<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Pembelian Terbaik di Hari Penutupan Bursa Transfer</title><description>Berikut Lima Pembelian Terbaik di Hari Penutupan Bursa Transfer</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/10/08/51/2290344/5-pembelian-terbaik-di-hari-penutupan-bursa-transfer</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/10/08/51/2290344/5-pembelian-terbaik-di-hari-penutupan-bursa-transfer"/><item><title>5 Pembelian Terbaik di Hari Penutupan Bursa Transfer</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/10/08/51/2290344/5-pembelian-terbaik-di-hari-penutupan-bursa-transfer</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/10/08/51/2290344/5-pembelian-terbaik-di-hari-penutupan-bursa-transfer</guid><pubDate>Kamis 08 Oktober 2020 12:29 WIB</pubDate><dc:creator>Admiraldy Eka Saputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/08/51/2290344/5-pembelian-terbaik-di-hari-penutupan-bursa-transfer-6av7itzVTj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wayne Rooney saat memulai debut bersama Man United (Foto: Man United)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/08/51/2290344/5-pembelian-terbaik-di-hari-penutupan-bursa-transfer-6av7itzVTj.jpg</image><title>Wayne Rooney saat memulai debut bersama Man United (Foto: Man United)</title></images><description>BURSA transfer pemain musim panas 2020 telah resmi ditutup pada 5 Oktober 2020 kemarin. Sejumlah tim pun telah berhasil mendapatkan pemain incaran mereka  meski tak jarang beberapa yang lain justru menemui kegagalan.
Detik-detik terakhir kelang ditutupnya bursa transfer pun selalu jadi momen menarik untuk di tunggu. Sebab, tidak jarang penandatanganan besar terjadi di waktu terakhir sebelum bursa transfer benar-benar di tutup.
Melansir dari laman Sportskeeda, Kamis (8/10/2020), berikut lima pembelian terbaik di hari penutupan bursa transfer
5. Wayne Rooney (Everton ke Manchester United pada 2004)

Jauh sebelum bursa transfer kala itu di buka, Rooney kabarnya sudah masuk dalam incaran Manchester United sebagai pemain yang akan mereka datangkan. Hal itu jelas tidak terlepas dari penampilan apik Wazza -julukan Rooney- baik bersama Everton ataupun Timnas Inggris.
Rooney pun dianggap memilih tujuan yang benar ketika ia sepakat hengkang ke Man United pada bursa transfer musim panas 2004 lalu. Dengan mahar senilai 27 juta euro (Rp467 imiliar) Setan Merah berhasil mendapatkan jasa Rooney kala itu.
Sejak saat itu, Rooney pun menjelma menjadi salah satu andalan di lini depan Manchester Merah. Dia akhirnya menghabiskan lebih dari satu dekade di Old Trafford, menjadi pencetak gol terbanyak United dalam proses dengan 253 gol, 183 di antaranya datang dari penampilannya di ajang Liga Inggris.


4. Ashley Cole (Arsenal ke Chelsea pada 2006)

Ashley Cole merupakan produk akademi Arsenal dan memulai debutnya  bersama tim senior saat usianya masih 18 tahun. Penampilan menjanjikan  membuatnya terpilih untuk menempati posisi sebagai bek kiri di tim  utama.
Pada akhir musim 2004-2005, dia telah memenangkan dua gelar Liga  Inggris dan tiga Piala FA. Akan tetapi, hubungannya Cole dengan Arsenal  mulai merenggang setelah negosiasi kenaikan gaji pada kontrak barunya  tak disetujui manajemen tim.
Atas alasan itu, ia akhirnya memilih hengkang ke Chelsea di bursa  transfer musim panas 2006. Pemain asal Inggris itu menghabiskan total  delapan musim di Stamford Bridge. Pada 2014 ia kemudian memilih hengkang  ke AS Roma hingga memutuskan pensiun di Derby County pada 2019 kemarin.
3. Carlos Tevez (Corinthians ke West Ham pada 2006)

Kompetisi Liga Inggris sempat dibuat heran dengan ambisi West Ham  untuk mendatangkan Carlos Tevez dan Javier Mascherano pada bursa  transfer musim panas 2020. Tidak bisa dipungkiri, keduanya sudah  diprediksi bakal jadi pemain potensial kala itu.
Teves pun benar-benar menunjukkan tajinya bersama West Ham. Namun,  striker asal Argentina itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk  menemukan sentuhan terbaiknya bersama The Hammers.
Tapi setelah alan Curbishley menggantikan Alan Pardew sebagai manajer  pada Januari 2007, Tevez pun mulai menemukan permainan terbaiknya.  Sejak saati itu, gol demi gol berhasil ia sumbangkan hingga akhinya  hengkang ke Man City pada 2009.
2. Dimitar Berbatov (Tottenham Hotspur ke Man United pada 2008)

Setelah keberhasilan mereka mendatangkan Wayne Rooney pada 2004,   Manchester Merah kembali melalukukan langkah tepat untuk mendatangkan   Dimitar Berbatov. Sebelumnya, Berbatov menghabiskan dua musim di White   Hart Lane (markas Tottenham) dengan mencetak 46 gol dari 27 penampilan   di ajang Liga Inggris.
Melihat catatan tersebut, wajar jika Sir Alex Ferguson yang kala itu   masih menangani Man United amat tertarik untuk mendapatkan Berbatov.

