<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Havertz Handball, Mengapa Wasit Tetap Sahkan Gol Tammy Abraham?</title><description>Salah satu gol, dicetak Tammy Abraham di menit 90+3.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/09/28/45/2284982/havertz-handball-mengapa-wasit-tetap-sahkan-gol-tammy-abraham</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/09/28/45/2284982/havertz-handball-mengapa-wasit-tetap-sahkan-gol-tammy-abraham"/><item><title>Havertz Handball, Mengapa Wasit Tetap Sahkan Gol Tammy Abraham?</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/09/28/45/2284982/havertz-handball-mengapa-wasit-tetap-sahkan-gol-tammy-abraham</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/09/28/45/2284982/havertz-handball-mengapa-wasit-tetap-sahkan-gol-tammy-abraham</guid><pubDate>Senin 28 September 2020 15:45 WIB</pubDate><dc:creator>Rachmat Fahzry</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/28/45/2284982/haverzt-handball-mengapa-wasit-tetap-sahkan-gol-tammy-abraham-dbL1SCn1uZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kai Havertz. (Foto/Twitter Premier League)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/28/45/2284982/haverzt-handball-mengapa-wasit-tetap-sahkan-gol-tammy-abraham-dbL1SCn1uZ.jpg</image><title>Kai Havertz. (Foto/Twitter Premier League)</title></images><description>LONDON &amp;ndash; Chelsea pada pekan ketiga Liga Inggris 2020-2021 harus susah payah mengejar ketertinggalan dari West Bromwich Albion pada Sabtu 26 September 2020. Sempat tertinggal 3-0, The Blues berhasil mencetak tiga gol sehingga skor imbang 3-3 di babak kedua.
Salah satu gol, dicetak Tammy Abraham di menit 90+3. Gol pemain asal Inggris itu sedikit kontroversial karena sebelumnya, pemain Chelsea, Kai Havertz terlihat handball sebelum bola bergulir di kaki Abraham. Namun, wasit tetap memberikan gol untuk pasukan Frank Lampard.

Keputusan wasit mensahkan gol terakhir Chelsea menuai perdebatan di media sosial. Banyak yang menilai, gol tersebut tidak sah karena Havertz telah melakukan handball.
Baca juga:&amp;nbsp;5 Pemain yang Rusak Kariernya Setelah Gabung Chelsea
Merujuk International Football Association Board (IFAB), salah satu aturan mengatur soal handball. Dalam aturan itu gol tetap sah meski salah seorang pemain melakukan handball.
&quot;Jika seorang pemain menyerang tak sengaja menyentuh bola dengan tangan atau lengan, kemudian bola tetap jatuh ke pemain lawan dan tim yang sedang menyerang itu langsung bikin gol, ini adalah pelanggaran handball,&quot; isi IFAB menguti Football London, Senin (28/9/2020).
Hanya saja gol bisa disahkan, dengan situasi seperti ini, &quot;Itu tidak dikategorikan sebuah pelanggaran jika, setelah handball tidak disengaja, bolanya meluncur dalam jarak tertentu (lewat operan atau dribble) dan/atau ada sejumlah operan sebelum terjadinya gol atau peluang gol.&quot;


Havertz handball? pic.twitter.com/DLuP95fotI
&amp;mdash; Patrick (@Gazza2000fpl) September 26, 2020


