<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diminati Man City dan PSG, Bennacer Tak Mau Buru-Buru Tinggalkan Milan</title><description>Penampilan impresif yang ditunjukkan oleh Ismael Bennacer di musim kompetisi 2019-2020 membuatnya diminati oleh sejumlah klub top Eropa.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/07/31/51/2254909/diminati-man-city-dan-psg-bennacer-tak-mau-buru-buru-tinggalkan-milan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/07/31/51/2254909/diminati-man-city-dan-psg-bennacer-tak-mau-buru-buru-tinggalkan-milan"/><item><title>Diminati Man City dan PSG, Bennacer Tak Mau Buru-Buru Tinggalkan Milan</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/07/31/51/2254909/diminati-man-city-dan-psg-bennacer-tak-mau-buru-buru-tinggalkan-milan</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/07/31/51/2254909/diminati-man-city-dan-psg-bennacer-tak-mau-buru-buru-tinggalkan-milan</guid><pubDate>Jum'at 31 Juli 2020 09:14 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/31/51/2254909/diminati-man-city-dan-psg-bennacer-tak-mau-buru-buru-tinggalkan-milan-3ObsGGiAJF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ismael Bennacer (Foto: Instagram Ismael Bennacer)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/31/51/2254909/diminati-man-city-dan-psg-bennacer-tak-mau-buru-buru-tinggalkan-milan-3ObsGGiAJF.jpg</image><title>Ismael Bennacer (Foto: Instagram Ismael Bennacer)</title></images><description>MILAN &amp;ndash; Penampilan impresif yang ditunjukkan oleh gelandang AC Milan, Ismael Bennacer, di sepanjang musim kompetisi 2019-2020 membuatnya diminati oleh sejumlah klub top Eropa. Sebut saja Manchester City dan Paris Saint-Germain (PSG) yang dalam beberapa waktu belakangan sering dikaitkan dengan gelandang asal Aljazair tersebut.
Manajer Man City, Josep Guardiola, disebut tertarik dengan permainan Bennacer. Bahkan sempat ada laporan bahwa Guardiola mengutus pemainnya, Riyad Mahrez, untuk bisa membujuk Bennacer bergabung dengan Man City.
Sekadar diketahui, Bennacer dan Mahrez merupakan rekan di Timnas Aljazair. Mereka bersama-sama berhasil membawa Aljazair menjuarai Piala Afrika 2019 usai di partai final menaklukkan Timnas Senegal yang diperkuat oleh Sadio Mane dan Kalidou Koulibaly.
Baca juga: Salah Satu Kunci Kebangkitan AC Milan: Diomelin Zlatan Ibrahimovic

Sementara itu, PSG meminati Bennacer karena pengaruh Direktur Olahraga mereka, Leonardo Araujo. Sebelum bekerja untuk PSG, Leonardo merupakan drektur di AC Milan dan ia telah menaruh perhatian pada Bennacer.
Disebutkan bahwa Man City dan PSG rela merogoh kocek hingga 50 juta euro atau sekira Rp864,9 miliar untuk menggaet Pemain Terbaik Piala Afrika 2019 tersebut. Akan tetapi, Milan nyatanya tak memiliki niatan untuk melepas Bennacer.
Bennacer sendiri mengaku ingin berada di Milan untuk waktu yang lama. Meski berposisi sebagai gelandang bertahan, namun ia ingin lebih banyak memberikan kontribusi dalam hal mencetak gol dan memberi assist. Sepanjang musim 2019-2020, Bennacer baru menyumbang satu gol untuk Rossoneri.
&amp;ldquo;Saya harus banyak bekerja dalam hal ini (mencetak gol), untuk  menjadi penentu. Bahkan jika saya banyak bekerja untuk tim, tetapi juga  secara pribadi selalu mencetak gol dan memberi assist adalah positif.  Saya ingin mencetak lebih banyak lagi mencetak gol dengan jersey ini,&amp;rdquo;  ujar Bennacer, menyadur dari Sempre Milan, Jumat (31/7/2020).
Pada awal kariernya, Bennacer sebenarnya bermain sebagai gelandang  serang (mezzala). Akan tetapi, kemudian ia lebih sering dimainkan  sebagai regista. Meski begitu, Bennacer mampu tampil hebat. Duetnya  bersama Franck Kessie di AC Milan membuat lini pertahanan Rossoneri  sulit ditembus.

