<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Vidal Akui Barcelona Tidak Dikelola dengan Baik</title><description>Gelandang Barcelona, Arturo Vidal, sejatinya tidak terlalu terkejut melihat krisis yang sedang dialami klubnya.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/08/31/46/2270239/vidal-akui-barcelona-tidak-dikelola-dengan-baik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/08/31/46/2270239/vidal-akui-barcelona-tidak-dikelola-dengan-baik"/><item><title>Vidal Akui Barcelona Tidak Dikelola dengan Baik</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/08/31/46/2270239/vidal-akui-barcelona-tidak-dikelola-dengan-baik</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/08/31/46/2270239/vidal-akui-barcelona-tidak-dikelola-dengan-baik</guid><pubDate>Senin 31 Agustus 2020 15:16 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/31/46/2270239/vidal-akui-barcelona-tidak-dikelola-dengan-baik-XKhieRG1py.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemain Barcelona berlatih (Foto: Twitter Barcelona)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/31/46/2270239/vidal-akui-barcelona-tidak-dikelola-dengan-baik-XKhieRG1py.jpg</image><title>Pemain Barcelona berlatih (Foto: Twitter Barcelona)</title></images><description>BARCELONA &amp;ndash; Gelandang Barcelona, Arturo Vidal, sejatinya tidak terlalu terkejut melihat krisis yang sedang dialami klubnya. Barca memang tidak mengalami krisis secara finansial, namun ada perpecahan di dalam klub berjuluk Blaugrana tersebut.
Menurut Vidal, Dewan Direksi Barca tidak melakukan pekerjaan dengan baik. Bukan hanya soal kebijakan transfer pemain, namun perihal pengelolaan klub secara keseluruhan.
Pada akhirnya, hal ini berdampak pada performa tim di atas lapangan. Maka dari itu, ketika Barca digulung dengan skor 2-8 oleh Bayern Munich di babak perempatfinal Liga Champions 2019-2020, Vidal cukup memakluminya.
Baca juga: Barcelona Harus Bayar Rp242 Miliar jika Mau Putus Kontrak Luis Suarez

Sebelum pertandingan tersebut dimainkan, Vidal sebenarnya sudah memiliki pemikiran bahwa dengan kondisi tim yang sekarang akan sulit untuk bisa menghadapi lawan yang solid. Sialnya, Barca kemudian bersua Bayern, tim yang notabenenya sedang berada dalam kondisi puncak.
&quot;Barcelona telah melakukan hal-hal yang tidak sejalan sebagaimana tim level pertama. Pada akhirnya hal itu terjadi ketika Anda menghadapi tim yang tertib, tim yang memiliki mental juara, dengan pemain yang secara fisik siap, dan yang memiliki sistem,&amp;rdquo; tutur Vidal, menyadur dari Marca, Senin (31/8/2020).
&amp;ldquo;itu berdampak ketika Anda lemah di kepala dan energi Anda, itulah yang terjadi pada kami. Jelas ini bukan hanya tentang para pemain, tetapi ini adalah sesuatu yang jauh lebih besar daripada hal-hal yang tidak dilakukan dengan baik,&amp;rdquo; lanjut gelandang berkebangsaan Cile itu.
&amp;ldquo;Klub harus meningkatkan dan melakukannya dengan cara terbaik. Tapi  itu tidak mudah, itu bukan hanya tentang mendatangkan pemain yang lebih  besar dan mengeluarkan para pemain. Segalanya perlu berubah,&quot; tandas  Vidal.
Tidak hanya Vidal, Kapten Barcelona, Lionel Messi pun telah  menyatakan ketidaksukaannya terhadap pengelolaan Blaugrana di bawah  kepemimpinan Josep Maria Bartomeu. Bahkan, Messi meminta hengkang karena  sudah tidak ingin lagi berada di Barca.

Sebagai akibatnya, saat ini terjadi sengketa kontrak antara Messi  dengan pihak Barca. Sebab, Barca tak mau melepas Messi secara gratis ke  klub lain.
Messi sejatinya memiliki kalusul tebus sebesar 700 juta euro atau  sekira Rp12 triliun. Jadi, jika Messi ingin hengkang, maka harus ada  klub yang bersedia memenuhi tuntutan Rp12 triliun tersebut.
</description><content:encoded>BARCELONA &amp;ndash; Gelandang Barcelona, Arturo Vidal, sejatinya tidak terlalu terkejut melihat krisis yang sedang dialami klubnya. Barca memang tidak mengalami krisis secara finansial, namun ada perpecahan di dalam klub berjuluk Blaugrana tersebut.
Menurut Vidal, Dewan Direksi Barca tidak melakukan pekerjaan dengan baik. Bukan hanya soal kebijakan transfer pemain, namun perihal pengelolaan klub secara keseluruhan.
Pada akhirnya, hal ini berdampak pada performa tim di atas lapangan. Maka dari itu, ketika Barca digulung dengan skor 2-8 oleh Bayern Munich di babak perempatfinal Liga Champions 2019-2020, Vidal cukup memakluminya.
Baca juga: Barcelona Harus Bayar Rp242 Miliar jika Mau Putus Kontrak Luis Suarez

Sebelum pertandingan tersebut dimainkan, Vidal sebenarnya sudah memiliki pemikiran bahwa dengan kondisi tim yang sekarang akan sulit untuk bisa menghadapi lawan yang solid. Sialnya, Barca kemudian bersua Bayern, tim yang notabenenya sedang berada dalam kondisi puncak.
&quot;Barcelona telah melakukan hal-hal yang tidak sejalan sebagaimana tim level pertama. Pada akhirnya hal itu terjadi ketika Anda menghadapi tim yang tertib, tim yang memiliki mental juara, dengan pemain yang secara fisik siap, dan yang memiliki sistem,&amp;rdquo; tutur Vidal, menyadur dari Marca, Senin (31/8/2020).
&amp;ldquo;itu berdampak ketika Anda lemah di kepala dan energi Anda, itulah yang terjadi pada kami. Jelas ini bukan hanya tentang para pemain, tetapi ini adalah sesuatu yang jauh lebih besar daripada hal-hal yang tidak dilakukan dengan baik,&amp;rdquo; lanjut gelandang berkebangsaan Cile itu.
&amp;ldquo;Klub harus meningkatkan dan melakukannya dengan cara terbaik. Tapi  itu tidak mudah, itu bukan hanya tentang mendatangkan pemain yang lebih  besar dan mengeluarkan para pemain. Segalanya perlu berubah,&quot; tandas  Vidal.
Tidak hanya Vidal, Kapten Barcelona, Lionel Messi pun telah  menyatakan ketidaksukaannya terhadap pengelolaan Blaugrana di bawah  kepemimpinan Josep Maria Bartomeu. Bahkan, Messi meminta hengkang karena  sudah tidak ingin lagi berada di Barca.

Sebagai akibatnya, saat ini terjadi sengketa kontrak antara Messi  dengan pihak Barca. Sebab, Barca tak mau melepas Messi secara gratis ke  klub lain.
Messi sejatinya memiliki kalusul tebus sebesar 700 juta euro atau  sekira Rp12 triliun. Jadi, jika Messi ingin hengkang, maka harus ada  klub yang bersedia memenuhi tuntutan Rp12 triliun tersebut.
</content:encoded></item></channel></rss>
