<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Pemain yang Hina Klub Setelah Putuskan Pindah</title><description>Berikut lima pemain yang menghina klub setelah memutuskan untuk pindah:</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/09/11/51/2276250/5-pemain-yang-hina-klub-setelah-putuskan-pindah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/09/11/51/2276250/5-pemain-yang-hina-klub-setelah-putuskan-pindah"/><item><title>5 Pemain yang Hina Klub Setelah Putuskan Pindah</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/09/11/51/2276250/5-pemain-yang-hina-klub-setelah-putuskan-pindah</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/09/11/51/2276250/5-pemain-yang-hina-klub-setelah-putuskan-pindah</guid><pubDate>Jum'at 11 September 2020 15:32 WIB</pubDate><dc:creator>Admiraldy Eka Saputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/11/51/2276250/5-pemain-yang-hina-klub-setelah-putuskan-pindah-qMFT8oDnbe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Zlatan Ibrahimovic saat berseragam Barcelona (Foto: Sportskeeda)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/11/51/2276250/5-pemain-yang-hina-klub-setelah-putuskan-pindah-qMFT8oDnbe.jpg</image><title>Zlatan Ibrahimovic saat berseragam Barcelona (Foto: Sportskeeda)</title></images><description>ADA banyak alasan pemain memutuskan untuk berpindah dari satu klub ke klub lainnya. Faktor pelatih hingga sulitnya mendapat waktu bermain di tim utama jadi biasanya jadi salah satu alasan yang menyebabkan hal tersebut terjadi.
Namun, perpisahan mereka dengan klub juga tidak selamanya berjalan dengan baik. Beberapa dari mereka yang punya hubungan buruk dengan manajemen bahkan tak jarang menghina klub lamanya ketika telah memutuskan hengkang ke tempat baru.
Melansir dari laman Sportskeeda, Jumat (11/9/2020), berikut lima pemain yang menghina klub setelah memutuskan untuk pindah:
5. Alexis Sanchez (dari Manchester United ke Inter Milan pada 2020)

Striker asal Cile telah resmi berseragam Inter Milan pada bursa transfer musim panas 2020 ini. Sebelumnya, Sanchez bermain untuk Man United sejak 2018 setelah tiga musim bermain untuk Arsenal.
Perkataan mengejutkan disampaikan sang pemain setelah ia dipermanenkan Inter. Pemain 31 tahun itu mengatakan kalau dirinya tidak pernah bahagia ketika memutuskan untuk bergabung ke Old Traffod.
&quot;Saya ingin memberi tahu Anda tentang masa saya di United, tentang banyak hal yang telah dikatakan yang membuat saya terlihat buruk,&amp;rdquo; ujar Sanchez.
&amp;ldquo;Sebelum pergi ke sana, saya memiliki kesepakatan dengan Manchester City, tetapi itu tidak berhasil, dan saya mendapat kesempatan untuk bergabung dengan Manchester United,&amp;rdquo; lanjutnya.4. Neymar (dari Barcelona ke Paris Saing-Germain pada 2017)

Kepindahan Neymar dari Barcelona cukup disayangkan bagi sebagian  besar fans klub. Bagimana tidak, winger berpaspor Brasil itu  berkolaborasi dengan baik bersama Lionel Messi dan Luis Suarez di lini  depan tim dalam beberapa musim kebersamaan mereka.
Namun, Neymar memutuskan untuk hengkang ke PSG pada 2017 lalu.  Awalnya, banyak yang menilai keputusan tersebut diambil lantaran sang  pemain tak ingin terus-terusan berada di bawah bayang-bayang Messi.
Akan tetapi, kenyataannya tidak demikian. Neymar mengaku sangat  senang berada di klub katalan tersebut. Satu hal yang membuatnya tak  nyaman adalah keberadaan para petinggi klub yang dinilainya tidak punya  kebijakan yang baik untuk klub.
&quot;Saya tidak punya sesuatu untuk dikatakan kepada para petinggi di  Barcelona. Bagi saya, sebenarnya saya ingin mengatakan sesuatu bahwa  saya kecewa dengan mereka.Saya menghabiskan empat tahun di sana dan  sangat bahagia. Saya memulainya dengan bahagia, menghabiskan empat tahun  bahagia dan pergi dengan Bahagia,&amp;rdquo; ujar Neymar.
&amp;ldquo;Tapi tidak dengan mereka (petinggi Barcelona). Bagi saya, mereka  seharusnya tidak bertanggung jawab atas Barca. Barca pantas mendapatkan  yang lebih baik, dan semua orang tahu ini,&amp;rdquo; tandasnya.

