<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Profil Julian Nagelsmann, Pelatih Termuda yang Tembus Semifinal Liga Champions</title><description>Nagelsmann tangani RB Leipzig di usia 28 tahun.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/08/14/51/2262239/profil-julian-nagelsmann-pelatih-termuda-yang-tembus-semifinal-liga-champions</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/08/14/51/2262239/profil-julian-nagelsmann-pelatih-termuda-yang-tembus-semifinal-liga-champions"/><item><title>Profil Julian Nagelsmann, Pelatih Termuda yang Tembus Semifinal Liga Champions</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/08/14/51/2262239/profil-julian-nagelsmann-pelatih-termuda-yang-tembus-semifinal-liga-champions</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/08/14/51/2262239/profil-julian-nagelsmann-pelatih-termuda-yang-tembus-semifinal-liga-champions</guid><pubDate>Jum'at 14 Agustus 2020 14:54 WIB</pubDate><dc:creator>Admiraldy Eka Saputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/14/51/2262239/profil-julian-nagelsmann-pelatih-termuda-yang-tembus-semifinal-liga-champions-TOXrQpIC1K.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pelatih RB Leipzig, Julian Nagelsmann (Foto: Transfermarkt)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/14/51/2262239/profil-julian-nagelsmann-pelatih-termuda-yang-tembus-semifinal-liga-champions-TOXrQpIC1K.jpg</image><title>Pelatih RB Leipzig, Julian Nagelsmann (Foto: Transfermarkt)</title></images><description>LISBON &amp;ndash; Nama Julian Nagelsmann tengah menjadi sorotan usai RB Leipzig mengalahkan Atletico Madrid di babak perempatfinal Liga Champions 2019-2020, Jumat (14/8/2020) dini hari tadi. Die Rotten Bullen memastikan tempat di babak empat besar usai mengalahkan Diego Costa dan kolega dengan skor akhir 2-1.
Nagelsmann sendiri merupakan sosok dibalik kesuksesan RB Leipzig  pada laga tersebut. Kecanggihannya meramu strategi membuat timnya berhak atas satu tempat di babak semifinal Liga Champions 2019-2020.
Baca juga: Julian Nagelsmann Sudah Kantongi Strategi untuk Hancurkan PSG
Lolosnya Leipzig ke babak semifinal Liga Champions musim ini membuat wakil Jerman Itu mencatatkan sejumlah rekor baru. Salah satunya pelatih mereka, Julian Nagelsmann, sebagai pelatih termuda yang berhasil meloloskan timnya ke fase empat besar.
Pencapaian tersebut diraih pelatih asal Jerman itu pada usia yang masih terbilang sangat muda, yakni 33 tahun lewat 21 hari. Usia Nagelsmann bahkan lebih muda dari dua megabintang sepakbola saat ini, yakni Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.

Ketika berbicara mengenai usia, angka 30 jelas merupakan usia yang tak lagi muda sebagai pemain. Namun, hal itu tidak berlaku sebagai seorang pelatih. Usia 30 adalah usia muda, terlalu muda bahkan untuk mengasuh puluhan anak manusia, memikirkan strategi, merumuskan taktik, memantau perkembangan fisik dan psikologi pemain, berdiplomasi dengan pihak klub, dan menghadapi caci maki suporter.
Namun, hal itu lah yang terjadi pada Nagelsmann. Ia memilih untuk memutuskan pensiun sebagai pemain di usia 20 setelah mengalami cedera serius pada lutut kanannya. Cedera itu membuat mimpinya untuk berkarier sebagai pesepakbola profesional hilang seketika.

Tapi Nagelsmann tak patah arang, ia mencoba peruntungan dengan  belajar tentang manajemen kepelatihan. Perjalanannya dimulai dengan menjadi  pencari bakat di tim Junior Augsburg pada 2008.
Karier Nagelsman kemudian terus mengalami peningkatan hingga akhirnya  ia dipercaya untuk menangani tim senior Hoffenheim pada 2016 lalu. Pada  musim perdananya sebagai pelatih, Nagelsman membawa tim asuhannya finis  di posisi empat klasemen Liga Jerman.

