<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Saran Lampard ke Kai Havertz: Jadilah Diri Sendiri</title><description>Lampard menyarankan agar Havertz menjadi pemai&amp;nbsp; sendiri tanpa perdulikan omongan media.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/09/11/45/2275868/saran-lampard-ke-kai-havertz-jadilah-diri-sendiri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/09/11/45/2275868/saran-lampard-ke-kai-havertz-jadilah-diri-sendiri"/><item><title>Saran Lampard ke Kai Havertz: Jadilah Diri Sendiri</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/09/11/45/2275868/saran-lampard-ke-kai-havertz-jadilah-diri-sendiri</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/09/11/45/2275868/saran-lampard-ke-kai-havertz-jadilah-diri-sendiri</guid><pubDate>Jum'at 11 September 2020 06:47 WIB</pubDate><dc:creator>Ezha Herdanu</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/10/45/2275868/saran-lampard-ke-kai-havertz-jadilah-diri-sendiri-pVLIAeQLrw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kai Havertz (Foto: Twitter/@ChelseaFC)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/10/45/2275868/saran-lampard-ke-kai-havertz-jadilah-diri-sendiri-pVLIAeQLrw.jpg</image><title>Kai Havertz (Foto: Twitter/@ChelseaFC)</title></images><description>LONDON &amp;ndash; Pelatih Chelsea, Frank Lampard, memberikan sedikit saran kepada pemain anyar klub asuhannya itu, yakni Kai Havertz. Ya, Lampard berharap Havertz tidak terpenggaruh oleh perkataan banyak orang soal perbandingan dirinya dengan Michael Ballack.
Sebagaimana diketahui, Havertz sendiri menjadi salah satu dari enam pemain baru yang sudah direkrut Chelsea pada bursa transfer musim panas 2020. Ya, manajemen Chelsea merekrut Havertz dari Bayer Leverkusen dengan mahar sebesar 80 juta euro atau sekira Rp1,4 triliun.
Kehadiran Havertz sendiri di skuad Chelsea mendapatkan banyak reaksi positif. Pasalnya, Havertz diklaim sebagai salah satu pesepakbola muda yang berpotensial. Tak hanya itu, Havertz juga acap kali disanding-sandingkan dengan Ballack, pesepakbola Jerman yang sempat membela Chelsea.

Banyak yang melihat kemiripan antara Havertz dan Ballack dalam hal gaya bermain. Selain Ballack, Havertz juga tak jarang dibanding-bandingkan dengan Lampard, sosok yang kini menjadi pelatihnya di Chelsea.
Baca Juga:&amp;nbsp;Christian Pulisic Gunakan Nomor 10 di Chelsea, The New Eden Hazard Banget!
Lampard pun lantas memberikan tanggapan mengenai kondisi yang dialami Havertz tersebut pada saat ini. Lampard menyarankan agar Havertz untuk tak terpenggaruh terhadap apa yang dibicarakan orang-orang, dan tetap menjadi diri sendiri.
&amp;ldquo;Sangat mudah untuk membuat perbandingan-perbandingan itu. Saya tahu dia lapar mencetak gol dan assist-assist, jadi saya sudah membicarakan hal tersebut dengannya,&amp;rdquo; ucap Lampard, seperti disadur dari Football London, Jumat (11/9/2020).&amp;ldquo;Akan tetapi saya terus terang berpikir kami cukup berbeda dalam gaya permainan. Kai mungkin bisa memulai pertandingan di area-area yang lebih menyerang ketimbang saya. Saya dulu senang bergerak dari dalam sebagai gelandang,&amp;rdquo; lanjutnya.
&amp;ldquo;Sedang banyak sekali skema yang sangat bagus dari Kai di beberapa musim terakhir saat menanjak di Leverkusen adalah ketika memainkan peran nomor 10, dengan kecenderungan lebih maju, atau sedikit melebar, atau lebih menyentuh area striker belakangan.&amp;rdquo;
Baca Juga:&amp;nbsp;Jadwal Liga Inggris 2020-2021 di Pekan Perdana, Liverpool Pesta Gol?
