<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Pemain yang di Luar Dugaan Dijual Liverpool</title><description>Berikut ini adalah lima pemain yang di luar dugaan dijual Liverpool.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/09/12/45/2276656/5-pemain-yang-di-luar-dugaan-dijual-liverpool</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/09/12/45/2276656/5-pemain-yang-di-luar-dugaan-dijual-liverpool"/><item><title>5 Pemain yang di Luar Dugaan Dijual Liverpool</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/09/12/45/2276656/5-pemain-yang-di-luar-dugaan-dijual-liverpool</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/09/12/45/2276656/5-pemain-yang-di-luar-dugaan-dijual-liverpool</guid><pubDate>Sabtu 12 September 2020 12:18 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/12/45/2276656/5-pemain-yang-di-luar-dugaan-dijual-liverpool-PNvshPHXds.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Raheem Sterling (Foto: Instagram/@sterling7)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/12/45/2276656/5-pemain-yang-di-luar-dugaan-dijual-liverpool-PNvshPHXds.jpg</image><title>Raheem Sterling (Foto: Instagram/@sterling7)</title></images><description>LIVERPOOL merupakan salah satu klub sepakbola tertua di dunia. Sepanjang sejarahnya, Liverpool telah menjelma menjadi klub besar yang disegani lantaran mampu meraih berbagai gelar juara, seperti Liga Inggris, Liga Champions, hingga Piala Dunia Klub.
Hal tersebut tentunya tak lepas dari pemain-pemain hebat yang selalu mengisi skuad Liverpool dari masa ke masa. Kendati demikian, ada beberapa di antara mereka yang justru dianggap terlalu dini meninggalkan The Reds. Berikut ini adalah lima pemain yang di luar dugaan dijual Liverpool:
5. John Arne Riise

Sebelum nama Andrew Robertson bersinar sekarang, Liverpool pernah memiliki sosok bek kiri hebat dalam diri John Arne Riise. Ia bergabung dengan Liverpool pada 2001 dan kemudian menjadi bagian dari skuad inti The Reds dengan stamina, kecepatan kerja, dan kemampuan menembaknya yang begitu terkenal.
Kendati demikian, pada musim 2007-2008, Riise mencetak gol bunuh diri saat bersua Chelsea di Liga Champions. Hal itu membuat Liverpool tersingkir. Di musim tersebut, Riise pun kehilangan tempatnya di tim utama Liverpool karena digantikan oleh Fabio Aurelio. Riise pindah ke AS Roma pada musim panas 2008.
&amp;ldquo;Rafa (Benitez) mengatakan kepada saya bahwa mereka akan merekrut bek kiri baru dan bahwa saya tidak akan menjadi pilihan pertama. Biasanya hal itu tidak mengganggu saya karena di klub seperti Liverpool Anda selalu menghadapi pemain baru dan persaingan ketat,&quot; ujar Riise.
4. Xabi Alonso

Xabi Alonso merupakan salah satu gelandang terbaik pada masanya. Gelandang berpaspor Spanyol itu memiliki teknik yang sangat baik, kemampuan passing dan kehebatan bola mati.
Meski begitu, Alonso hanya bertahan selama lima musim di Liverpool (2004-2009). Sebab, Alonso merasa tidak diinginkan oleh Rafael Benitez. Maka dari itu, Alonso pun memutuskan untuk hijrah ke Real Madrid pada musim panas 2009. Hal ini sempat membuat Steven Gerrard begitu kesal.
&amp;ldquo;Jelas Alonso adalah bangsawan setelah sesi latihan pertama kami bersama pada Agustus 2004, dan Rafa Benitez, yang sejak awal begitu pintar membelinya, juga sama bodohnya dengan menjualnya ke Real Madrid lima tahun kemudian. Dari jarak tertentu, dia adalah gelandang tengah terbaik yang pernah bermain bersama saya,&quot; tulis Gerrard dalam buku autobiografinya.3. Luis Suarez

Sejak kedatangannya ke Liverpool pada Januari 2011, Luis Suarez sudah  langsung tampil menggebrak dan menjadi mesin gol The Reds. Suarez  sepertinya tak ingin membuat fans Liverpool terlarut dalam kesedihan  setelah ditinggal oleh Fernando Torres ke Chelsea.
Karier Suarez bersama Liverpool terus melejit hingga akhirnya pada  musim panas 2014 Barcelona datang memberi tawaran. Liverpool seharusnya  bisa mempertahankan Suarez, namun mereka tak mampu menjamin dapat  memenuhi keinginan si pemain untuk juara Liga Champions.
&amp;ldquo;Keinginan saya di Liverpool adalah membantu klub bermain di level  elite kembali. Jika Liverpool tidak berada di Liga Champions, sulit  untuk mendapatkan pemain terbaik agar datang ke klub. Itulah alasan bagi  saya untuk datang ke Barcelona, tidak hanya bermain di turnamen itu  tetapi juga memenangkannya,&amp;rdquo; ungkap Suarez.
2. Raheem Sterling