&amp;ldquo;Saya telah tumbuh banyak dalam peran ini (sebagai regista). Bagi  saya itu sama saja dengan bermain sebagai mezzala Saya harus tumbuh.  Saya telah menjadi regista selama kurang dari dua tahun dan saya masih  harus belajar,&amp;rdquo; jelas Bennacer.
&amp;ldquo;Dengan Franck saya merasa sangat baik, kami berusaha memberikan yang  terbaik di lapangan. Semakin kami menghabiskan waktu bersama, hal-hal  yang lebih baik akan meningkatkan bagi kami dan tim. Saya senang bekerja  dengan Franck di lini tengah,&quot; imbuhnya.
</description><content:encoded>MILAN &amp;ndash; Penampilan impresif yang ditunjukkan oleh gelandang AC Milan, Ismael Bennacer, di sepanjang musim kompetisi 2019-2020 membuatnya diminati oleh sejumlah klub top Eropa. Sebut saja Manchester City dan Paris Saint-Germain (PSG) yang dalam beberapa waktu belakangan sering dikaitkan dengan gelandang asal Aljazair tersebut.
Manajer Man City, Josep Guardiola, disebut tertarik dengan permainan Bennacer. Bahkan sempat ada laporan bahwa Guardiola mengutus pemainnya, Riyad Mahrez, untuk bisa membujuk Bennacer bergabung dengan Man City.
Sekadar diketahui, Bennacer dan Mahrez merupakan rekan di Timnas Aljazair. Mereka bersama-sama berhasil membawa Aljazair menjuarai Piala Afrika 2019 usai di partai final menaklukkan Timnas Senegal yang diperkuat oleh Sadio Mane dan Kalidou Koulibaly.
Baca juga: Salah Satu Kunci Kebangkitan AC Milan: Diomelin Zlatan Ibrahimovic

Sementara itu, PSG meminati Bennacer karena pengaruh Direktur Olahraga mereka, Leonardo Araujo. Sebelum bekerja untuk PSG, Leonardo merupakan drektur di AC Milan dan ia telah menaruh perhatian pada Bennacer.
Disebutkan bahwa Man City dan PSG rela merogoh kocek hingga 50 juta euro atau sekira Rp864,9 miliar untuk menggaet Pemain Terbaik Piala Afrika 2019 tersebut. Akan tetapi, Milan nyatanya tak memiliki niatan untuk melepas Bennacer.
Bennacer sendiri mengaku ingin berada di Milan untuk waktu yang lama. Meski berposisi sebagai gelandang bertahan, namun ia ingin lebih banyak memberikan kontribusi dalam hal mencetak gol dan memberi assist. Sepanjang musim 2019-2020, Bennacer baru menyumbang satu gol untuk Rossoneri.
&amp;ldquo;Saya harus banyak bekerja dalam hal ini (mencetak gol), untuk  menjadi penentu. Bahkan jika saya banyak bekerja untuk tim, tetapi juga  secara pribadi selalu mencetak gol dan memberi assist adalah positif.  Saya ingin mencetak lebih banyak lagi mencetak gol dengan jersey ini,&amp;rdquo;  ujar Bennacer, menyadur dari Sempre Milan, Jumat (31/7/2020).
Pada awal kariernya, Bennacer sebenarnya bermain sebagai gelandang  serang (mezzala). Akan tetapi, kemudian ia lebih sering dimainkan  sebagai regista. Meski begitu, Bennacer mampu tampil hebat. Duetnya  bersama Franck Kessie di AC Milan membuat lini pertahanan Rossoneri  sulit ditembus.

&amp;ldquo;Saya telah tumbuh banyak dalam peran ini (sebagai regista). Bagi  saya itu sama saja dengan bermain sebagai mezzala Saya harus tumbuh.  Saya telah menjadi regista selama kurang dari dua tahun dan saya masih  harus belajar,&amp;rdquo; jelas Bennacer.
&amp;ldquo;Dengan Franck saya merasa sangat baik, kami berusaha memberikan yang  terbaik di lapangan. Semakin kami menghabiskan waktu bersama, hal-hal  yang lebih baik akan meningkatkan bagi kami dan tim. Saya senang bekerja  dengan Franck di lini tengah,&quot; imbuhnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
