<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Conte Puas Lukaku dan Lautaro Saling Berbagi Gol</title><description>Duet penyerang Inter Milan, Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez, bisa dibilang merupakan salah satu yang paling mematikan di Eropa saat ini.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/08/21/47/2265174/conte-puas-lukaku-dan-lautaro-saling-berbagi-gol</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/08/21/47/2265174/conte-puas-lukaku-dan-lautaro-saling-berbagi-gol"/><item><title>Conte Puas Lukaku dan Lautaro Saling Berbagi Gol</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/08/21/47/2265174/conte-puas-lukaku-dan-lautaro-saling-berbagi-gol</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/08/21/47/2265174/conte-puas-lukaku-dan-lautaro-saling-berbagi-gol</guid><pubDate>Jum'at 21 Agustus 2020 00:12 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/21/47/2265174/conte-puas-lukaku-dan-lautaro-saling-berbagi-gol-6oPQaY08bq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez (Foto: Twitter/@Inter_en)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/21/47/2265174/conte-puas-lukaku-dan-lautaro-saling-berbagi-gol-6oPQaY08bq.jpg</image><title>Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez (Foto: Twitter/@Inter_en)</title></images><description>DUSSELDORF &amp;ndash; Duet penyerang Inter Milan, Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez, bisa dibilang merupakan salah satu yang paling mematikan di Eropa saat ini. Bagaimana tidak, pasalnya sepanjang musim kompetisi 2019-2020 berlangsung, kombinasi keduanya telah menelurkan 52 gol.
Catatan tersebut pada akhirnya menempatkan duet Lukaku dan Lautaro sebagai yang paling tajam kedua di Eropa saat ini. Torehan gol mereka hanya kalah dari pasangan Bayern Munich, yakni kombinasi Robert Lewandowski dengan Serge Gnabry, yang telah membukukan 67 gol.
Tentunya tak ada yang menyangka duet Lukaku dan Lautaro bisa menjadi sangat tajam. Pasalnya, Lukaku baru saja bergabung dengan Inter di bursa transfer musim panas 2019.
Baca juga: Jelang Sevilla vs Inter, Nerazzurri Harus Tunjukkan Keinginan Kuat Rebut Trofi 

Maka dari itu, apresiasi pun turut diberikan kepada Pelatih Inter, Antonio Conte. Sebab, Conte adalah sosok yang sangat menekan manajemen Inter untuk memboyong Lukaku dari Manchester United musim panas lalu.
Conte sendiri tentunya puas melihat performa bagus yang ditunjukkan oleh pemain pilihannya tersebut. Diakui oleh Conte bahwa ia sebenarnya sudah sejak lama memantau Lukaku dan ingin bekerja sama dengan penyerang berpaspor Belgia tersebut.
Kala Conte masih menangani Chelsea, ia pun santer diisukan ingin menggaet Lukaku. Akan tetapi, kala itu Chelsea kalah dari Man United dalam perburuan transfer. Pada akhirnya, Chelsea pun merekrut Alvaro Morata.&amp;ldquo;Saya mengenal Lukaku sangat baik karena dia adalah pemain yang saya  ikuti untuk beberapa waktu. Saya mencoba berkali-kali untuk merekrutnya  di klub lama saya. Saya tahu karakteristik yang dia miliki,&amp;rdquo; ujar Conte,  menyadur dari Football Italia, Jumat (21/8/2020).
Adapun hal lainnya yang membuat Conte merasa senang adalah Lukaku dan  Lautaro tidak egosi dalam mencetak gol. Meski mereka memiliki naluri  seorang penyerang yang haus gol, namun Lautaro dan Lukaku saling memberi  kesempatan satu sama lain.
Dengan kata lain, Lukaku dan Lautaro sadar bahwa gol untuk tim  merupakan di atas segala-galanya, terlepas dari siapa pemain yang  mencatatkan namanya di papan skor. Jika Lautaro memiliki kesempatan  lebih baik untuk melesakkan gol, maka Lukaku tentu tak keberatan  memberikan bola yang ada padanya.
&amp;ldquo;Mereka adalah pemain yang memiliki keegoisan yang khas dari seorang  penyerang, tetapi juga tidak mementingkan diri sendiri untuk bermain  untuk tim dan membantu pemain lain mencetak gol,&amp;rdquo; jelas Conte.</description><content:encoded>DUSSELDORF &amp;ndash; Duet penyerang Inter Milan, Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez, bisa dibilang merupakan salah satu yang paling mematikan di Eropa saat ini. Bagaimana tidak, pasalnya sepanjang musim kompetisi 2019-2020 berlangsung, kombinasi keduanya telah menelurkan 52 gol.
Catatan tersebut pada akhirnya menempatkan duet Lukaku dan Lautaro sebagai yang paling tajam kedua di Eropa saat ini. Torehan gol mereka hanya kalah dari pasangan Bayern Munich, yakni kombinasi Robert Lewandowski dengan Serge Gnabry, yang telah membukukan 67 gol.
Tentunya tak ada yang menyangka duet Lukaku dan Lautaro bisa menjadi sangat tajam. Pasalnya, Lukaku baru saja bergabung dengan Inter di bursa transfer musim panas 2019.
Baca juga: Jelang Sevilla vs Inter, Nerazzurri Harus Tunjukkan Keinginan Kuat Rebut Trofi 

Maka dari itu, apresiasi pun turut diberikan kepada Pelatih Inter, Antonio Conte. Sebab, Conte adalah sosok yang sangat menekan manajemen Inter untuk memboyong Lukaku dari Manchester United musim panas lalu.
Conte sendiri tentunya puas melihat performa bagus yang ditunjukkan oleh pemain pilihannya tersebut. Diakui oleh Conte bahwa ia sebenarnya sudah sejak lama memantau Lukaku dan ingin bekerja sama dengan penyerang berpaspor Belgia tersebut.
Kala Conte masih menangani Chelsea, ia pun santer diisukan ingin menggaet Lukaku. Akan tetapi, kala itu Chelsea kalah dari Man United dalam perburuan transfer. Pada akhirnya, Chelsea pun merekrut Alvaro Morata.&amp;ldquo;Saya mengenal Lukaku sangat baik karena dia adalah pemain yang saya  ikuti untuk beberapa waktu. Saya mencoba berkali-kali untuk merekrutnya  di klub lama saya. Saya tahu karakteristik yang dia miliki,&amp;rdquo; ujar Conte,  menyadur dari Football Italia, Jumat (21/8/2020).
Adapun hal lainnya yang membuat Conte merasa senang adalah Lukaku dan  Lautaro tidak egosi dalam mencetak gol. Meski mereka memiliki naluri  seorang penyerang yang haus gol, namun Lautaro dan Lukaku saling memberi  kesempatan satu sama lain.
Dengan kata lain, Lukaku dan Lautaro sadar bahwa gol untuk tim  merupakan di atas segala-galanya, terlepas dari siapa pemain yang  mencatatkan namanya di papan skor. Jika Lautaro memiliki kesempatan  lebih baik untuk melesakkan gol, maka Lukaku tentu tak keberatan  memberikan bola yang ada padanya.
&amp;ldquo;Mereka adalah pemain yang memiliki keegoisan yang khas dari seorang  penyerang, tetapi juga tidak mementingkan diri sendiri untuk bermain  untuk tim dan membantu pemain lain mencetak gol,&amp;rdquo; jelas Conte.</content:encoded></item></channel></rss>
