<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Zlatan Ibrahimovic Lebih Berpengaruh ketimbang Cristiano Ronaldo</title><description>Zlatan Ibrahimovic berikan pengaruh yang lebih besar ketimbang Cristiano Ronaldo.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/10/20/47/2296425/zlatan-ibrahimovic-lebih-berpengaruh-ketimbang-cristiano-ronaldo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/10/20/47/2296425/zlatan-ibrahimovic-lebih-berpengaruh-ketimbang-cristiano-ronaldo"/><item><title>Zlatan Ibrahimovic Lebih Berpengaruh ketimbang Cristiano Ronaldo</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/10/20/47/2296425/zlatan-ibrahimovic-lebih-berpengaruh-ketimbang-cristiano-ronaldo</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/10/20/47/2296425/zlatan-ibrahimovic-lebih-berpengaruh-ketimbang-cristiano-ronaldo</guid><pubDate>Selasa 20 Oktober 2020 10:28 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/20/47/2296425/zlatan-ibrahimovic-lebih-berpengaruh-ketimbang-cristiano-ronaldo-BUNkckfMop.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Zlatan Ibrahimovic (Foto: Laman Resmi AC Milan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/20/47/2296425/zlatan-ibrahimovic-lebih-berpengaruh-ketimbang-cristiano-ronaldo-BUNkckfMop.jpg</image><title>Zlatan Ibrahimovic (Foto: Laman Resmi AC Milan)</title></images><description>MILAN &amp;ndash; Mantan Pelatih AC Milan, Inter Milan, dan Juventus, Alberto Zaccheroni menilai kehadiran Zlatan Ibrahimovic lebih memiliki pengaruh ketimbang Cristiano Ronaldo. Zaccheroni tentunya berani mengeluarkan pendapat seperti itu setelah melihat fakta yang terjadi di lapangan.
Saat ini, AC Milan yang dibela Zlatan Ibrahimovic bercokol di puncak klasemen sementara Liga Italia 2020-2021. Rossoneri sukses menyapu empat pertandingan pertama Liga Italia musim ini dengan kemenangan, sehingga mereka mendulang 12 poin.
Lebih luar biasa lagi, Milan telah mengarungi 20 pertandingan di semua kompetisi tanpa kekalahan, terhitung sejak musim lalu. Padahal, sebelum kedatangan Ibra, Milan kerap kesulitan untuk bisa menampilkan performa yang konsisten, apalagi bersaing di papan atas.
Baca juga: Milan Puncaki Klasemen Liga Italia, Albertini: Level Juventus dan Inter di Atas Kami

Maka dari itu, Zaccheroni menilai Ibra sebagai pemain yang memberikan pengaruh lebih besar terhadap tim yang dibelanya ketimbang Ronaldo. Hal ini tentunya tak lepas dari peran Ibra di dalam tim.
Selain mengemban tugas untuk mencetak gol lantaran dirinya adalah seorang striker, Ibra juga menjadi mentor bagi para pemain muda Milan. Jika dibandingkan dengan tim-tim lain di Liga Italia musim ini, skuad Milan memiliki rata-rata usia termuda.
&amp;ldquo;Dia (Ibrahimovic) abadi dan saya masih tidak mengerti mengapa dia tidak pernah memenangkan Ballon d'Or. Di Italia, dia telah menggeser keseimbangan lebih dari Ronaldo,&amp;rdquo; ujar Zaccheroni, seperti dilansir dari Football Italia, Selasa (20/10/2020).&amp;ldquo;Bukan kebetulan bahwa banyak pemain muda tumbuh secara signifikan  sejak kedatangannya. Dia tidak hanya mencetak gol, dia mengirimkan  kepercayaan kepada semua rekan satu timnya, membawa tim di pundaknya di  saat-saat sulit,&amp;rdquo; lanjut Zaccheroni.
Bahkan, di usianya yang kini sudah menginjak 39 tahun, Ibra masih  dapat dikatakan sangat produktif. Di musim kompetisi 2020-2021 Ibra  telah melakoni tiga pertandingan bersama Milan dan membukukan lima gol.