Liverpool adalah klub tempat Raheem Sterling memulai karier  profesionalnya. Sebagai pemain muda, Sterling cukup diakui karena  memiliki kecepatan dan kemampuan mendribel yang bagus. Sayangnya, selama  empat musim di Liverpool, Sterling hanya bisa mencetak 23 gol dari 129  penampilan.
Hal itu pada akhirnya membuat Liverpool melepas Sterling ketika  Manchester City datang dengan tawaran 63,7 juta euro pada 2015. Dan  ternyata kepindahan ke Man City justru menjadi titik balik Sterling.  Selain semakin matang, Sterling juga bekerja sama dengan Josep Guardiola  yang membuatnya menjadi pemain elit.
&amp;ldquo;Ketika saya bergabung dengan Liverpool, saya berkata jika saya belum  memenangkan Liga Inggris pada saat saya berusia 21 tahun, saya perlu  melihat pilihan saya dan melihat apa yang saya lakukan di sana. Saya  menerapkannya sejak usia muda. Dan saya datang ke City dan memenangkan  Liga Inggris pertama saya,&amp;rdquo; beber Sterling.1. Javier Mascherano

Javier Mascherano merupakan pemain yang melengkapi trio lini tengah   Liverpool dengan Xabi Alonso dan Steven Gerrard. Berposisi sebagai   gelandang bertahan,Mascherano sukses menopang lini tengah The Reds   dengan kemampuannya memberi umpan, mencari posisi, melakukan tekel,   serta punya kecerdasan taktik.
Kendati demikian, pada musim panas 2010 Mascherano meninggalkan   Liverpool dan bergabung dengan Barcelona. Bersama Blaugrana, Mascherano   menjalani karier yang sukses, di antaranya dengan meraih lima gelar   juara Liga Spanyol dan dua trofi Liga Champions.
&amp;ldquo;Saya cenderung menutupnya tepat waktu karena ketika saya   meninggalkan Liverpool, itu tidak baik untuk saya, dan saya tidak   menyukainya. Saya tidak suka merasa bahwa saya bisa kembali ke   Liverpool, dan masih ada sesuatu yang beracun di sana. Dan saya tidak   ingin hal yang sama terjadi pada saya di Barcelona,&quot; ungkap Mascherano.</description><content:encoded>LIVERPOOL merupakan salah satu klub sepakbola tertua di dunia. Sepanjang sejarahnya, Liverpool telah menjelma menjadi klub besar yang disegani lantaran mampu meraih berbagai gelar juara, seperti Liga Inggris, Liga Champions, hingga Piala Dunia Klub.
Hal tersebut tentunya tak lepas dari pemain-pemain hebat yang selalu mengisi skuad Liverpool dari masa ke masa. Kendati demikian, ada beberapa di antara mereka yang justru dianggap terlalu dini meninggalkan The Reds. Berikut ini adalah lima pemain yang di luar dugaan dijual Liverpool:
5. John Arne Riise

Sebelum nama Andrew Robertson bersinar sekarang, Liverpool pernah memiliki sosok bek kiri hebat dalam diri John Arne Riise. Ia bergabung dengan Liverpool pada 2001 dan kemudian menjadi bagian dari skuad inti The Reds dengan stamina, kecepatan kerja, dan kemampuan menembaknya yang begitu terkenal.
Kendati demikian, pada musim 2007-2008, Riise mencetak gol bunuh diri saat bersua Chelsea di Liga Champions. Hal itu membuat Liverpool tersingkir. Di musim tersebut, Riise pun kehilangan tempatnya di tim utama Liverpool karena digantikan oleh Fabio Aurelio. Riise pindah ke AS Roma pada musim panas 2008.
&amp;ldquo;Rafa (Benitez) mengatakan kepada saya bahwa mereka akan merekrut bek kiri baru dan bahwa saya tidak akan menjadi pilihan pertama. Biasanya hal itu tidak mengganggu saya karena di klub seperti Liverpool Anda selalu menghadapi pemain baru dan persaingan ketat,&quot; ujar Riise.
4. Xabi Alonso

