<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Curhat Guardiola Gara-Gara Man City Gagal Terus di Liga Champions</title><description>Josep Guardiola sedih Man City selalu gagal juara Liga Champions.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/10/21/261/2297353/curhat-guardiola-gara-gara-man-city-gagal-terus-di-liga-champions</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/10/21/261/2297353/curhat-guardiola-gara-gara-man-city-gagal-terus-di-liga-champions"/><item><title>Curhat Guardiola Gara-Gara Man City Gagal Terus di Liga Champions</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/10/21/261/2297353/curhat-guardiola-gara-gara-man-city-gagal-terus-di-liga-champions</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/10/21/261/2297353/curhat-guardiola-gara-gara-man-city-gagal-terus-di-liga-champions</guid><pubDate>Rabu 21 Oktober 2020 17:46 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/21/261/2297353/curhat-guardiola-gara-gara-man-city-gagal-terus-di-liga-champions-CAnYni95hW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Manajer Man City, Josep Guardiola (Foto: Media Man City)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/21/261/2297353/curhat-guardiola-gara-gara-man-city-gagal-terus-di-liga-champions-CAnYni95hW.jpg</image><title>Manajer Man City, Josep Guardiola (Foto: Media Man City)</title></images><description>MANCHESTER &amp;ndash; Manchester City bakal memulai kampanye mereka di ajang Liga Champions 2020-2020 dengan menjamu FC Porto. Bisa dibilang, ini adalah kesempatan terakhir bagi Josep Guardiola untuk mewujudkan impiannya menjuarai Liga Champions bersama Man City.
Pasalnya, saat ini masa kontrak Guardiola di Man City akan habis pada 30 Juni 2021. Bercerita soal petualangannya bersama Man City selama ini, juru taktik asal Spanyol itu nyatanya cukup kecewa dengan serangkaian kegagalan yang didapatnya.
Guardiola sejatinya didapuk sebagai manajer Man City pada musim panas 2016. Di musim perdananya, ia hanya mampu mengantarkan The Citizens melaju hingga babak 16 besar. Kala itu, Man City disingkirkan oleh AS Monaco yang diperkuat Kylian Mbappe.
Baca juga: Zidane Tak Ingin Madrid Lakukan Kesalahan di Laga Kontra Shakhtar Donetsk

Pada musim berikutnya, Man City menjelma menjadi tim yang lebih tangguh. Gelar juara Liga Inggris sukses mereka raih. Akan tetapi, perjalanan mereka di pentas Liga Champions justru hanya sampai babak perempatfinal usai ditumbangkan oleh Liverpool.
Di musim 2018-2019 dan 2019-2020, Man City lagi-lagi hanya bisa mencapai babak perempatfinal. Hal ini sempat membuat Guardiola tak habis pikir. Sebab, ia menilai Man City memiliki segala aspek untuk bisa melangkah lebih jauh.
Maka dari itu, di musim kompetisi 2020-2021 ini Guardiola bertekad mencurahkan semuanya untuk membawa The Citizens memenangkan trofi si Kuping Besar. Guardiola sendiri mengaku optimis kali ini impiannya bisa terwujud.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8yMS83LzEyMzU1NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Saya merasa kami sudah dekat. Setiap musim ketika saya menganalisis  cara kami bermain, saya merasa kami sudah dekat tetapi pada saat yang  sama kami membuat kesalahan yang membuat Anda merasa kami tidak pantas  untuk melewatinya,&amp;rdquo; aku Guardiola, mengutip dari Goal, Rabu  (21/10/2020).
&amp;ldquo;Untuk klub yang terbiasa berada di tahap akhir itu lebih mudah.  Tetapi setelah memenangkan gelar domestik, target kami berikutnya adalah  Liga Champions dan kami memiliki peluang bagus,&amp;rdquo; terangnya.

