<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menggila Bersama Bayern, Arsene Wenger Nyesel Lepas Serge Gnabry</title><description>Wenger menyesal telah gagal mempertahankan Gnabry di Arsenal.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/08/21/51/2265513/menggila-bersama-bayern-arsene-wenger-nyesel-lepas-serge-gnabry</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/08/21/51/2265513/menggila-bersama-bayern-arsene-wenger-nyesel-lepas-serge-gnabry"/><item><title>Menggila Bersama Bayern, Arsene Wenger Nyesel Lepas Serge Gnabry</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/08/21/51/2265513/menggila-bersama-bayern-arsene-wenger-nyesel-lepas-serge-gnabry</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/08/21/51/2265513/menggila-bersama-bayern-arsene-wenger-nyesel-lepas-serge-gnabry</guid><pubDate>Jum'at 21 Agustus 2020 22:21 WIB</pubDate><dc:creator>Ezha Herdanu</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/21/51/2265513/menggila-bersama-bayern-arsene-wenger-nyesel-lepas-serge-gnabry-1H7XzfB3tE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Serge Gnabry (Foto: Twitter/@SergeGnabry)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/21/51/2265513/menggila-bersama-bayern-arsene-wenger-nyesel-lepas-serge-gnabry-1H7XzfB3tE.jpg</image><title>Serge Gnabry (Foto: Twitter/@SergeGnabry)</title></images><description>LONDON &amp;ndash; Mantan pelatih Arsenal, Arsene Wenger, memiliki penyesalan besar lantaran gagal mempertahankan Serge Gnabry. Bahkan kepergian Gnabry dari Arsenal disebut Wenger sebagai salah satu penyesalan terbesar dalam perjalanan kariernya sebagai juru taktik Arsenal.
Sebagaimana diketahui, nama Gnabry memang sempat terdaftar sebagai pemain Arsenal. Ya, manajemen Arsenal memboyong Gnabry dari VFB Stuttgart pada musim panas 2011 dengan usia yang masih sangat muda, yaitu 15 tahun.
Gnabry pun lalu menghabiskan dua tahun dengan memperkuat Arsenal U-18, sebelum akhirnya mendapatkan kontrak profesional di musim panas 2013. Namun meski berhasil menembus skuad utama Arsenal, Gnabry jarang mendapatkan kesempatan bermain.

Bahkan, manajemen Arsenal sempat meminjamkan Gnabry ke West Bromwich Albion (WBA) selama semusim demi mendapatkan waktu bermain yang cukup. Akan tetapi situasi Gnabry di WBA tidak bebeda, ia tetap kesulitan untuk bisa memiliki kesempatan bermain.
Baca Juga:  Man United Dilaporkan Siap Rebut Gabriel Magalhaes dari Arsenal
Kondisi tersebut pun akhirnya memaksa manajemen Arsenal melepas Gnabry ke Werder Bremen pada bursa transfer musim panas 2016 dengan mahar hanya sebesar 5 juta euro atau sekira Rp87 miliar. Bersama Bremen, sinar kebintangan Gnabry mulai muncul hingga akhirnya dipinang Bayern Munich pada musim panas berikutnya.
Bersama Bayern, Gnabry pun menjelma sebagai salah satu pemain sayap terbaik di dunia. Bahkan pada musim 2019-2020 saja, Gnabry berhasil menyumbangkan 23 gol serta 14 assist dari 45 penampilannya bersama Bayern.
Teranyar Gnabry berhasil menyumbangkan dua gol di balik kemenangan Bayern atas Olympique Lyon di semifinal Liga Champions 2019-2020. Dwigol Gnabry tersebut pun akhirnya membawa Die Roten &amp;ndash;julukan Bayern&amp;ndash; melaju ke final Liga Champions 2019-2020 dan bakal jumpa Paris Saint-Germain (PSG).Performa luar biasa yang berhasil ditunjukkan Gnabry dalam beberapa  musim terakhir pun menghadirkan penyesalan pada diri Wenger. Ya, Wenger  mengaku menyesal gagal mempertahankan Gnabry di Arsenal. Padahal, ia  sadar betul bahwa Gnabry punya potensi yang menjanjikan.
&amp;ldquo;Saya membelinya pada usia 15 tahun dari Stuttgart dan dia banyak  dilanda cedera. Kami memiliki kesepakatan dengannya, saya telah  meminjamkannya ke West Brom dan dia tak mendapat kesempatan bermain,&amp;rdquo;  ungkap Wenger, seperti disadur dari Daily Mail, Jumat (21/8/2020).
