<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Maksud Hati Beri Motivasi, Mourinho Malah Ribut dengan Ozil</title><description>Kelanjutan karier gelandang Arsenal, Mesut Ozil, hingga saat ini masih belum jelas.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/10/15/51/2293880/maksud-hati-beri-motivasi-mourinho-malah-ribut-dengan-ozil</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/10/15/51/2293880/maksud-hati-beri-motivasi-mourinho-malah-ribut-dengan-ozil"/><item><title>Maksud Hati Beri Motivasi, Mourinho Malah Ribut dengan Ozil</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/10/15/51/2293880/maksud-hati-beri-motivasi-mourinho-malah-ribut-dengan-ozil</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/10/15/51/2293880/maksud-hati-beri-motivasi-mourinho-malah-ribut-dengan-ozil</guid><pubDate>Kamis 15 Oktober 2020 08:23 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/15/51/2293880/maksud-hati-beri-motivasi-mourinho-malah-ribut-dengan-ozil-ZP9bt07zkE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mesut Ozil (Foto: Premier League)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/15/51/2293880/maksud-hati-beri-motivasi-mourinho-malah-ribut-dengan-ozil-ZP9bt07zkE.jpg</image><title>Mesut Ozil (Foto: Premier League)</title></images><description>LONDON &amp;ndash; Kelanjutan karier gelandang Arsenal, Mesut Ozil, hingga saat ini masih belum jelas. Meski dirinya masih berada di Arsenal, namun Manajer The Gunners, Mikel Arteta, nampaknya sudah tidak memiliki rasa percaya lagi terhadap pemainnya tersebut.
Hal ini dapat dilihat dari sikap Arteta yang tidak memasukkan Ozil ke dalam skuad Arsenal untuk Liga Eropa 2020-2021. Tak ayal, banyak pihak berspekulasi bahwa terjadi keributan dan hubungan yang tak harmonis di antara Arteta dengan Ozil.
Sebenarnya bukan kali ini saja Ozil memiliki masalah dengan pelatih. Saat gelandang berpaspor Jerman itu masih membela Real Madrid, ia pun memiliki hubungan yang tak harmonis dengan pelatih Los Blancos kala itu, Jose Mourinho.
Baca juga: Baru Gabung, Partey Siap Tampil Lawan Man City Akhir Pekan Ini

Hal ini diketahui karena Ozil menuliskannya di buku autobiografinya. Pada saat itu, Mourinho sebenarnya mencoba memberikan motivasi kepada Ozil agar menampilkan performa yang lebih baik lagi.
Kendati demikian, kata-kata yang dilontarkan Mourinho ternyata dianggap begitu kasar bagi Ozil. Maklum saja, pasalnya Mourinho sampai menghina Ozil dengan sebutan pengecut. Bukannya termotivasi, Ozil malah kesal dengan Mourinho dan pada akhirnya membuatnya meninggalkan Madrid pada musim panas 2013.
&quot;Anda pikir dua umpan indah sudah cukup. Anda pikir Anda begitu bagus sehingga hanya memberikan kemampuan 50 persen sudah cukup?&amp;rdquo; tulis Ozil dalam buku autobiografinya saat menirukan kata-kata Mourinho, sebagaimana dikutip dari Mirror, Kamis (15/10/2020).
&amp;ldquo;Dia berhenti. Menatap saya dengan mata coklat gelapnya. Saya balas menatap. Seperti dua petinju yang saling menatap sebelum ronde pertama. Dia tidak menunjukkan emosi. Hanya menunggu jawaban dari saya. Betapa saya sangat membencinya sekarang. Namun saya sebenarnya mencintai Mourinho,&quot; sambungnya.
Ozil kemudian bereaksi dengan melepas bajunya dan melempar ke arah  Mourinho. Tak ayal, hal ini membuat perseteruan di antara mereka semakin  memanas.
&quot;Oh, apakah Anda menyerah sekarang? Anda benar-benar pengecut. Apa  yang kamu inginkan? Mengendap-endap di bawah pancuran air hangat yang  indah. Mengeramasi rambut Anda? Sendirian? Atau Anda ingin membuktikan  kepada sesama pemain, penggemar di luar sana, dan saya, apa yang dapat  Anda lakukan?&amp;rdquo; beber Ozil mengenang kata-kata Mourinho.