Empat musim menangani Hoffenheim, RB Leipzig kemudian tertarik untuk  mendatangkan sang pelatih pada 2019 kemarin. Pencapaian Nagelsmann  bersama Leipzig terbilang cukup luar biasa. Sebelum menjadi pelatih  termuda yang lolos ke babak semifinal Liga Champions, ia juga pernah  mencatatkan rekor lain.
Salah satunya terjadi di fase grup, di mana saat itu Nagelsmann  membawa RB Leipzig menjadi juara Grup G saat usianya baru 32 tahun.  Melihat catatan apik tersebut, tak heran kalau Nagelsmann mulai  disejajarkan dengan pelatih sekelas Jose Mourinho.
</description><content:encoded>LISBON &amp;ndash; Nama Julian Nagelsmann tengah menjadi sorotan usai RB Leipzig mengalahkan Atletico Madrid di babak perempatfinal Liga Champions 2019-2020, Jumat (14/8/2020) dini hari tadi. Die Rotten Bullen memastikan tempat di babak empat besar usai mengalahkan Diego Costa dan kolega dengan skor akhir 2-1.
Nagelsmann sendiri merupakan sosok dibalik kesuksesan RB Leipzig  pada laga tersebut. Kecanggihannya meramu strategi membuat timnya berhak atas satu tempat di babak semifinal Liga Champions 2019-2020.
Baca juga: Julian Nagelsmann Sudah Kantongi Strategi untuk Hancurkan PSG
Lolosnya Leipzig ke babak semifinal Liga Champions musim ini membuat wakil Jerman Itu mencatatkan sejumlah rekor baru. Salah satunya pelatih mereka, Julian Nagelsmann, sebagai pelatih termuda yang berhasil meloloskan timnya ke fase empat besar.
Pencapaian tersebut diraih pelatih asal Jerman itu pada usia yang masih terbilang sangat muda, yakni 33 tahun lewat 21 hari. Usia Nagelsmann bahkan lebih muda dari dua megabintang sepakbola saat ini, yakni Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.

Ketika berbicara mengenai usia, angka 30 jelas merupakan usia yang tak lagi muda sebagai pemain. Namun, hal itu tidak berlaku sebagai seorang pelatih. Usia 30 adalah usia muda, terlalu muda bahkan untuk mengasuh puluhan anak manusia, memikirkan strategi, merumuskan taktik, memantau perkembangan fisik dan psikologi pemain, berdiplomasi dengan pihak klub, dan menghadapi caci maki suporter.
Namun, hal itu lah yang terjadi pada Nagelsmann. Ia memilih untuk memutuskan pensiun sebagai pemain di usia 20 setelah mengalami cedera serius pada lutut kanannya. Cedera itu membuat mimpinya untuk berkarier sebagai pesepakbola profesional hilang seketika.

Tapi Nagelsmann tak patah arang, ia mencoba peruntungan dengan  belajar tentang manajemen kepelatihan. Perjalanannya dimulai dengan menjadi  pencari bakat di tim Junior Augsburg pada 2008.
Karier Nagelsman kemudian terus mengalami peningkatan hingga akhirnya  ia dipercaya untuk menangani tim senior Hoffenheim pada 2016 lalu. Pada  musim perdananya sebagai pelatih, Nagelsman membawa tim asuhannya finis  di posisi empat klasemen Liga Jerman.

Empat musim menangani Hoffenheim, RB Leipzig kemudian tertarik untuk  mendatangkan sang pelatih pada 2019 kemarin. Pencapaian Nagelsmann  bersama Leipzig terbilang cukup luar biasa. Sebelum menjadi pelatih  termuda yang lolos ke babak semifinal Liga Champions, ia juga pernah  mencatatkan rekor lain.
Salah satunya terjadi di fase grup, di mana saat itu Nagelsmann  membawa RB Leipzig menjadi juara Grup G saat usianya baru 32 tahun.  Melihat catatan apik tersebut, tak heran kalau Nagelsmann mulai  disejajarkan dengan pelatih sekelas Jose Mourinho.
</content:encoded></item></channel></rss>
