<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hampir Kalahkan PSG, Perjalanan Atalanta Musim Ini Bak Film Forrest Gump</title><description>Atalanta gagal ke semifinal usai takluk dari PSG dengan skor akhir 1-2.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/08/13/261/2261581/hampir-kalahkan-psg-perjalanan-atalanta-musim-ini-bak-film-forrest-gump</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/08/13/261/2261581/hampir-kalahkan-psg-perjalanan-atalanta-musim-ini-bak-film-forrest-gump"/><item><title>Hampir Kalahkan PSG, Perjalanan Atalanta Musim Ini Bak Film Forrest Gump</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/08/13/261/2261581/hampir-kalahkan-psg-perjalanan-atalanta-musim-ini-bak-film-forrest-gump</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/08/13/261/2261581/hampir-kalahkan-psg-perjalanan-atalanta-musim-ini-bak-film-forrest-gump</guid><pubDate>Kamis 13 Agustus 2020 14:00 WIB</pubDate><dc:creator>Admiraldy Eka Saputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/13/261/2261581/hampir-kalahkan-psg-perjalanan-atalanta-musim-ini-bak-film-forrest-gump-uvw03O3IfK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Atalanta vs PSG (Foto: Twitter/AtalantaBC)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/13/261/2261581/hampir-kalahkan-psg-perjalanan-atalanta-musim-ini-bak-film-forrest-gump-uvw03O3IfK.jpg</image><title>Atalanta vs PSG (Foto: Twitter/AtalantaBC)</title></images><description>LISBON &amp;ndash; Atalanta boleh saja gagal ke semifinal Liga Champions 2019-2020. Akan tetapi, perjuangan yang ditunjukkan skuad La Dea &amp;ndash;julukan Atalanta&amp;ndash; patut diberikan pujian setinggi mungkin.
Atalanta terhenti di babak perempatfinal usai takluk 1-2 dari Atalanta pada Kamis (13/8/2020) dini hari tadi. Skuad besutan Gianp Piero Gasperini sebenarnya nyaris membungkus kemenangan di laga tersebut setelah berhasil mempertahankan keunggulan hingga menit-menit akhir pertandingan.

Namun, para penggawa PSG terus berusaha keras untuk menyamakan kedudukan. Usaha mereka berbuah kemenangan setelah satu gol dari Marcos Aoas Correa dan Eric Maxim Choupo-Moting membuat PSG membalikkan keadaan sekaligus menutup laga dengan skor akhir 2-1.
Baca juga: Atalanta vs PSG, Jumlah Dribel Neymar Samai Rekor Messi 
Meski gagal di Liga Champions musim ini, perjuangan para  penggawa Atalanta berhasil mencuri perhatian banyak pihak. Sebenarnya tidak hanya di ajang Liga Champions, Duvan Zapata dan kolega memang tengah menunjukkan performa impresif sepanjang 2019-2020 ini.
Direktur tim, Umberto Mariano, bahkan memberikan apresiasi khusus atas perjuangan para pemain. Menurunya, ketulusan, faktor keberuntungan dan semangat juang yang ditunjukkan para pemain yang membuat mereka mampu berada di titik ini.&amp;ldquo;Para pemain tidak perlu memotivasi, ini adalah permainan yang  mempersiapkan diri mereka sendiri. PSG memiliki teknik yang luar biasa,  tetapi perjalanan kami musim ini seperti film Forrest Gump, kami harus  berlari, berlari, berlari, dan kemudian melihat apa yang kami dapatkan  di depan sana,&amp;rdquo; ujar Marino, seperti dilansir dari laman Football  Italia, Kamis (14/8/2020).
&amp;ldquo;Pelatih kami tahu sepenuhnya setelah bertahun-tahun bekerja dengan  tim apa yang perlu dia katakan untuk membuat para pemain siap. Sebagai  klub, kami hanya perlu melepaskan tekanan, memberi mereka tepukan yang  meyakinkan dan menyerahkan sisanya kepada mereka,&amp;rdquo; lanjutnya.