&quot;Saya sangat marah. Saya ingin melemparkan sepatu saya ke kepalanya.  Saya ingin dia berhenti dan akhirnya meninggalkan saya sendiri,&amp;rdquo; ungkap  Ozil.
&amp;ldquo;&amp;rsquo;Tahukah Anda, Mesut? Silakan menangis. Anda seperti bayi yang akan  mandi. Kami tidak membutuhkan Anda.' Perlahan-lahan saya bangun, meraih  handuk saya dan berjalan melewatinya tanpa sepatah kata pun, tanpa  memandang Mourinho,&quot; pungkas sang gelandang.
</description><content:encoded>LONDON &amp;ndash; Kelanjutan karier gelandang Arsenal, Mesut Ozil, hingga saat ini masih belum jelas. Meski dirinya masih berada di Arsenal, namun Manajer The Gunners, Mikel Arteta, nampaknya sudah tidak memiliki rasa percaya lagi terhadap pemainnya tersebut.
Hal ini dapat dilihat dari sikap Arteta yang tidak memasukkan Ozil ke dalam skuad Arsenal untuk Liga Eropa 2020-2021. Tak ayal, banyak pihak berspekulasi bahwa terjadi keributan dan hubungan yang tak harmonis di antara Arteta dengan Ozil.
Sebenarnya bukan kali ini saja Ozil memiliki masalah dengan pelatih. Saat gelandang berpaspor Jerman itu masih membela Real Madrid, ia pun memiliki hubungan yang tak harmonis dengan pelatih Los Blancos kala itu, Jose Mourinho.
Baca juga: Baru Gabung, Partey Siap Tampil Lawan Man City Akhir Pekan Ini

Hal ini diketahui karena Ozil menuliskannya di buku autobiografinya. Pada saat itu, Mourinho sebenarnya mencoba memberikan motivasi kepada Ozil agar menampilkan performa yang lebih baik lagi.
Kendati demikian, kata-kata yang dilontarkan Mourinho ternyata dianggap begitu kasar bagi Ozil. Maklum saja, pasalnya Mourinho sampai menghina Ozil dengan sebutan pengecut. Bukannya termotivasi, Ozil malah kesal dengan Mourinho dan pada akhirnya membuatnya meninggalkan Madrid pada musim panas 2013.
&quot;Anda pikir dua umpan indah sudah cukup. Anda pikir Anda begitu bagus sehingga hanya memberikan kemampuan 50 persen sudah cukup?&amp;rdquo; tulis Ozil dalam buku autobiografinya saat menirukan kata-kata Mourinho, sebagaimana dikutip dari Mirror, Kamis (15/10/2020).
&amp;ldquo;Dia berhenti. Menatap saya dengan mata coklat gelapnya. Saya balas menatap. Seperti dua petinju yang saling menatap sebelum ronde pertama. Dia tidak menunjukkan emosi. Hanya menunggu jawaban dari saya. Betapa saya sangat membencinya sekarang. Namun saya sebenarnya mencintai Mourinho,&quot; sambungnya.
Ozil kemudian bereaksi dengan melepas bajunya dan melempar ke arah  Mourinho. Tak ayal, hal ini membuat perseteruan di antara mereka semakin  memanas.
&quot;Oh, apakah Anda menyerah sekarang? Anda benar-benar pengecut. Apa  yang kamu inginkan? Mengendap-endap di bawah pancuran air hangat yang  indah. Mengeramasi rambut Anda? Sendirian? Atau Anda ingin membuktikan  kepada sesama pemain, penggemar di luar sana, dan saya, apa yang dapat  Anda lakukan?&amp;rdquo; beber Ozil mengenang kata-kata Mourinho.

&quot;Saya sangat marah. Saya ingin melemparkan sepatu saya ke kepalanya.  Saya ingin dia berhenti dan akhirnya meninggalkan saya sendiri,&amp;rdquo; ungkap  Ozil.
&amp;ldquo;&amp;rsquo;Tahukah Anda, Mesut? Silakan menangis. Anda seperti bayi yang akan  mandi. Kami tidak membutuhkan Anda.' Perlahan-lahan saya bangun, meraih  handuk saya dan berjalan melewatinya tanpa sepatah kata pun, tanpa  memandang Mourinho,&quot; pungkas sang gelandang.
</content:encoded></item></channel></rss>