&amp;ldquo;Jadi saya pikir, ada perbedaan dalam permainan dan gaya kami, tapi dalam hal apa yang coba kami hadirkan ke tim, cukup mirip dalam hal produktivitas gol dan assist. Michael Ballack dulu pemain yang bagus buat kami secara kontribusi dan kami semua punya ingatan yang sangat bagus akan Ballack saat dia masih di klub dan apa yang diperbuatnya untuk klub.&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Tapi Kai akan menjadi pemain jenisnya sendiri dan pribadinya sendiri. Dia punya gayanya sendiri dan sangat unik dalam hal itu, yang mana bikin saya sangat antusias untuk bekerja dengannya, dalam hal menyaksikannya menyerang,&amp;rdquo; tuntas pelatih berusia 42 tahun tersebut.</description><content:encoded>LONDON &amp;ndash; Pelatih Chelsea, Frank Lampard, memberikan sedikit saran kepada pemain anyar klub asuhannya itu, yakni Kai Havertz. Ya, Lampard berharap Havertz tidak terpenggaruh oleh perkataan banyak orang soal perbandingan dirinya dengan Michael Ballack.
Sebagaimana diketahui, Havertz sendiri menjadi salah satu dari enam pemain baru yang sudah direkrut Chelsea pada bursa transfer musim panas 2020. Ya, manajemen Chelsea merekrut Havertz dari Bayer Leverkusen dengan mahar sebesar 80 juta euro atau sekira Rp1,4 triliun.
Kehadiran Havertz sendiri di skuad Chelsea mendapatkan banyak reaksi positif. Pasalnya, Havertz diklaim sebagai salah satu pesepakbola muda yang berpotensial. Tak hanya itu, Havertz juga acap kali disanding-sandingkan dengan Ballack, pesepakbola Jerman yang sempat membela Chelsea.

Banyak yang melihat kemiripan antara Havertz dan Ballack dalam hal gaya bermain. Selain Ballack, Havertz juga tak jarang dibanding-bandingkan dengan Lampard, sosok yang kini menjadi pelatihnya di Chelsea.
Baca Juga:&amp;nbsp;Christian Pulisic Gunakan Nomor 10 di Chelsea, The New Eden Hazard Banget!
Lampard pun lantas memberikan tanggapan mengenai kondisi yang dialami Havertz tersebut pada saat ini. Lampard menyarankan agar Havertz untuk tak terpenggaruh terhadap apa yang dibicarakan orang-orang, dan tetap menjadi diri sendiri.
&amp;ldquo;Sangat mudah untuk membuat perbandingan-perbandingan itu. Saya tahu dia lapar mencetak gol dan assist-assist, jadi saya sudah membicarakan hal tersebut dengannya,&amp;rdquo; ucap Lampard, seperti disadur dari Football London, Jumat (11/9/2020).&amp;ldquo;Akan tetapi saya terus terang berpikir kami cukup berbeda dalam gaya permainan. Kai mungkin bisa memulai pertandingan di area-area yang lebih menyerang ketimbang saya. Saya dulu senang bergerak dari dalam sebagai gelandang,&amp;rdquo; lanjutnya.
&amp;ldquo;Sedang banyak sekali skema yang sangat bagus dari Kai di beberapa musim terakhir saat menanjak di Leverkusen adalah ketika memainkan peran nomor 10, dengan kecenderungan lebih maju, atau sedikit melebar, atau lebih menyentuh area striker belakangan.&amp;rdquo;
Baca Juga:&amp;nbsp;Jadwal Liga Inggris 2020-2021 di Pekan Perdana, Liverpool Pesta Gol?
&amp;ldquo;Jadi saya pikir, ada perbedaan dalam permainan dan gaya kami, tapi dalam hal apa yang coba kami hadirkan ke tim, cukup mirip dalam hal produktivitas gol dan assist. Michael Ballack dulu pemain yang bagus buat kami secara kontribusi dan kami semua punya ingatan yang sangat bagus akan Ballack saat dia masih di klub dan apa yang diperbuatnya untuk klub.&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Tapi Kai akan menjadi pemain jenisnya sendiri dan pribadinya sendiri. Dia punya gayanya sendiri dan sangat unik dalam hal itu, yang mana bikin saya sangat antusias untuk bekerja dengannya, dalam hal menyaksikannya menyerang,&amp;rdquo; tuntas pelatih berusia 42 tahun tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
