<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Barcelona Perlu Revolusi, Tak Boleh Hanya Andalkan DNA</title><description>Gelandang Barcelona, Arturo Vidal, membicarakan krisis yang sedang dialami oleh klubnya saat ini.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/08/31/46/2270359/barcelona-perlu-revolusi-tak-boleh-hanya-andalkan-dna</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/08/31/46/2270359/barcelona-perlu-revolusi-tak-boleh-hanya-andalkan-dna"/><item><title>Barcelona Perlu Revolusi, Tak Boleh Hanya Andalkan DNA</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/08/31/46/2270359/barcelona-perlu-revolusi-tak-boleh-hanya-andalkan-dna</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/08/31/46/2270359/barcelona-perlu-revolusi-tak-boleh-hanya-andalkan-dna</guid><pubDate>Senin 31 Agustus 2020 17:40 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/31/46/2270359/barcelona-perlu-revolusi-tak-boleh-hanya-andalkan-dna-5dsMTv7bFe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemain Barcelona selebrasi (Foto: UEFA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/31/46/2270359/barcelona-perlu-revolusi-tak-boleh-hanya-andalkan-dna-5dsMTv7bFe.jpg</image><title>Pemain Barcelona selebrasi (Foto: UEFA)</title></images><description>BARCELONA &amp;ndash; Gelandang Barcelona, Arturo Vidal, membicarakan krisis yang sedang dialami klubnya saat ini. Vidal mengakui sekarang Barcelona tidak berada dalam kondisi yang baik-baik saja. Hal itu tercermin dari kekalahan telak 2-8 oleh Bayern Munich di pentas Liga Champions.
Menurut Vidal, ada yang salah dengan sistem perekrutan pemain di Barcelona. Vidal sebenarnya tidak menyukai jika Barcelona banyak memasukkan pemain muda dengan pengalaman minim ke tim utama, maupun menggaet pemain-pemain kelas dua sebagai pelapis.
Karena menurutnya, sebuah tim yang baik adalah yang memiliki skuad yang sama bagusnya antara pemain yang ditunjuk sebagai starter dengan mereka yang berada di bangku cadangan. Sehingga, siapa pun yang dimainkan akan selalu memberi hasil maksimal.
Baca juga: Barcelona Bidik Gabriel Jesus untuk Jadi Suksesor Suarez 

Sementara itu, saat ini yang terjadi di Barcelona tidak demikian. Terdapat ketimpangan kualitas yang besar antara pemain yang biasanya ditunjuk sebagai starter dengan penghuni bangku cadangan. Sebut saja perbedaan antara Luis Suarez dengan Martin Braithwaite.
Vidal menilai dalam beberapa tahun belakangan Barcelona hanya mencoba mengandalkan DNA (sejarah) yang mereka miliki untuk mendapatkan prestasi. Maka dari itu, mereka agak cuek dengan kualitas pemain yang direkrut ke dalam tim.
Sebabnya, Barcelona berharap pemain-pemain tersebut nantinya akan tertular DNA pemenang yang selama ini dimiliki Blaugrana. Padahal menurut Vidal, cara-cara seperti itu sudah tidak bisa terlalu diandalkan dalam sepakbola.Tengok saja PSG yang kini menjadi tim yang diperhitungkan serta sudah  tampil di final Liga Champions. Padahal, mereka tak punya DNA maupun  sejarah mentereng di Eropa.
&amp;ldquo;Barcelona pertama-tama harus mengubah cara berpikirnya, bahwa  sepakbola telah berkembang pesat, mengenai DNA sudah tertinggal, dan  tim-tim lain berkembang dalam aspek lain. Sepakbola saat ini lebih  bersifat fisik dengan lebih banyak kekuatan dan kecepatan, dan teknik  terkadang mengambil kursi belakang,&quot; beber Vidal, seperti dilansir dari  Marca, Senin (31/8/2020).

