<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penyebab Griezmann Tampil Bapuk di Barcelona, Salah Pelatih?</title><description>Sejak direkrut dari Atletico Madrid, Antoine Griezmann tak pernah menampilkan performa yang benar-benar memuaskan di Barcelona</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/10/15/46/2294012/penyebab-griezmann-tampil-bapuk-di-barcelona-salah-pelatih</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/10/15/46/2294012/penyebab-griezmann-tampil-bapuk-di-barcelona-salah-pelatih"/><item><title>Penyebab Griezmann Tampil Bapuk di Barcelona, Salah Pelatih?</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/10/15/46/2294012/penyebab-griezmann-tampil-bapuk-di-barcelona-salah-pelatih</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/10/15/46/2294012/penyebab-griezmann-tampil-bapuk-di-barcelona-salah-pelatih</guid><pubDate>Kamis 15 Oktober 2020 13:07 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/15/46/2294012/penyebab-griezmann-tampil-bapuk-di-barcelona-salah-pelatih-7RBMioNgc6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Antoine Griezmann (Foto: Media Barcelona)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/15/46/2294012/penyebab-griezmann-tampil-bapuk-di-barcelona-salah-pelatih-7RBMioNgc6.jpg</image><title>Antoine Griezmann (Foto: Media Barcelona)</title></images><description>BARCELONA &amp;ndash; Sejak direkrut dari Atletico Madrid pada bursa transfer musim panas 2019, Antoine Griezmann tak pernah menampilkan performa yang benar-benar memuaskan di Barcelona. Padahal, bintang Timnas Prancis itu ditebus dengan harga fantastis, 120 juta euro (Rp2 triliun).
Tak ayal, kondisi ini membuat banyak pihak menganggap Griezmann sebagai pembelian gagal. Padahal ketika membela Atletico maupun Timnas Prancis, Griezmann justru menjadi sosok kunci dalam skema permainan mereka.
Melihat situasi ini, kemungkinan terbesar yang menyebabkan Griezmann tampil melempem di Barca adalah karena ia tidak bermain di posisi idealnya. Saat membela  Timnas Prancis, Griezmann memang cukup sering mencetak gol, namun ia bermain sebagai gelandang serang.
Baca juga: Real Madrid Ngebet Ingin Datangkan Mbappe, Casemiro Maklum

Griezmann biasa ditempatkan tepat di belakang striker, yang mana dalam kasus ini adalah Olivier Giroud. Dengan peran Giroud yang lebih cenderung sebagai pengalih perhatian, Griezmann mampu tampil lebih bebas dan mengeksploitasi lini pertahanan lawan.
Sementara itu, di Atletico Madrid, Griezmann sering dimainkan sebagai second-striker. Meski begitu, peran yang ia mainkan tidak jauh berbeda dengan saat membela Timnas Prancis.
Sedangkan di Barca, Griezmann justru ditempatkan sebagai winger. Saat Blaugrana masih ditangani oleh Quique Setien, Griezmann diposisikan untuk mengisi sektor winger kiri.Sekarang, saat Ronald Koeman yang menjadi pelatih Barca, Griezmann  dimainkan sebagai winger kanan. Kondisi ini membuat Griezmann kurang  bisa menampilkan performa terbaiknya.
Bermain sebagai winger pasalnya membuat Griezmann harus bermain lebih  melebar. Jarak antara dirinya dengan gawang menjadi jauh, sehingga ia  kesulitan untuk membantu menjadi penggagas serangan Blaugrana.

Sebenarnya, dalam formasi 4-2-3-1 yang diterapkan Koeman di Barca  sekarang, Griezmann sangat ideal untuk mengisi pos gelandang serang,  sebagaimana dirinya di Timnas Prancis. Akan tetapi, untuk posisi  tersebut, Barca sudah memiliki Philippe Coutinho.
Griezmann sendiri ditunjuk sebagai winger kanan lantaran Lionel Messi  didorong ke depan menjadi ujung tombak. Maklum saja, sebab Barca tak  memboyong striker baru setelah mereka melepas Luis Suarez di bursa  transfer musim panas 2020, sehingga kini Messi yang didapauk sebagai  penyerang tengah.</description><content:encoded>BARCELONA &amp;ndash; Sejak direkrut dari Atletico Madrid pada bursa transfer musim panas 2019, Antoine Griezmann tak pernah menampilkan performa yang benar-benar memuaskan di Barcelona. Padahal, bintang Timnas Prancis itu ditebus dengan harga fantastis, 120 juta euro (Rp2 triliun).
Tak ayal, kondisi ini membuat banyak pihak menganggap Griezmann sebagai pembelian gagal. Padahal ketika membela Atletico maupun Timnas Prancis, Griezmann justru menjadi sosok kunci dalam skema permainan mereka.
Melihat situasi ini, kemungkinan terbesar yang menyebabkan Griezmann tampil melempem di Barca adalah karena ia tidak bermain di posisi idealnya. Saat membela  Timnas Prancis, Griezmann memang cukup sering mencetak gol, namun ia bermain sebagai gelandang serang.
Baca juga: Real Madrid Ngebet Ingin Datangkan Mbappe, Casemiro Maklum

Griezmann biasa ditempatkan tepat di belakang striker, yang mana dalam kasus ini adalah Olivier Giroud. Dengan peran Giroud yang lebih cenderung sebagai pengalih perhatian, Griezmann mampu tampil lebih bebas dan mengeksploitasi lini pertahanan lawan.
Sementara itu, di Atletico Madrid, Griezmann sering dimainkan sebagai second-striker. Meski begitu, peran yang ia mainkan tidak jauh berbeda dengan saat membela Timnas Prancis.
Sedangkan di Barca, Griezmann justru ditempatkan sebagai winger. Saat Blaugrana masih ditangani oleh Quique Setien, Griezmann diposisikan untuk mengisi sektor winger kiri.Sekarang, saat Ronald Koeman yang menjadi pelatih Barca, Griezmann  dimainkan sebagai winger kanan. Kondisi ini membuat Griezmann kurang  bisa menampilkan performa terbaiknya.
Bermain sebagai winger pasalnya membuat Griezmann harus bermain lebih  melebar. Jarak antara dirinya dengan gawang menjadi jauh, sehingga ia  kesulitan untuk membantu menjadi penggagas serangan Blaugrana.

Sebenarnya, dalam formasi 4-2-3-1 yang diterapkan Koeman di Barca  sekarang, Griezmann sangat ideal untuk mengisi pos gelandang serang,  sebagaimana dirinya di Timnas Prancis. Akan tetapi, untuk posisi  tersebut, Barca sudah memiliki Philippe Coutinho.
Griezmann sendiri ditunjuk sebagai winger kanan lantaran Lionel Messi  didorong ke depan menjadi ujung tombak. Maklum saja, sebab Barca tak  memboyong striker baru setelah mereka melepas Luis Suarez di bursa  transfer musim panas 2020, sehingga kini Messi yang didapauk sebagai  penyerang tengah.</content:encoded></item></channel></rss>