Xabi Alonso merupakan salah satu gelandang terbaik pada masanya. Gelandang berpaspor Spanyol itu memiliki teknik yang sangat baik, kemampuan passing dan kehebatan bola mati.
Meski begitu, Alonso hanya bertahan selama lima musim di Liverpool (2004-2009). Sebab, Alonso merasa tidak diinginkan oleh Rafael Benitez. Maka dari itu, Alonso pun memutuskan untuk hijrah ke Real Madrid pada musim panas 2009. Hal ini sempat membuat Steven Gerrard begitu kesal.
&amp;ldquo;Jelas Alonso adalah bangsawan setelah sesi latihan pertama kami bersama pada Agustus 2004, dan Rafa Benitez, yang sejak awal begitu pintar membelinya, juga sama bodohnya dengan menjualnya ke Real Madrid lima tahun kemudian. Dari jarak tertentu, dia adalah gelandang tengah terbaik yang pernah bermain bersama saya,&quot; tulis Gerrard dalam buku autobiografinya.3. Luis Suarez

Sejak kedatangannya ke Liverpool pada Januari 2011, Luis Suarez sudah  langsung tampil menggebrak dan menjadi mesin gol The Reds. Suarez  sepertinya tak ingin membuat fans Liverpool terlarut dalam kesedihan  setelah ditinggal oleh Fernando Torres ke Chelsea.
Karier Suarez bersama Liverpool terus melejit hingga akhirnya pada  musim panas 2014 Barcelona datang memberi tawaran. Liverpool seharusnya  bisa mempertahankan Suarez, namun mereka tak mampu menjamin dapat  memenuhi keinginan si pemain untuk juara Liga Champions.
&amp;ldquo;Keinginan saya di Liverpool adalah membantu klub bermain di level  elite kembali. Jika Liverpool tidak berada di Liga Champions, sulit  untuk mendapatkan pemain terbaik agar datang ke klub. Itulah alasan bagi  saya untuk datang ke Barcelona, tidak hanya bermain di turnamen itu  tetapi juga memenangkannya,&amp;rdquo; ungkap Suarez.
2. Raheem Sterling

Liverpool adalah klub tempat Raheem Sterling memulai karier  profesionalnya. Sebagai pemain muda, Sterling cukup diakui karena  memiliki kecepatan dan kemampuan mendribel yang bagus. Sayangnya, selama  empat musim di Liverpool, Sterling hanya bisa mencetak 23 gol dari 129  penampilan.
Hal itu pada akhirnya membuat Liverpool melepas Sterling ketika  Manchester City datang dengan tawaran 63,7 juta euro pada 2015. Dan  ternyata kepindahan ke Man City justru menjadi titik balik Sterling.  Selain semakin matang, Sterling juga bekerja sama dengan Josep Guardiola  yang membuatnya menjadi pemain elit.
&amp;ldquo;Ketika saya bergabung dengan Liverpool, saya berkata jika saya belum  memenangkan Liga Inggris pada saat saya berusia 21 tahun, saya perlu  melihat pilihan saya dan melihat apa yang saya lakukan di sana. Saya  menerapkannya sejak usia muda. Dan saya datang ke City dan memenangkan  Liga Inggris pertama saya,&amp;rdquo; beber Sterling.1. Javier Mascherano

Javier Mascherano merupakan pemain yang melengkapi trio lini tengah   Liverpool dengan Xabi Alonso dan Steven Gerrard. Berposisi sebagai   gelandang bertahan,Mascherano sukses menopang lini tengah The Reds   dengan kemampuannya memberi umpan, mencari posisi, melakukan tekel,   serta punya kecerdasan taktik.
Kendati demikian, pada musim panas 2010 Mascherano meninggalkan   Liverpool dan bergabung dengan Barcelona. Bersama Blaugrana, Mascherano   menjalani karier yang sukses, di antaranya dengan meraih lima gelar   juara Liga Spanyol dan dua trofi Liga Champions.
&amp;ldquo;Saya cenderung menutupnya tepat waktu karena ketika saya   meninggalkan Liverpool, itu tidak baik untuk saya, dan saya tidak   menyukainya. Saya tidak suka merasa bahwa saya bisa kembali ke   Liverpool, dan masih ada sesuatu yang beracun di sana. Dan saya tidak   ingin hal yang sama terjadi pada saya di Barcelona,&quot; ungkap Mascherano.</content:encoded></item></channel></rss>