Jika membaca aturan dari IFAB, gol yang dilesakkan Abraham memang sah. Pasalnya, bola setelah terkena tangan Haverts, jatuh di kaki Mason Mount. Penyerang lulusan akademi Chelsea ini kemudian melakukan tembakan, yang berhasil digagalkan kiper West Brom. Bola pantulan lalu jatuh ke Abraham yang berhasil diceploskannya.Pasukan Frank Lampard bahkan harus tertinggal lebih dulu, 3-0. Mereka kebobolan melalui Callum Robinson saat laga baru berjalan empat menit.
Pemain asal Inggris tersebut, kembali menjadi malapetaka bagi The Blues. Dia kembali memaksa Willy Calabero memungut bola dari gawang Chelsea pada menit ke-25. West Brom dua menit kemudian menambah gol mereka melalui kaki Kyle Bartley.
Memasuki babak kedua, Chelsea berjuang keras menyamakan kedudukan. Hasilnya perlawahan berbuah. Mereka berhasil mencetak gol lewat pemain lulusan akademi, Mason Mount di menit 55.
Chelsea berhasil memperpendek jarak gol di menit 70. Hudson-Odoi menjadi aktor setelah dia mendapatkan umpang matang dari Kai Haverts. Tammy Abaraham menjadi penentu di laga itu, setelah ia mencetak gol di menit 90+3.</description><content:encoded>LONDON &amp;ndash; Chelsea pada pekan ketiga Liga Inggris 2020-2021 harus susah payah mengejar ketertinggalan dari West Bromwich Albion pada Sabtu 26 September 2020. Sempat tertinggal 3-0, The Blues berhasil mencetak tiga gol sehingga skor imbang 3-3 di babak kedua.
Salah satu gol, dicetak Tammy Abraham di menit 90+3. Gol pemain asal Inggris itu sedikit kontroversial karena sebelumnya, pemain Chelsea, Kai Havertz terlihat handball sebelum bola bergulir di kaki Abraham. Namun, wasit tetap memberikan gol untuk pasukan Frank Lampard.

Keputusan wasit mensahkan gol terakhir Chelsea menuai perdebatan di media sosial. Banyak yang menilai, gol tersebut tidak sah karena Havertz telah melakukan handball.
Baca juga:&amp;nbsp;5 Pemain yang Rusak Kariernya Setelah Gabung Chelsea
Merujuk International Football Association Board (IFAB), salah satu aturan mengatur soal handball. Dalam aturan itu gol tetap sah meski salah seorang pemain melakukan handball.
&quot;Jika seorang pemain menyerang tak sengaja menyentuh bola dengan tangan atau lengan, kemudian bola tetap jatuh ke pemain lawan dan tim yang sedang menyerang itu langsung bikin gol, ini adalah pelanggaran handball,&quot; isi IFAB menguti Football London, Senin (28/9/2020).
Hanya saja gol bisa disahkan, dengan situasi seperti ini, &quot;Itu tidak dikategorikan sebuah pelanggaran jika, setelah handball tidak disengaja, bolanya meluncur dalam jarak tertentu (lewat operan atau dribble) dan/atau ada sejumlah operan sebelum terjadinya gol atau peluang gol.&quot;


Havertz handball? pic.twitter.com/DLuP95fotI
&amp;mdash; Patrick (@Gazza2000fpl) September 26, 2020


Jika membaca aturan dari IFAB, gol yang dilesakkan Abraham memang sah. Pasalnya, bola setelah terkena tangan Haverts, jatuh di kaki Mason Mount. Penyerang lulusan akademi Chelsea ini kemudian melakukan tembakan, yang berhasil digagalkan kiper West Brom. Bola pantulan lalu jatuh ke Abraham yang berhasil diceploskannya.Pasukan Frank Lampard bahkan harus tertinggal lebih dulu, 3-0. Mereka kebobolan melalui Callum Robinson saat laga baru berjalan empat menit.
Pemain asal Inggris tersebut, kembali menjadi malapetaka bagi The Blues. Dia kembali memaksa Willy Calabero memungut bola dari gawang Chelsea pada menit ke-25. West Brom dua menit kemudian menambah gol mereka melalui kaki Kyle Bartley.
Memasuki babak kedua, Chelsea berjuang keras menyamakan kedudukan. Hasilnya perlawahan berbuah. Mereka berhasil mencetak gol lewat pemain lulusan akademi, Mason Mount di menit 55.
Chelsea berhasil memperpendek jarak gol di menit 70. Hudson-Odoi menjadi aktor setelah dia mendapatkan umpang matang dari Kai Haverts. Tammy Abaraham menjadi penentu di laga itu, setelah ia mencetak gol di menit 90+3.</content:encoded></item></channel></rss>
