<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mantan Presiden Inter Milan Sindir Juventus yang Gugur di Liga Champions</title><description>Massimo Moratti sindir Juventus yang disingkirkan Olympique Lyon.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/08/16/261/2262890/mantan-presiden-inter-milan-sindir-juventus-yang-gugur-di-liga-champions</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/08/16/261/2262890/mantan-presiden-inter-milan-sindir-juventus-yang-gugur-di-liga-champions"/><item><title>Mantan Presiden Inter Milan Sindir Juventus yang Gugur di Liga Champions</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/08/16/261/2262890/mantan-presiden-inter-milan-sindir-juventus-yang-gugur-di-liga-champions</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/08/16/261/2262890/mantan-presiden-inter-milan-sindir-juventus-yang-gugur-di-liga-champions</guid><pubDate>Minggu 16 Agustus 2020 01:14 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/16/261/2262890/mantan-presiden-inter-milan-sindir-juventus-yang-gugur-di-liga-champions-A7lJWDdm1v.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemain Juventus selebrasi (Foto: @cristiano)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/16/261/2262890/mantan-presiden-inter-milan-sindir-juventus-yang-gugur-di-liga-champions-A7lJWDdm1v.jpg</image><title>Pemain Juventus selebrasi (Foto: @cristiano)</title></images><description>MILAN &amp;ndash; Memasuki babak semifinal Liga Champions 2019-2020, Italia tak memiliki satu pun wakil yang berlaga. Sebab, satu-satunya perwakilan Italia di babak perempatfinal, Atalanta, telah tersingkir.
Atalanta disingkirkan secara menyakitkan oleh jawara Liga Prancis, Paris Saint-Germain (PSG), dengan skor 2-1. Ironisnya, dua gol PSG tersebut baru tercipta di menit ke-90 dan masa injury time.
Italia sebenarnya menaruh harapan besar pada Juventus di ajang Liga Champions 2019-2020. Berstatus sebagai juara Liga Italia, Juve sejatinya memiliki komposisi pemain yang terbilang fantastis, ditambah dengan kehadiran Cristiano Ronaldo.
Baca juga: Rio Ferdinand Meyakini Messi Bisa Pindah Usai Barcelona Dihancurkan Bayern Munich

Kendati demikian, di babak 16 besar, Juve justru disisihkan oleh Olympique Lyon. Pertandingan tersebut sebenarnya memiliki agregat akhir 2-2. Akan tetapi, Juve kalah agresivitas gol tandang dari Lyon.
Menanggapi hasil ini, mantan presiden Inter Milan, Massimo Moratti pun menyindir Juve. Menurutnya apa yang dilakukan oleh Juve dengan Atalanta sangat berkebalikan meski keduanya sama-sama tersingkir dari Liga Champions.
Di satu sisi, Atalanta dinilai telah menunjukkan performa yang luar biasa sepanjang kompetisi. Kendati pada akhirnya kalah dari PSG, Moratti pun menganggapnya sebagai hal yang wajar, mengingan Les Parisiens dihuni banyak pemain top dunia.
Sementara itu, Juve yang difavoritkan menjadi kampiun, justru  tersingkir lebih cepat oleh tim yang hanya menempati posisi ketujuh  klasemen Liga Prancis 2019-2020. Hal inilah yang membuat Moratti tidak  habis pikir.
&amp;ldquo;Tersingkir oleh PSG adalah satu hal. Sedangkan kalah melawan Lyon,  tim ketujuh di Liga Prancis, itu tidak sebanding,&quot; ujar Moratti, seperti  dilansir dari Football Italia, Minggu (16/8/2020).
Dengan hasil tersebut, maka Juve harus semakin lama berpuasa gelar  juara Liga Champions. Terakhir kali Juve memenangkan turnamen ini adalah  24 tahun silam, yakni pada musim kompetisi 1995-1996.
&amp;ldquo;Inter menunggu selama 45 tahun untuk bisa meraih trofi Liga  Champions berikutnya. Jadi Juve kini akan berusaha keras selama 25  tahun. Mungkin mereka akan lebih cepat dari kami,&amp;rdquo; sebut Moratti.
</description><content:encoded>MILAN &amp;ndash; Memasuki babak semifinal Liga Champions 2019-2020, Italia tak memiliki satu pun wakil yang berlaga. Sebab, satu-satunya perwakilan Italia di babak perempatfinal, Atalanta, telah tersingkir.
Atalanta disingkirkan secara menyakitkan oleh jawara Liga Prancis, Paris Saint-Germain (PSG), dengan skor 2-1. Ironisnya, dua gol PSG tersebut baru tercipta di menit ke-90 dan masa injury time.
Italia sebenarnya menaruh harapan besar pada Juventus di ajang Liga Champions 2019-2020. Berstatus sebagai juara Liga Italia, Juve sejatinya memiliki komposisi pemain yang terbilang fantastis, ditambah dengan kehadiran Cristiano Ronaldo.
Baca juga: Rio Ferdinand Meyakini Messi Bisa Pindah Usai Barcelona Dihancurkan Bayern Munich

Kendati demikian, di babak 16 besar, Juve justru disisihkan oleh Olympique Lyon. Pertandingan tersebut sebenarnya memiliki agregat akhir 2-2. Akan tetapi, Juve kalah agresivitas gol tandang dari Lyon.
Menanggapi hasil ini, mantan presiden Inter Milan, Massimo Moratti pun menyindir Juve. Menurutnya apa yang dilakukan oleh Juve dengan Atalanta sangat berkebalikan meski keduanya sama-sama tersingkir dari Liga Champions.
Di satu sisi, Atalanta dinilai telah menunjukkan performa yang luar biasa sepanjang kompetisi. Kendati pada akhirnya kalah dari PSG, Moratti pun menganggapnya sebagai hal yang wajar, mengingan Les Parisiens dihuni banyak pemain top dunia.
Sementara itu, Juve yang difavoritkan menjadi kampiun, justru  tersingkir lebih cepat oleh tim yang hanya menempati posisi ketujuh  klasemen Liga Prancis 2019-2020. Hal inilah yang membuat Moratti tidak  habis pikir.
&amp;ldquo;Tersingkir oleh PSG adalah satu hal. Sedangkan kalah melawan Lyon,  tim ketujuh di Liga Prancis, itu tidak sebanding,&quot; ujar Moratti, seperti  dilansir dari Football Italia, Minggu (16/8/2020).
Dengan hasil tersebut, maka Juve harus semakin lama berpuasa gelar  juara Liga Champions. Terakhir kali Juve memenangkan turnamen ini adalah  24 tahun silam, yakni pada musim kompetisi 1995-1996.
&amp;ldquo;Inter menunggu selama 45 tahun untuk bisa meraih trofi Liga  Champions berikutnya. Jadi Juve kini akan berusaha keras selama 25  tahun. Mungkin mereka akan lebih cepat dari kami,&amp;rdquo; sebut Moratti.
</content:encoded></item></channel></rss>
