<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perekrutan Cavani Dinilai sebagai Bentuk Putus Asa Man United</title><description>Manchester United merekrut Edinson Cavani sesaat sebelum bursa transfer musim panas 2020 berakhir.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/10/12/45/2292042/perekrutan-cavani-dinilai-sebagai-bentuk-putus-asa-man-united</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/10/12/45/2292042/perekrutan-cavani-dinilai-sebagai-bentuk-putus-asa-man-united"/><item><title>Perekrutan Cavani Dinilai sebagai Bentuk Putus Asa Man United</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/10/12/45/2292042/perekrutan-cavani-dinilai-sebagai-bentuk-putus-asa-man-united</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/10/12/45/2292042/perekrutan-cavani-dinilai-sebagai-bentuk-putus-asa-man-united</guid><pubDate>Senin 12 Oktober 2020 07:08 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/12/45/2292042/perekrutan-cavani-dinilai-sebagai-bentuk-putus-asa-man-united-e7zyN0H2BH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Edinson Cavani (Foto: Instagram/@cavaniofficial21)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/12/45/2292042/perekrutan-cavani-dinilai-sebagai-bentuk-putus-asa-man-united-e7zyN0H2BH.jpg</image><title>Edinson Cavani (Foto: Instagram/@cavaniofficial21)</title></images><description>LONDON &amp;ndash; Manchester United merekrut Edinson Cavani sesaat sebelum bursa transfer musim panas 2020 berakhir. Meski perekrutan tersebut disambut positf oleh sejumlah pihak, namun ada juga yang memandangnya dengan sinis.
Mantan Manajer Tottenham Hotspur, Harry Redknapp, adalah salah satu orang yang mempertanyakan perekrutan Cavani tersebut. Menurutnya, merekrut Cavani adalah bentuk dari keputusasaan Setan Merah yang tak kunjung mendapatkan pemain incarannya.
Pasalnya, jika Man United memang benar-benar menginginkan Cavani, maka bomber berpaspor Uruguay tersebut seharusnya sudah direkrut sejak awal bursa transfer musim panas 2020 dibuka. Apalagi, Cavani bisa didapatkan secara gratis setelah masa kontraknya di Paris Saint-Germain (PSG) berakhir.
Baca juga: Barcelona Bersedia Jual Ousmane Dembele ke Man United, Ini Harganya

Maka dari itu, Redknapp tak yakin jika Cavani benar-benar pemain yang diinginkan oleh Man United. Bagi Redknapp, perekrutan Cavani adalah sebuah perjudian besar yang dilakukan Setan Merah.
Selain karena usia Cavani yang sudah 33 tahun dan musim lalu tidak terlalu dipakai di PSG, mantan penyerang Napoli tersebut juga memiliki gaji tinggi. Tentunya sangat berisiko bagi Man United jika pada akhirnya Cavani malah flop seperti Alexis Sanchez.
&quot;Saya pikir Anda semua tahu saya suka berjudi sekarang dan lagi, tapi tidak seperti yang diambil Manchester United saat merekrut Edinson Cavani,&quot; tulis Redknapp di kolom The Sun, Senin (12/10/2020).
&quot;Jelas mereka membutuhkan sesuatu bahkan sebelum kejutan pekan lalu  melawan Spurs. Hal yang mengkhawatirkan adalah beberapa dari mereka  tampaknya menyerah,&amp;rdquo; lanjut paman dari Frank Lampard tersebut.
&amp;ldquo;Tapi merekrut Cavani yang berusia 33 tahun dengan gaji lebih dari  200 ribu pounds seminggu pada hari terakhir bursa transfer benar-benar  membuat saya putus asa. Saya mendapat kabar dari orang-orang delapan  minggu lalu bahwa dia (Cavani) ingin sekali datang ke Inggris,&amp;rdquo;  jelasnya.

&amp;ldquo;Ketika saya mendengar gajinya, saya hanya berharap mereka beruntung.  Jadi jika dia adalah seseorang yang sangat disukai United, mengapa  mereka meninggalkannya begitu terlambat?&amp;rdquo; tutup Redknapp.
Sementara itu, Cavani mengaku bahwa ia bergabung dengan Man United  setelah melakukan pembicaraan dengan Manajer Setan Merah, Ole Gunnar  Solskjaer. Dalam pembicaraan tersebut Cavani setuju dengan cara pandang  Solskjaer perihal mempersiapkan pertandingan, apa itu berkompetisi, dan  hal terpenting di dalam grup.
</description><content:encoded>LONDON &amp;ndash; Manchester United merekrut Edinson Cavani sesaat sebelum bursa transfer musim panas 2020 berakhir. Meski perekrutan tersebut disambut positf oleh sejumlah pihak, namun ada juga yang memandangnya dengan sinis.
Mantan Manajer Tottenham Hotspur, Harry Redknapp, adalah salah satu orang yang mempertanyakan perekrutan Cavani tersebut. Menurutnya, merekrut Cavani adalah bentuk dari keputusasaan Setan Merah yang tak kunjung mendapatkan pemain incarannya.
Pasalnya, jika Man United memang benar-benar menginginkan Cavani, maka bomber berpaspor Uruguay tersebut seharusnya sudah direkrut sejak awal bursa transfer musim panas 2020 dibuka. Apalagi, Cavani bisa didapatkan secara gratis setelah masa kontraknya di Paris Saint-Germain (PSG) berakhir.
Baca juga: Barcelona Bersedia Jual Ousmane Dembele ke Man United, Ini Harganya

Maka dari itu, Redknapp tak yakin jika Cavani benar-benar pemain yang diinginkan oleh Man United. Bagi Redknapp, perekrutan Cavani adalah sebuah perjudian besar yang dilakukan Setan Merah.
Selain karena usia Cavani yang sudah 33 tahun dan musim lalu tidak terlalu dipakai di PSG, mantan penyerang Napoli tersebut juga memiliki gaji tinggi. Tentunya sangat berisiko bagi Man United jika pada akhirnya Cavani malah flop seperti Alexis Sanchez.
&quot;Saya pikir Anda semua tahu saya suka berjudi sekarang dan lagi, tapi tidak seperti yang diambil Manchester United saat merekrut Edinson Cavani,&quot; tulis Redknapp di kolom The Sun, Senin (12/10/2020).
&quot;Jelas mereka membutuhkan sesuatu bahkan sebelum kejutan pekan lalu  melawan Spurs. Hal yang mengkhawatirkan adalah beberapa dari mereka  tampaknya menyerah,&amp;rdquo; lanjut paman dari Frank Lampard tersebut.
&amp;ldquo;Tapi merekrut Cavani yang berusia 33 tahun dengan gaji lebih dari  200 ribu pounds seminggu pada hari terakhir bursa transfer benar-benar  membuat saya putus asa. Saya mendapat kabar dari orang-orang delapan  minggu lalu bahwa dia (Cavani) ingin sekali datang ke Inggris,&amp;rdquo;  jelasnya.

&amp;ldquo;Ketika saya mendengar gajinya, saya hanya berharap mereka beruntung.  Jadi jika dia adalah seseorang yang sangat disukai United, mengapa  mereka meninggalkannya begitu terlambat?&amp;rdquo; tutup Redknapp.
Sementara itu, Cavani mengaku bahwa ia bergabung dengan Man United  setelah melakukan pembicaraan dengan Manajer Setan Merah, Ole Gunnar  Solskjaer. Dalam pembicaraan tersebut Cavani setuju dengan cara pandang  Solskjaer perihal mempersiapkan pertandingan, apa itu berkompetisi, dan  hal terpenting di dalam grup.
</content:encoded></item></channel></rss>