3. Zlatan Ibrahimovic (dari Barcelona ke AC Milan pada 2010)

Zlatan Ibrahimovic sempat membela Barcelona pada 2009. Hanya satu  musim berseragam Blaugrana, striker Swedia itu memutuskan untuk hengkang  ke AC Milan dengan beberapa alasan.
Salah satunya adalah Ibrahimovic merasa pelatih Josep Guardiola saat  itu tidak bisa membentuk karakter pemainnya dengan baik. Ia bahkan  menilai banyak pemain besar di Barcelona yang bertingkah seperti &amp;lsquo;anak  sekolah&amp;rsquo;.
&amp;ldquo;Saya sudah mendapat kesan bahwa Barcelona seperti kembali ke Ajax,  itu seperti kembali ke sekolah. Tidak ada pemain yang bertingkah seperti  superstar, yang aneh,&amp;rdquo; ujar Ibrahimovic.
Messi, Xavi, [Andres] Iniesta, seluruh geng mereka seperti anak  sekolah. Pesepakbola terbaik di dunia berdiri di sana dengan kepala  tertunduk, dan saya tidak memahaminya. Itu konyol,&amp;rdquo; tandasnya.
2. Pepe (dari Real Madrid ke Besiktas pada 2017)

Pepe memutuskan untuk hengkang dari Real Madrid menuju Besiktas pada   2017. Padahal saat itu ia merupakan salah satu palang pintu terbaik  yang  dimiliki skuad Los Blancos -julukan Madrid- bersama Sergio Ramos.
Salah satu alasan utama Pepe memutuskan pergi adalah lantaran ia   tidak puas dengan kontrak baru yang ditawarkan manajemen klub saat itu.   Pepe merasa kurang dihargai hingga akhirnya memutuskan untuk hengkang   pada 2017.
&amp;ldquo;Madrid tidak menawarkan saya dua tahun. Mereka baru saja menawari   saya satu tahun, jadi jelas saya tidak akan melanjutkannya dengan Real   Madrid. Ada cara untuk berbicara dan bernegosiasi tetapi klub tidak   bertindak dengan benar. Itu membuatku kesal,&amp;rdquo; ujar Pepe.
&quot;Penggemar Besiktas luar biasa. Pada saat bermain untuk Real Madrid,   kami harus memotivasi diri kami sendiri karena para pendukung tidak   begitu bersemangat. Di sini, di Besiktas, setiap pemain menuju ke   lapangan dengan motivasi penuh untuk tampil baik dengan bantuan dukungan   yang luar biasa,&amp;rdquo; tandasnya.
&amp;nbsp;
 
