg</image><title>Sergio Ramos mengeksekusi penalti (Foto: Twitter Real Madrid)</title></images><description>BARCELONA &amp;ndash; Real Madrid meraih kemenangan dengan skor 3-1 saat melawat ke kandang Barcelona dalam lanjutan jornada ketujuh Liga Spanyol 2020-2021. Namun, kemenangan Madrid ini sedikit diiringi kontroversi lantaran Los Blancos mendapat hadiah penalti dari wasit.
Pertandingan Barcelona vs Real Madrid sebenarnya berlangsung seri. Belum genap 10 menit laga berjalan, kedua tim sama-sama sudah mencetak gol. Masing-masing melalui Federico Valverde pada menit kelima dan Ansu Fati tiga menit setelahnya.
Skor 1-1 pun menghiasi babak pertama. Akan tetapi, begitu memasuki babak kedua, tepatnya pada menit ke-63, Madrid mendapat hadiah penalti setelah wasit menganggap Sergio Ramos dijatuhkan oleh Clement Lenglet di kotak terlarang.
Baca juga: Lewati Rekor Raul, Ansu Fati Kini Jadi Pencetak Gol Termuda di Laga El Clasico

Ramos sendiri yang maju sebagai algojo, sukses menyarangkan bola ke dalam gawang Barca. Madrid memimpin 2-1 dan sejak kejadian ini Los Blancos mendominasi laga hingga akhirnya keluar sebagai pemenang.
Keputusan memberikan hadiah penalti yang sangat krusial tersebut tentunya tidak diterima begitu saja oleh pelatih Barca, Ronald Koeman. Selepas pertandingan, Koeman mengomentari insiden tersebut dan menilai Ramos telah melakukan diving.
&amp;ldquo;Jika mereka menangkap Anda dari depan, Anda harus jatuh ke depan dan bukan ke belakang. Bagi saya itu bukan penalti. Penalti tidak bisa dipahami. Kami tidak memiliki keputusan yang menguntungkan dengan VAR di pertandingan mana pun,&quot; ujar Koeman, seperti dilansir dari Marca, Minggu (25/10/2020).
Mencoba menyangkal tuduhan Koeman tersebut, Ramos menjelaskan bahwa  bajunya ditarik oleh Lenglet ketika melompat. Maka dari itu, ia merasa  tidak ada yang salah dengan pemberian penalti yang dilakukan wasit.
&quot;Penjagaan Lenglet melampaui batas. Ia menangkap saya saat mencoba  melompat. Menilai wasit untuk tindakan yang begitu jelas adalah tidak  adil. Terkadang mereka melakukannya dengan benar dan terkadang tidak.  Hukumannya cukup adil,&quot; sebut Ramos.

Berkat kemenangan ini, Madrid pun memutus tren buruk mereka. Dalam  dua pertandingan sebelumnya, Los Blancos pasalnya selalu mendera  kekalahan, yakni dari Huesca dengan skor 0-1 dan dihajar Shakhtar  Donetsk 2-3.
&amp;ldquo;Kami akan terus teguh. Kami tidak boleh membusungkan dada (menjadi  sombong), meskipun kemenangan ini rasanya mulia, karena mereka (Barca)  merupakan rival abadi,&quot; terang Ramos.
</description><content:encoded>BARCELONA &amp;ndash; Real Madrid meraih kemenangan dengan skor 3-1 saat melawat ke kandang Barcelona dalam lanjutan jornada ketujuh Liga Spanyol 2020-2021. Namun, kemenangan Madrid ini sedikit diiringi kontroversi lantaran Los Blancos mendapat hadiah penalti dari wasit.
Pertandingan Barcelona vs Real Madrid sebenarnya berlangsung seri. Belum genap 10 menit laga berjalan, kedua tim sama-sama sudah mencetak gol. Masing-masing melalui Federico Valverde pada menit kelima dan Ansu Fati tiga menit setelahnya.
Skor 1-1 pun menghiasi babak pertama. Akan tetapi, begitu memasuki babak kedua, tepatnya pada menit ke-63, Madrid mendapat hadiah penalti setelah wasit menganggap Sergio Ramos dijatuhkan oleh Clement Lenglet di kotak terlarang.
Baca juga: Lewati Rekor Raul, Ansu Fati Kini Jadi Pencetak Gol Termuda di Laga El Clasico

Ramos sendiri yang maju sebagai algojo, sukses menyarangkan bola ke dalam gawang Barca. Madrid memimpin 2-1 dan sejak kejadian ini Los Blancos mendominasi laga hingga akhirnya keluar sebagai pemenang.
Keputusan memberikan hadiah penalti yang sangat krusial tersebut tentunya tidak diterima begitu saja oleh pelatih Barca, Ronald Koeman. Selepas pertandingan, Koeman mengomentari insiden tersebut dan menilai Ramos telah melakukan diving.
&amp;ldquo;Jika mereka menangkap Anda dari depan, Anda harus jatuh ke depan dan bukan ke belakang. Bagi saya itu bukan penalti. Penalti tidak bisa dipahami. Kami tidak memiliki keputusan yang menguntungkan dengan VAR di pertandingan mana pun,&quot; ujar Koeman, seperti dilansir dari Marca, Minggu (25/10/2020).
Mencoba menyangkal tuduhan Koeman tersebut, Ramos menjelaskan bahwa  bajunya ditarik oleh Lenglet ketika melompat. Maka dari itu, ia merasa  tidak ada yang salah dengan pemberian penalti yang dilakukan wasit.
&quot;Penjagaan Lenglet melampaui batas. Ia menangkap saya saat mencoba  melompat. Menilai wasit untuk tindakan yang begitu jelas adalah tidak  adil. Terkadang mereka melakukannya dengan benar dan terkadang tidak.  Hukumannya cukup adil,&quot; sebut Ramos.

Berkat kemenangan ini, Madrid pun memutus tren buruk mereka. Dalam  dua pertandingan sebelumnya, Los Blancos pasalnya selalu mendera  kekalahan, yakni dari Huesca dengan skor 0-1 dan dihajar Shakhtar  Donetsk 2-3.
&amp;ldquo;Kami akan terus teguh. Kami tidak boleh membusungkan dada (menjadi  sombong), meskipun kemenangan ini rasanya mulia, karena mereka (Barca)  merupakan rival abadi,&quot; terang Ramos.
</content:encoded></item></channel></rss>