Zaccheroni sendiri mengaku  menyesal karena sepanjang berkarier  sebagai pelatih ia tidak pernah memiliki kesempatan untuk menangani  Ibra. Padahal, Ibra adalah sosok pemain yang fenomenal.
&quot;Saya telah melatih para juara hebat dalam karier saya, dari (Oliver)  Bierhoff hingga (George) Weah hingga Adriano. Tetapi satu-satunya  penyesalan yang saya miliki adalah saya tidak pernah melatih  Ibrahimovic,&quot; kata Zaccheroni.
</description><content:encoded>MILAN &amp;ndash; Mantan Pelatih AC Milan, Inter Milan, dan Juventus, Alberto Zaccheroni menilai kehadiran Zlatan Ibrahimovic lebih memiliki pengaruh ketimbang Cristiano Ronaldo. Zaccheroni tentunya berani mengeluarkan pendapat seperti itu setelah melihat fakta yang terjadi di lapangan.
Saat ini, AC Milan yang dibela Zlatan Ibrahimovic bercokol di puncak klasemen sementara Liga Italia 2020-2021. Rossoneri sukses menyapu empat pertandingan pertama Liga Italia musim ini dengan kemenangan, sehingga mereka mendulang 12 poin.
Lebih luar biasa lagi, Milan telah mengarungi 20 pertandingan di semua kompetisi tanpa kekalahan, terhitung sejak musim lalu. Padahal, sebelum kedatangan Ibra, Milan kerap kesulitan untuk bisa menampilkan performa yang konsisten, apalagi bersaing di papan atas.
Baca juga: Milan Puncaki Klasemen Liga Italia, Albertini: Level Juventus dan Inter di Atas Kami

Maka dari itu, Zaccheroni menilai Ibra sebagai pemain yang memberikan pengaruh lebih besar terhadap tim yang dibelanya ketimbang Ronaldo. Hal ini tentunya tak lepas dari peran Ibra di dalam tim.
Selain mengemban tugas untuk mencetak gol lantaran dirinya adalah seorang striker, Ibra juga menjadi mentor bagi para pemain muda Milan. Jika dibandingkan dengan tim-tim lain di Liga Italia musim ini, skuad Milan memiliki rata-rata usia termuda.
&amp;ldquo;Dia (Ibrahimovic) abadi dan saya masih tidak mengerti mengapa dia tidak pernah memenangkan Ballon d'Or. Di Italia, dia telah menggeser keseimbangan lebih dari Ronaldo,&amp;rdquo; ujar Zaccheroni, seperti dilansir dari Football Italia, Selasa (20/10/2020).&amp;ldquo;Bukan kebetulan bahwa banyak pemain muda tumbuh secara signifikan  sejak kedatangannya. Dia tidak hanya mencetak gol, dia mengirimkan  kepercayaan kepada semua rekan satu timnya, membawa tim di pundaknya di  saat-saat sulit,&amp;rdquo; lanjut Zaccheroni.
Bahkan, di usianya yang kini sudah menginjak 39 tahun, Ibra masih  dapat dikatakan sangat produktif. Di musim kompetisi 2020-2021 Ibra  telah melakoni tiga pertandingan bersama Milan dan membukukan lima gol.

Zaccheroni sendiri mengaku  menyesal karena sepanjang berkarier  sebagai pelatih ia tidak pernah memiliki kesempatan untuk menangani  Ibra. Padahal, Ibra adalah sosok pemain yang fenomenal.
&quot;Saya telah melatih para juara hebat dalam karier saya, dari (Oliver)  Bierhoff hingga (George) Weah hingga Adriano. Tetapi satu-satunya  penyesalan yang saya miliki adalah saya tidak pernah melatih  Ibrahimovic,&quot; kata Zaccheroni.
</content:encoded></item></channel></rss>
