<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Legenda Liverpool Temukan Penyebab Permainan Havertz Belum Maksimal</title><description>Semua berubah ketika Andreas Christensen menarik Mane di menit 45+1.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/09/21/45/2281344/legenda-liverpool-temukan-penyebab-permainan-havertz-belum-maksimal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/09/21/45/2281344/legenda-liverpool-temukan-penyebab-permainan-havertz-belum-maksimal"/><item><title>Legenda Liverpool Temukan Penyebab Permainan Havertz Belum Maksimal</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/09/21/45/2281344/legenda-liverpool-temukan-penyebab-permainan-havertz-belum-maksimal</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/09/21/45/2281344/legenda-liverpool-temukan-penyebab-permainan-havertz-belum-maksimal</guid><pubDate>Senin 21 September 2020 16:36 WIB</pubDate><dc:creator>Rachmat Fahzry</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/21/45/2281344/legenda-liverpool-temukan-penyebab-permainan-havertz-belum-maksimal-oA4MXlR3Gp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kai Havertz dan Frank lampard. (Foto/Chelsea)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/21/45/2281344/legenda-liverpool-temukan-penyebab-permainan-havertz-belum-maksimal-oA4MXlR3Gp.jpg</image><title>Kai Havertz dan Frank lampard. (Foto/Chelsea)</title></images><description>LIVERPOOL &amp;ndash; Legenda Liverpool, Jamie Carragher menemukan penyebab pemain baru Chelsea, Kai Havertz yang belum maksimal di bawah asuhan Frank Lampard. Dalam dua pertandingan yang dilakoninnya di Liga Inggris, permainan Havertz tak seperti ketika dia di Bayer Leverkusen.
Saat pekan kedua Liga Inggris 2020-2021 saat menjamu Liverpool di Stamford Bridge, tuan rumah Chelsea harus mengakui kemenangan The Reds. Mereka kalah oleh dua gol Sadio Mane pada Minggu 20 September 2020.

The Blues menjelang babak pertama berkahir bermain imbang dengan tamunya. Namun, semua berubah ketika Andreas Christensen menarik Mane di menit 45+1. Wasit yang melihat tayangan ulang di video assistant referee (VAR) memberikan  kartu merah kepada Christensen.
Baca juga:&amp;nbsp;Eks Pelatih Timnas Indonesia Ungkap Kualitas Thiago Alcantara
Kurang pemain di lini belakang, Lampard merubah stateginya. Dia mengganti Havertz dengan bek tengah, Fikayo Tomori.
Namun, hal itu tidak membantu. Mane dengan cepat mencetak gol di menit 50. Pemain asal Senegal itu kemundian menambah gol keduanya setela Kepa Arrizabalaga melakukan blunder epat menit berselang.
Terlepas dari itu, Carragher yakin Lampard sedang berjuang untuk menemukan posisi Havertz di timnya. Ia masih terus melakukan uji coba terhadap skuadnya yang banyak dihuni pemain baru.
&quot;Saya pikir masalah yang didapat Frank adalah dia masih baru dalam pekerjaan itu dan dia membuat semua perubahan. Sulit untuk mengelola perubahan. Ketika Anda memikirkan manajer hebat, Klopp belum benar-benar berhasil melakukannya dalam beberapa pertandingan saat dia tiba di Liverpool,&amp;rdquo; katanya kepada Sky Sports mengutip Mirror, Senin (21/9/2020).
&amp;ldquo;Mungkin tahun depan hingga 18 bulan. Saya bahkan tidak yakin Pep Guardiola benar-benar memiliki itu dalam karier manajemennya,&amp;rdquo; lanjut eks bek tengah Liverpool itu.Carragher menjelaskan bahwa pada musim lalu, Lampard sering menggunakan formasi 4-3-3, kadang memainkan tiga bek. Bahkan beberapa kali Lampard menerapkan skema 4-2-3-1.
&quot;Saya melihat Chelsea musim lalu sebagai tim 4-3-3, dan kadang-kadang Frank melemparkan tiga di belakang secara taktik dalam pertandingan besar. Dia mengalahkan Jose Mourinho dua kali dan dia mengalahkan Guardiola,&amp;rdquo; ungkap dia.
&amp;ldquo;Dia memainkan 4-2-3-1 saat mengalahkan Brighton dengan Havertz di sebelah kanan. Hari ini (lawan Liverpool), dia memainkannya (Havertz) dengan false nine,&amp;rdquo; kata Carragher.
&quot;Dia jelas pemain berkualitas, tidak ada keraguan tentang itu. Tapi saya sudah berpikir, 'di mana Havertz bermain?' bahkan setelah dua pertandingan. Di mana dia cocok dengan formasi 4-3-3?&amp;rdquo; pungkas dia.