&amp;ldquo;Sekarang ini kesempatan baru dan saya percaya. Kami membicarakan hal  ini dan kami harus melakukan sesuatu secara berbeda,&amp;rdquo; sambung mantan  pelatih Barcelona dan Bayern Munich tersebut.
&amp;ldquo;Saat Anda mengulas pertandingan; Liverpool, Tottenham, Lyon, saya  selalu merasa kami dekat, mereka tidak lebih baik dari kami, tidak  satupun dari mereka. Ada sedikit celah tetapi kita harus  menyelesaikannya. Ketika Anda tidak melalui itu karena Anda tidak pantas  mendapatkannya. Begitulah,&amp;rdquo; pungkas Guardiola.</description><content:encoded>MANCHESTER &amp;ndash; Manchester City bakal memulai kampanye mereka di ajang Liga Champions 2020-2020 dengan menjamu FC Porto. Bisa dibilang, ini adalah kesempatan terakhir bagi Josep Guardiola untuk mewujudkan impiannya menjuarai Liga Champions bersama Man City.
Pasalnya, saat ini masa kontrak Guardiola di Man City akan habis pada 30 Juni 2021. Bercerita soal petualangannya bersama Man City selama ini, juru taktik asal Spanyol itu nyatanya cukup kecewa dengan serangkaian kegagalan yang didapatnya.
Guardiola sejatinya didapuk sebagai manajer Man City pada musim panas 2016. Di musim perdananya, ia hanya mampu mengantarkan The Citizens melaju hingga babak 16 besar. Kala itu, Man City disingkirkan oleh AS Monaco yang diperkuat Kylian Mbappe.
Baca juga: Zidane Tak Ingin Madrid Lakukan Kesalahan di Laga Kontra Shakhtar Donetsk

Pada musim berikutnya, Man City menjelma menjadi tim yang lebih tangguh. Gelar juara Liga Inggris sukses mereka raih. Akan tetapi, perjalanan mereka di pentas Liga Champions justru hanya sampai babak perempatfinal usai ditumbangkan oleh Liverpool.
Di musim 2018-2019 dan 2019-2020, Man City lagi-lagi hanya bisa mencapai babak perempatfinal. Hal ini sempat membuat Guardiola tak habis pikir. Sebab, ia menilai Man City memiliki segala aspek untuk bisa melangkah lebih jauh.
Maka dari itu, di musim kompetisi 2020-2021 ini Guardiola bertekad mencurahkan semuanya untuk membawa The Citizens memenangkan trofi si Kuping Besar. Guardiola sendiri mengaku optimis kali ini impiannya bisa terwujud.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8yMS83LzEyMzU1NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Saya merasa kami sudah dekat. Setiap musim ketika saya menganalisis  cara kami bermain, saya merasa kami sudah dekat tetapi pada saat yang  sama kami membuat kesalahan yang membuat Anda merasa kami tidak pantas  untuk melewatinya,&amp;rdquo; aku Guardiola, mengutip dari Goal, Rabu  (21/10/2020).
&amp;ldquo;Untuk klub yang terbiasa berada di tahap akhir itu lebih mudah.  Tetapi setelah memenangkan gelar domestik, target kami berikutnya adalah  Liga Champions dan kami memiliki peluang bagus,&amp;rdquo; terangnya.

&amp;ldquo;Sekarang ini kesempatan baru dan saya percaya. Kami membicarakan hal  ini dan kami harus melakukan sesuatu secara berbeda,&amp;rdquo; sambung mantan  pelatih Barcelona dan Bayern Munich tersebut.
&amp;ldquo;Saat Anda mengulas pertandingan; Liverpool, Tottenham, Lyon, saya  selalu merasa kami dekat, mereka tidak lebih baik dari kami, tidak  satupun dari mereka. Ada sedikit celah tetapi kita harus  menyelesaikannya. Ketika Anda tidak melalui itu karena Anda tidak pantas  mendapatkannya. Begitulah,&amp;rdquo; pungkas Guardiola.</content:encoded></item></channel></rss>