1. Mario Balotelli (dari Liverpool ke AC Milan pada 2015)

Balotelli secara blak-blakan mengaku tidak nyaman ketika bermain   untuk Liverpool. Striker asal Italia itu bahkan mengatakan keputusannya   untuk bergabung ke Liverpool adalah salah satu kesalahan terbesar dalam   hidupnya.
&amp;ldquo;Itu adalah kesalahan terburuk dalam hidup saya. Terlepas dari para   penggemar, yang fantastis dengan saya, saya harus jujur, dan para   pemain, yang memiliki hubungan baik dengan saya, saya tidak menyukai   klub ini (Liverpool),&amp;rdquo; ujar Balotelli.
&quot; Saya harus menerima kesalahan saya tetapi formasi yang dipilih oleh   Rodgers tidak cocok dengan karakteristik saya,&amp;rdquo; sambung Balotelli.
&amp;ldquo;Pada awalnya saya melewatkan beberapa peluang mudah, kemudian saya   memiliki lebih sedikit peluang untuk mencetak gol, sedikit nasib buruk,   cedera. Banyak hal yang berantakan,&amp;rdquo; tandasnya.
</description><content:encoded>ADA banyak alasan pemain memutuskan untuk berpindah dari satu klub ke klub lainnya. Faktor pelatih hingga sulitnya mendapat waktu bermain di tim utama jadi biasanya jadi salah satu alasan yang menyebabkan hal tersebut terjadi.
Namun, perpisahan mereka dengan klub juga tidak selamanya berjalan dengan baik. Beberapa dari mereka yang punya hubungan buruk dengan manajemen bahkan tak jarang menghina klub lamanya ketika telah memutuskan hengkang ke tempat baru.
Melansir dari laman Sportskeeda, Jumat (11/9/2020), berikut lima pemain yang menghina klub setelah memutuskan untuk pindah:
5. Alexis Sanchez (dari Manchester United ke Inter Milan pada 2020)

Striker asal Cile telah resmi berseragam Inter Milan pada bursa transfer musim panas 2020 ini. Sebelumnya, Sanchez bermain untuk Man United sejak 2018 setelah tiga musim bermain untuk Arsenal.
Perkataan mengejutkan disampaikan sang pemain setelah ia dipermanenkan Inter. Pemain 31 tahun itu mengatakan kalau dirinya tidak pernah bahagia ketika memutuskan untuk bergabung ke Old Traffod.
&quot;Saya ingin memberi tahu Anda tentang masa saya di United, tentang banyak hal yang telah dikatakan yang membuat saya terlihat buruk,&amp;rdquo; ujar Sanchez.
&amp;ldquo;Sebelum pergi ke sana, saya memiliki kesepakatan dengan Manchester City, tetapi itu tidak berhasil, dan saya mendapat kesempatan untuk bergabung dengan Manchester United,&amp;rdquo; lanjutnya.4. Neymar (dari Barcelona ke Paris Saing-Germain pada 2017)

Kepindahan Neymar dari Barcelona cukup disayangkan bagi sebagian  besar fans klub. Bagimana tidak, winger berpaspor Brasil itu  berkolaborasi dengan baik bersama Lionel Messi dan Luis Suarez di lini  depan tim dalam beberapa musim kebersamaan mereka.
Namun, Neymar memutuskan untuk hengkang ke PSG pada 2017 lalu.  Awalnya, banyak yang menilai keputusan tersebut diambil lantaran sang  pemain tak ingin terus-terusan berada di bawah bayang-bayang Messi.
Akan tetapi, kenyataannya tidak demikian. Neymar mengaku sangat  senang berada di klub katalan tersebut. Satu hal yang membuatnya tak  nyaman adalah keberadaan para petinggi klub yang dinilainya tidak punya  kebijakan yang baik untuk klub.
&quot;Saya tidak punya sesuatu untuk dikatakan kepada para petinggi di  Barcelona. Bagi saya, sebenarnya saya ingin mengatakan sesuatu bahwa  saya kecewa dengan mereka.Saya menghabiskan empat tahun di sana dan  sangat bahagia. Saya memulainya dengan bahagia, menghabiskan empat tahun  bahagia dan pergi dengan Bahagia,&amp;rdquo; ujar Neymar.
&amp;ldquo;Tapi tidak dengan mereka (petinggi Barcelona). Bagi saya, mereka  seharusnya tidak bertanggung jawab atas Barca. Barca pantas mendapatkan  yang lebih baik, dan semua orang tahu ini,&amp;rdquo; tandasnya.