</description><content:encoded>LIVERPOOL &amp;ndash; Legenda Liverpool, Jamie Carragher menemukan penyebab pemain baru Chelsea, Kai Havertz yang belum maksimal di bawah asuhan Frank Lampard. Dalam dua pertandingan yang dilakoninnya di Liga Inggris, permainan Havertz tak seperti ketika dia di Bayer Leverkusen.
Saat pekan kedua Liga Inggris 2020-2021 saat menjamu Liverpool di Stamford Bridge, tuan rumah Chelsea harus mengakui kemenangan The Reds. Mereka kalah oleh dua gol Sadio Mane pada Minggu 20 September 2020.

The Blues menjelang babak pertama berkahir bermain imbang dengan tamunya. Namun, semua berubah ketika Andreas Christensen menarik Mane di menit 45+1. Wasit yang melihat tayangan ulang di video assistant referee (VAR) memberikan  kartu merah kepada Christensen.
Baca juga:&amp;nbsp;Eks Pelatih Timnas Indonesia Ungkap Kualitas Thiago Alcantara
Kurang pemain di lini belakang, Lampard merubah stateginya. Dia mengganti Havertz dengan bek tengah, Fikayo Tomori.
Namun, hal itu tidak membantu. Mane dengan cepat mencetak gol di menit 50. Pemain asal Senegal itu kemundian menambah gol keduanya setela Kepa Arrizabalaga melakukan blunder epat menit berselang.
Terlepas dari itu, Carragher yakin Lampard sedang berjuang untuk menemukan posisi Havertz di timnya. Ia masih terus melakukan uji coba terhadap skuadnya yang banyak dihuni pemain baru.
&quot;Saya pikir masalah yang didapat Frank adalah dia masih baru dalam pekerjaan itu dan dia membuat semua perubahan. Sulit untuk mengelola perubahan. Ketika Anda memikirkan manajer hebat, Klopp belum benar-benar berhasil melakukannya dalam beberapa pertandingan saat dia tiba di Liverpool,&amp;rdquo; katanya kepada Sky Sports mengutip Mirror, Senin (21/9/2020).
&amp;ldquo;Mungkin tahun depan hingga 18 bulan. Saya bahkan tidak yakin Pep Guardiola benar-benar memiliki itu dalam karier manajemennya,&amp;rdquo; lanjut eks bek tengah Liverpool itu.Carragher menjelaskan bahwa pada musim lalu, Lampard sering menggunakan formasi 4-3-3, kadang memainkan tiga bek. Bahkan beberapa kali Lampard menerapkan skema 4-2-3-1.
&quot;Saya melihat Chelsea musim lalu sebagai tim 4-3-3, dan kadang-kadang Frank melemparkan tiga di belakang secara taktik dalam pertandingan besar. Dia mengalahkan Jose Mourinho dua kali dan dia mengalahkan Guardiola,&amp;rdquo; ungkap dia.
&amp;ldquo;Dia memainkan 4-2-3-1 saat mengalahkan Brighton dengan Havertz di sebelah kanan. Hari ini (lawan Liverpool), dia memainkannya (Havertz) dengan false nine,&amp;rdquo; kata Carragher.
&quot;Dia jelas pemain berkualitas, tidak ada keraguan tentang itu. Tapi saya sudah berpikir, 'di mana Havertz bermain?' bahkan setelah dua pertandingan. Di mana dia cocok dengan formasi 4-3-3?&amp;rdquo; pungkas dia.

</content:encoded></item></channel></rss>
