<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RB Leipzig vs Atletico Madrid, Koke: Kekalahan yang Menyakitkan</title><description>Atletico terhenti di babak perempatfinal Liga Champions 2019-2020 usai takluk 1-2 dari RB Leipzig.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/08/14/261/2262173/rb-leipzig-vs-atletico-madrid-koke-kekalahan-yang-menyakitkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/08/14/261/2262173/rb-leipzig-vs-atletico-madrid-koke-kekalahan-yang-menyakitkan"/><item><title>RB Leipzig vs Atletico Madrid, Koke: Kekalahan yang Menyakitkan</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/08/14/261/2262173/rb-leipzig-vs-atletico-madrid-koke-kekalahan-yang-menyakitkan</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/08/14/261/2262173/rb-leipzig-vs-atletico-madrid-koke-kekalahan-yang-menyakitkan</guid><pubDate>Jum'at 14 Agustus 2020 13:42 WIB</pubDate><dc:creator>Admiraldy Eka Saputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/14/261/2262173/rb-leipzig-vs-atletico-madrid-koke-kekalahan-yang-menyakitkan-PDguXQayiw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Atletico Madrid tersingkir dari Liga Champions 2019-2020 (Foto: UEFA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/14/261/2262173/rb-leipzig-vs-atletico-madrid-koke-kekalahan-yang-menyakitkan-PDguXQayiw.jpg</image><title>Atletico Madrid tersingkir dari Liga Champions 2019-2020 (Foto: UEFA)</title></images><description>LISBON &amp;ndash; Penggawa Atletico Madrid, Koke terlihat sangat kecewa setelah timnya tersingkir dari ajang Liga Champions 2019-2020. Los Rojiblancos gagal melaju ke semifinal usai takluk 1-2 dari RB Leipzig, Jumat (14/8/2020) dini hari WIB.
Kekalahan ini terasa amat menyakitkan bagi Koke. Bagaimana tidak, sejak awal gelandang asal Spanyol itu sudah sangat yakin timnya bisa melewati hadangan Leipzig.

Sebab, melihat dari komposisi pemain juga pengalaman di kompetisi Liga Champions, Atletico Madrid jelas lebih diunggulkan. Namun, hasil akhir berkata lain dan Koke harus rela timnya terhenti di babak perempatfinal.
&amp;ldquo;Ketika Anda kalah, itu menyakitkan dan kesedihan digabungkan. Ini kompetisi yang berbeda, pertandingan satu kali. Dalam tiga pertandingan Anda bisa memenangkan Liga Champions, tetapi itu tidak terjadi,&amp;rdquo; ujar Koke, seperti dilansir dari laman resmi UEFA, Jumat (14/8/2020).
Baca juga: Disingkirkan Leipzig di Perempatfinal Liga Champions, Saul Minta Maaf kepada Fans Atletico
Di sisi lain, Koke juga mengakui kekalahan timnya disebabkan tim lawan yang memang bermain lebih baik. Gelandang asal Spanyol itu melihat ambisi bermain lebih yang ditunjukkan para penggawa RB Lieipzig di laga kali ini.
&amp;ldquo;Itu bukanlah cara yang kejam untuk tersingkir dari kompetisi seperti ini. Mereka jauh lebih baik sepanjang pertandingan dan lebih baik dalam penguasaan bola. Mereka lebih baik, lebih cepat dan lebih intens,&amp;rdquo; lanjutnya.


&amp;ldquo;Ketika lawan lebih baik dan Anda mencoba dan segala sesuatunya tidak  berhasil, Anda harus mengakui kehebatan mereka,&amp;rdquo; ujar pemain 28 tahun  itu.
&amp;ldquo;Kami tidak dapat menyamai intensitas mereka dan ketika kami berada di terbaik saat 1-1, mereka mencetak gol lagi,&amp;rdquo; sambungnya.