Baca Juga:  Jika Ingin Kompetitif di Musim Depan, Arsenal Wajib Pertahankan Aubameyang
&amp;ldquo;Dia kembali, namun tidak lama berselang dirinya kembali terluka.  Kami bekerja sangat keras dengannya selama enam bulan dan dia pergi  bersama tim nasional (Timnas) Jerman U-21, kemudian Bayern membuat  kesepakatan dengan Werder Bremen,&amp;rdquo; sambungnya.
&amp;ldquo;Dia akhirnya memang ingin bermain di sana dan tidak ingin  memperpanjang kontraknya (bersama Arsenal). Hal tersebut membuat saya  sedih. Namun, kami tak bisa melupakannya karena saya tahu dia akan  memiliki karier yang luar biasa,&amp;rdquo; tutup pria berusia 70 tahun itu.</description><content:encoded>LONDON &amp;ndash; Mantan pelatih Arsenal, Arsene Wenger, memiliki penyesalan besar lantaran gagal mempertahankan Serge Gnabry. Bahkan kepergian Gnabry dari Arsenal disebut Wenger sebagai salah satu penyesalan terbesar dalam perjalanan kariernya sebagai juru taktik Arsenal.
Sebagaimana diketahui, nama Gnabry memang sempat terdaftar sebagai pemain Arsenal. Ya, manajemen Arsenal memboyong Gnabry dari VFB Stuttgart pada musim panas 2011 dengan usia yang masih sangat muda, yaitu 15 tahun.
Gnabry pun lalu menghabiskan dua tahun dengan memperkuat Arsenal U-18, sebelum akhirnya mendapatkan kontrak profesional di musim panas 2013. Namun meski berhasil menembus skuad utama Arsenal, Gnabry jarang mendapatkan kesempatan bermain.

Bahkan, manajemen Arsenal sempat meminjamkan Gnabry ke West Bromwich Albion (WBA) selama semusim demi mendapatkan waktu bermain yang cukup. Akan tetapi situasi Gnabry di WBA tidak bebeda, ia tetap kesulitan untuk bisa memiliki kesempatan bermain.
Baca Juga:  Man United Dilaporkan Siap Rebut Gabriel Magalhaes dari Arsenal
Kondisi tersebut pun akhirnya memaksa manajemen Arsenal melepas Gnabry ke Werder Bremen pada bursa transfer musim panas 2016 dengan mahar hanya sebesar 5 juta euro atau sekira Rp87 miliar. Bersama Bremen, sinar kebintangan Gnabry mulai muncul hingga akhirnya dipinang Bayern Munich pada musim panas berikutnya.
Bersama Bayern, Gnabry pun menjelma sebagai salah satu pemain sayap terbaik di dunia. Bahkan pada musim 2019-2020 saja, Gnabry berhasil menyumbangkan 23 gol serta 14 assist dari 45 penampilannya bersama Bayern.
Teranyar Gnabry berhasil menyumbangkan dua gol di balik kemenangan Bayern atas Olympique Lyon di semifinal Liga Champions 2019-2020. Dwigol Gnabry tersebut pun akhirnya membawa Die Roten &amp;ndash;julukan Bayern&amp;ndash; melaju ke final Liga Champions 2019-2020 dan bakal jumpa Paris Saint-Germain (PSG).Performa luar biasa yang berhasil ditunjukkan Gnabry dalam beberapa  musim terakhir pun menghadirkan penyesalan pada diri Wenger. Ya, Wenger  mengaku menyesal gagal mempertahankan Gnabry di Arsenal. Padahal, ia  sadar betul bahwa Gnabry punya potensi yang menjanjikan.
&amp;ldquo;Saya membelinya pada usia 15 tahun dari Stuttgart dan dia banyak  dilanda cedera. Kami memiliki kesepakatan dengannya, saya telah  meminjamkannya ke West Brom dan dia tak mendapat kesempatan bermain,&amp;rdquo;  ungkap Wenger, seperti disadur dari Daily Mail, Jumat (21/8/2020).
Baca Juga:  Jika Ingin Kompetitif di Musim Depan, Arsenal Wajib Pertahankan Aubameyang
&amp;ldquo;Dia kembali, namun tidak lama berselang dirinya kembali terluka.  Kami bekerja sangat keras dengannya selama enam bulan dan dia pergi  bersama tim nasional (Timnas) Jerman U-21, kemudian Bayern membuat  kesepakatan dengan Werder Bremen,&amp;rdquo; sambungnya.
&amp;ldquo;Dia akhirnya memang ingin bermain di sana dan tidak ingin  memperpanjang kontraknya (bersama Arsenal). Hal tersebut membuat saya  sedih. Namun, kami tak bisa melupakannya karena saya tahu dia akan  memiliki karier yang luar biasa,&amp;rdquo; tutup pria berusia 70 tahun itu.</content:encoded></item></channel></rss>