&quot;Barcelona harus mengubah banyak hal. Satu tim, yang menurut saya  terbaik di dunia, tidak dapat hanya memiliki 13 pemain profesional dan  yang lainnya di bawah umur. Bukan karena mereka tidak pantas berada di  sana, tetapi di tim ini mereka harus bersaing untuk (memperebutkan  posisi starter), menjadi lebih baik,&amp;rdquo; lanjutnya.
&amp;ldquo;Tim harus memiliki 23 pemain untuk memperebutkan posisi (starter),  tumbuh dan menjadi lebih baik setiap hari. Tetapi, ketika mereka tidak  maju, ketika Anda berpikir bahwa dengan DNA Anda, Anda bisa selalu  menang, Anda salah besar,&quot; pungkas Vidal.</description><content:encoded>BARCELONA &amp;ndash; Gelandang Barcelona, Arturo Vidal, membicarakan krisis yang sedang dialami klubnya saat ini. Vidal mengakui sekarang Barcelona tidak berada dalam kondisi yang baik-baik saja. Hal itu tercermin dari kekalahan telak 2-8 oleh Bayern Munich di pentas Liga Champions.
Menurut Vidal, ada yang salah dengan sistem perekrutan pemain di Barcelona. Vidal sebenarnya tidak menyukai jika Barcelona banyak memasukkan pemain muda dengan pengalaman minim ke tim utama, maupun menggaet pemain-pemain kelas dua sebagai pelapis.
Karena menurutnya, sebuah tim yang baik adalah yang memiliki skuad yang sama bagusnya antara pemain yang ditunjuk sebagai starter dengan mereka yang berada di bangku cadangan. Sehingga, siapa pun yang dimainkan akan selalu memberi hasil maksimal.
Baca juga: Barcelona Bidik Gabriel Jesus untuk Jadi Suksesor Suarez 

Sementara itu, saat ini yang terjadi di Barcelona tidak demikian. Terdapat ketimpangan kualitas yang besar antara pemain yang biasanya ditunjuk sebagai starter dengan penghuni bangku cadangan. Sebut saja perbedaan antara Luis Suarez dengan Martin Braithwaite.
Vidal menilai dalam beberapa tahun belakangan Barcelona hanya mencoba mengandalkan DNA (sejarah) yang mereka miliki untuk mendapatkan prestasi. Maka dari itu, mereka agak cuek dengan kualitas pemain yang direkrut ke dalam tim.
Sebabnya, Barcelona berharap pemain-pemain tersebut nantinya akan tertular DNA pemenang yang selama ini dimiliki Blaugrana. Padahal menurut Vidal, cara-cara seperti itu sudah tidak bisa terlalu diandalkan dalam sepakbola.Tengok saja PSG yang kini menjadi tim yang diperhitungkan serta sudah  tampil di final Liga Champions. Padahal, mereka tak punya DNA maupun  sejarah mentereng di Eropa.
&amp;ldquo;Barcelona pertama-tama harus mengubah cara berpikirnya, bahwa  sepakbola telah berkembang pesat, mengenai DNA sudah tertinggal, dan  tim-tim lain berkembang dalam aspek lain. Sepakbola saat ini lebih  bersifat fisik dengan lebih banyak kekuatan dan kecepatan, dan teknik  terkadang mengambil kursi belakang,&quot; beber Vidal, seperti dilansir dari  Marca, Senin (31/8/2020).

&quot;Barcelona harus mengubah banyak hal. Satu tim, yang menurut saya  terbaik di dunia, tidak dapat hanya memiliki 13 pemain profesional dan  yang lainnya di bawah umur. Bukan karena mereka tidak pantas berada di  sana, tetapi di tim ini mereka harus bersaing untuk (memperebutkan  posisi starter), menjadi lebih baik,&amp;rdquo; lanjutnya.
&amp;ldquo;Tim harus memiliki 23 pemain untuk memperebutkan posisi (starter),  tumbuh dan menjadi lebih baik setiap hari. Tetapi, ketika mereka tidak  maju, ketika Anda berpikir bahwa dengan DNA Anda, Anda bisa selalu  menang, Anda salah besar,&quot; pungkas Vidal.</content:encoded></item></channel></rss>