Meski kurang diunggulkan, nyatanya Leipzig memang tampil lebih baik  di laga kali ini. Selain unggul dalam penguasaan bola, tim arahan Julian  Nagelsmann juga menciptakan peluang lebih banyak ketimbang tim lawan.
Die Rotten Bullen &amp;ndash;julukan RB Leipzig&amp;ndash; tercatat melakukan penguasaan  bola sebesar 58%. Kemudian dari sisi peluang, Jan Oblak dan kolega juga  lebih unggul ketimbang tim lawan.
RB Leipzig berhasil melepaskan 10 kali tembakan di mana empat  diantaranya mengarah tepat ke gawang. Sementara Atletico Madrid hanya  mampu membuat tiga tembakan &amp;lsquo;on target&amp;rsquo; pada pertemuan kali ini.</description><content:encoded>LISBON &amp;ndash; Penggawa Atletico Madrid, Koke terlihat sangat kecewa setelah timnya tersingkir dari ajang Liga Champions 2019-2020. Los Rojiblancos gagal melaju ke semifinal usai takluk 1-2 dari RB Leipzig, Jumat (14/8/2020) dini hari WIB.
Kekalahan ini terasa amat menyakitkan bagi Koke. Bagaimana tidak, sejak awal gelandang asal Spanyol itu sudah sangat yakin timnya bisa melewati hadangan Leipzig.

Sebab, melihat dari komposisi pemain juga pengalaman di kompetisi Liga Champions, Atletico Madrid jelas lebih diunggulkan. Namun, hasil akhir berkata lain dan Koke harus rela timnya terhenti di babak perempatfinal.
&amp;ldquo;Ketika Anda kalah, itu menyakitkan dan kesedihan digabungkan. Ini kompetisi yang berbeda, pertandingan satu kali. Dalam tiga pertandingan Anda bisa memenangkan Liga Champions, tetapi itu tidak terjadi,&amp;rdquo; ujar Koke, seperti dilansir dari laman resmi UEFA, Jumat (14/8/2020).
Baca juga: Disingkirkan Leipzig di Perempatfinal Liga Champions, Saul Minta Maaf kepada Fans Atletico
Di sisi lain, Koke juga mengakui kekalahan timnya disebabkan tim lawan yang memang bermain lebih baik. Gelandang asal Spanyol itu melihat ambisi bermain lebih yang ditunjukkan para penggawa RB Lieipzig di laga kali ini.
&amp;ldquo;Itu bukanlah cara yang kejam untuk tersingkir dari kompetisi seperti ini. Mereka jauh lebih baik sepanjang pertandingan dan lebih baik dalam penguasaan bola. Mereka lebih baik, lebih cepat dan lebih intens,&amp;rdquo; lanjutnya.


&amp;ldquo;Ketika lawan lebih baik dan Anda mencoba dan segala sesuatunya tidak  berhasil, Anda harus mengakui kehebatan mereka,&amp;rdquo; ujar pemain 28 tahun  itu.
&amp;ldquo;Kami tidak dapat menyamai intensitas mereka dan ketika kami berada di terbaik saat 1-1, mereka mencetak gol lagi,&amp;rdquo; sambungnya.

Meski kurang diunggulkan, nyatanya Leipzig memang tampil lebih baik  di laga kali ini. Selain unggul dalam penguasaan bola, tim arahan Julian  Nagelsmann juga menciptakan peluang lebih banyak ketimbang tim lawan.
Die Rotten Bullen &amp;ndash;julukan RB Leipzig&amp;ndash; tercatat melakukan penguasaan  bola sebesar 58%. Kemudian dari sisi peluang, Jan Oblak dan kolega juga  lebih unggul ketimbang tim lawan.
RB Leipzig berhasil melepaskan 10 kali tembakan di mana empat  diantaranya mengarah tepat ke gawang. Sementara Atletico Madrid hanya  mampu membuat tiga tembakan &amp;lsquo;on target&amp;rsquo; pada pertemuan kali ini.</content:encoded></item></channel></rss>