3. Zlatan Ibrahimovic (dari Barcelona ke AC Milan pada 2010)

Zlatan Ibrahimovic sempat membela Barcelona pada 2009. Hanya satu  musim berseragam Blaugrana, striker Swedia itu memutuskan untuk hengkang  ke AC Milan dengan beberapa alasan.
Salah satunya adalah Ibrahimovic merasa pelatih Josep Guardiola saat  itu tidak bisa membentuk karakter pemainnya dengan baik. Ia bahkan  menilai banyak pemain besar di Barcelona yang bertingkah seperti &amp;lsquo;anak  sekolah&amp;rsquo;.
&amp;ldquo;Saya sudah mendapat kesan bahwa Barcelona seperti kembali ke Ajax,  itu seperti kembali ke sekolah. Tidak ada pemain yang bertingkah seperti  superstar, yang aneh,&amp;rdquo; ujar Ibrahimovic.
Messi, Xavi, [Andres] Iniesta, seluruh geng mereka seperti anak  sekolah. Pesepakbola terbaik di dunia berdiri di sana dengan kepala  tertunduk, dan saya tidak memahaminya. Itu konyol,&amp;rdquo; tandasnya.
2. Pepe (dari Real Madrid ke Besiktas pada 2017)

Pepe memutuskan untuk hengkang dari Real Madrid menuju Besiktas pada   2017. Padahal saat itu ia merupakan salah satu palang pintu terbaik  yang  dimiliki skuad Los Blancos -julukan Madrid- bersama Sergio Ramos.
Salah satu alasan utama Pepe memutuskan pergi adalah lantaran ia   tidak puas dengan kontrak baru yang ditawarkan manajemen klub saat itu.   Pepe merasa kurang dihargai hingga akhirnya memutuskan untuk hengkang   pada 2017.
&amp;ldquo;Madrid tidak menawarkan saya dua tahun. Mereka baru saja menawari   saya satu tahun, jadi jelas saya tidak akan melanjutkannya dengan Real   Madrid. Ada cara untuk berbicara dan bernegosiasi tetapi klub tidak   bertindak dengan benar. Itu membuatku kesal,&amp;rdquo; ujar Pepe.
&quot;Penggemar Besiktas luar biasa. Pada saat bermain untuk Real Madrid,   kami harus memotivasi diri kami sendiri karena para pendukung tidak   begitu bersemangat. Di sini, di Besiktas, setiap pemain menuju ke   lapangan dengan motivasi penuh untuk tampil baik dengan bantuan dukungan   yang luar biasa,&amp;rdquo; tandasnya.
&amp;nbsp;
 
1. Mario Balotelli (dari Liverpool ke AC Milan pada 2015)

Balotelli secara blak-blakan mengaku tidak nyaman ketika bermain   untuk Liverpool. Striker asal Italia itu bahkan mengatakan keputusannya   untuk bergabung ke Liverpool adalah salah satu kesalahan terbesar dalam   hidupnya.
&amp;ldquo;Itu adalah kesalahan terburuk dalam hidup saya. Terlepas dari para   penggemar, yang fantastis dengan saya, saya harus jujur, dan para   pemain, yang memiliki hubungan baik dengan saya, saya tidak menyukai   klub ini (Liverpool),&amp;rdquo; ujar Balotelli.
&quot; Saya harus menerima kesalahan saya tetapi formasi yang dipilih oleh   Rodgers tidak cocok dengan karakteristik saya,&amp;rdquo; sambung Balotelli.
&amp;ldquo;Pada awalnya saya melewatkan beberapa peluang mudah, kemudian saya   memiliki lebih sedikit peluang untuk mencetak gol, sedikit nasib buruk,   cedera. Banyak hal yang berantakan,&amp;rdquo; tandasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