&amp;ldquo;Hal yang hebat tentang tim ini adalah mereka tahu pergerakannya dari  hati. Jelas bagi Atalanta, menjaga dan mengkonsolidasikan skuad ini  sudah menjadi pengorbanan, tapi kami ingin terus melakukannya, karena  perasaan bermain di sana sangat sempurna,&amp;rdquo; sambung Marino.
&amp;ldquo;Pertandingan ini memiliki perasaan yang berbeda juga untuk semua  yang terjadi selama beberapa bulan terakhir di Bergamo, Lombardy dan  Italia secara umum,&amp;rdquo; tandasnya</description><content:encoded>LISBON &amp;ndash; Atalanta boleh saja gagal ke semifinal Liga Champions 2019-2020. Akan tetapi, perjuangan yang ditunjukkan skuad La Dea &amp;ndash;julukan Atalanta&amp;ndash; patut diberikan pujian setinggi mungkin.
Atalanta terhenti di babak perempatfinal usai takluk 1-2 dari Atalanta pada Kamis (13/8/2020) dini hari tadi. Skuad besutan Gianp Piero Gasperini sebenarnya nyaris membungkus kemenangan di laga tersebut setelah berhasil mempertahankan keunggulan hingga menit-menit akhir pertandingan.

Namun, para penggawa PSG terus berusaha keras untuk menyamakan kedudukan. Usaha mereka berbuah kemenangan setelah satu gol dari Marcos Aoas Correa dan Eric Maxim Choupo-Moting membuat PSG membalikkan keadaan sekaligus menutup laga dengan skor akhir 2-1.
Baca juga: Atalanta vs PSG, Jumlah Dribel Neymar Samai Rekor Messi 
Meski gagal di Liga Champions musim ini, perjuangan para  penggawa Atalanta berhasil mencuri perhatian banyak pihak. Sebenarnya tidak hanya di ajang Liga Champions, Duvan Zapata dan kolega memang tengah menunjukkan performa impresif sepanjang 2019-2020 ini.
Direktur tim, Umberto Mariano, bahkan memberikan apresiasi khusus atas perjuangan para pemain. Menurunya, ketulusan, faktor keberuntungan dan semangat juang yang ditunjukkan para pemain yang membuat mereka mampu berada di titik ini.&amp;ldquo;Para pemain tidak perlu memotivasi, ini adalah permainan yang  mempersiapkan diri mereka sendiri. PSG memiliki teknik yang luar biasa,  tetapi perjalanan kami musim ini seperti film Forrest Gump, kami harus  berlari, berlari, berlari, dan kemudian melihat apa yang kami dapatkan  di depan sana,&amp;rdquo; ujar Marino, seperti dilansir dari laman Football  Italia, Kamis (14/8/2020).
&amp;ldquo;Pelatih kami tahu sepenuhnya setelah bertahun-tahun bekerja dengan  tim apa yang perlu dia katakan untuk membuat para pemain siap. Sebagai  klub, kami hanya perlu melepaskan tekanan, memberi mereka tepukan yang  meyakinkan dan menyerahkan sisanya kepada mereka,&amp;rdquo; lanjutnya.

&amp;ldquo;Hal yang hebat tentang tim ini adalah mereka tahu pergerakannya dari  hati. Jelas bagi Atalanta, menjaga dan mengkonsolidasikan skuad ini  sudah menjadi pengorbanan, tapi kami ingin terus melakukannya, karena  perasaan bermain di sana sangat sempurna,&amp;rdquo; sambung Marino.
&amp;ldquo;Pertandingan ini memiliki perasaan yang berbeda juga untuk semua  yang terjadi selama beberapa bulan terakhir di Bergamo, Lombardy dan  Italia secara umum,&amp;rdquo; tandasnya</content:encoded></item></channel></rss>