1. Luis Suarez (Ajax Amsterdam ke Liverpool pada 2011)

Keberhasilan Liverpool mendatangkan Luis Suarez dan Andy Carroll pada   batas bursa transfer musim panas 2020 memang sulit untuk dipercaya.   Keduanya kemudian jadi andalan baru lini depan tim sejak datang ke   Anfield.
Suarez membuat 13 penampilan dalam setengah musim pertamanya di   Anfield, mencetak empat gol dalam prosesnya, dan lebih banyak lagi pada   musim berkutnya. Pada 2011-12 dia mencetak 17 gol, dan pada 2012-2013,   dia meningkatkan totalnya menjadi 30 gol, termasuk 23 gol yang   ditcetaknya di ajang Liga Inggris.
Kemudian pada 2013-31204, Suarez menjadi pemain kunci Liverpool dan berperan penting dalam tim di bawah arahan Brendan Rodgers
.</description><content:encoded>BURSA transfer pemain musim panas 2020 telah resmi ditutup pada 5 Oktober 2020 kemarin. Sejumlah tim pun telah berhasil mendapatkan pemain incaran mereka  meski tak jarang beberapa yang lain justru menemui kegagalan.
Detik-detik terakhir kelang ditutupnya bursa transfer pun selalu jadi momen menarik untuk di tunggu. Sebab, tidak jarang penandatanganan besar terjadi di waktu terakhir sebelum bursa transfer benar-benar di tutup.
Melansir dari laman Sportskeeda, Kamis (8/10/2020), berikut lima pembelian terbaik di hari penutupan bursa transfer
5. Wayne Rooney (Everton ke Manchester United pada 2004)

Jauh sebelum bursa transfer kala itu di buka, Rooney kabarnya sudah masuk dalam incaran Manchester United sebagai pemain yang akan mereka datangkan. Hal itu jelas tidak terlepas dari penampilan apik Wazza -julukan Rooney- baik bersama Everton ataupun Timnas Inggris.
Rooney pun dianggap memilih tujuan yang benar ketika ia sepakat hengkang ke Man United pada bursa transfer musim panas 2004 lalu. Dengan mahar senilai 27 juta euro (Rp467 imiliar) Setan Merah berhasil mendapatkan jasa Rooney kala itu.
Sejak saat itu, Rooney pun menjelma menjadi salah satu andalan di lini depan Manchester Merah. Dia akhirnya menghabiskan lebih dari satu dekade di Old Trafford, menjadi pencetak gol terbanyak United dalam proses dengan 253 gol, 183 di antaranya datang dari penampilannya di ajang Liga Inggris.


4. Ashley Cole (Arsenal ke Chelsea pada 2006)

Ashley Cole merupakan produk akademi Arsenal dan memulai debutnya  bersama tim senior saat usianya masih 18 tahun. Penampilan menjanjikan  membuatnya terpilih untuk menempati posisi sebagai bek kiri di tim  utama.
Pada akhir musim 2004-2005, dia telah memenangkan dua gelar Liga  Inggris dan tiga Piala FA. Akan tetapi, hubungannya Cole dengan Arsenal  mulai merenggang setelah negosiasi kenaikan gaji pada kontrak barunya  tak disetujui manajemen tim.
Atas alasan itu, ia akhirnya memilih hengkang ke Chelsea di bursa  transfer musim panas 2006. Pemain asal Inggris itu menghabiskan total  delapan musim di Stamford Bridge. Pada 2014 ia kemudian memilih hengkang  ke AS Roma hingga memutuskan pensiun di Derby County pada 2019 kemarin.
3. Carlos Tevez (Corinthians ke West Ham pada 2006)

Kompetisi Liga Inggris sempat dibuat heran dengan ambisi West Ham  untuk mendatangkan Carlos Tevez dan Javier Mascherano pada bursa  transfer musim panas 2020. Tidak bisa dipungkiri, keduanya sudah  diprediksi bakal jadi pemain potensial kala itu.
Teves pun benar-benar menunjukkan tajinya bersama West Ham. Namun,  striker asal Argentina itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk  menemukan sentuhan terbaiknya bersama The Hammers.
Tapi setelah alan Curbishley menggantikan Alan Pardew sebagai manajer  pada Januari 2007, Tevez pun mulai menemukan permainan terbaiknya.  Sejak saati itu, gol demi gol berhasil ia sumbangkan hingga akhinya  hengkang ke Man City pada 2009.
2. Dimitar Berbatov (Tottenham Hotspur ke Man United pada 2008)

Setelah keberhasilan mereka mendatangkan Wayne Rooney pada 2004,   Manchester Merah kembali melalukukan langkah tepat untuk mendatangkan   Dimitar Berbatov. Sebelumnya, Berbatov menghabiskan dua musim di White   Hart Lane (markas Tottenham) dengan mencetak 46 gol dari 27 penampilan   di ajang Liga Inggris.
Melihat catatan tersebut, wajar jika Sir Alex Ferguson yang kala itu   masih menangani Man United amat tertarik untuk mendapatkan Berbatov.

1. Luis Suarez (Ajax Amsterdam ke Liverpool pada 2011)

Keberhasilan Liverpool mendatangkan Luis Suarez dan Andy Carroll pada   batas bursa transfer musim panas 2020 memang sulit untuk dipercaya.   Keduanya kemudian jadi andalan baru lini depan tim sejak datang ke   Anfield.
Suarez membuat 13 penampilan dalam setengah musim pertamanya di   Anfield, mencetak empat gol dalam prosesnya, dan lebih banyak lagi pada   musim berkutnya. Pada 2011-12 dia mencetak 17 gol, dan pada 2012-2013,   dia meningkatkan totalnya menjadi 30 gol, termasuk 23 gol yang   ditcetaknya di ajang Liga Inggris.
Kemudian pada 2013-31204, Suarez menjadi pemain kunci Liverpool dan berperan penting dalam tim di bawah arahan Brendan Rodgers
.</content:encoded></item></channel></rss>
