<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kroos Akui Bale Marah pada Petinggi Real Madrid</title><description>Gareth Bale memiliki rasa kesal terhadap para petinggi Real Madrid dan Zinedine Zidane.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/07/26/46/2252163/kroos-akui-bale-marah-pada-petinggi-real-madrid</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/07/26/46/2252163/kroos-akui-bale-marah-pada-petinggi-real-madrid"/><item><title>Kroos Akui Bale Marah pada Petinggi Real Madrid</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/07/26/46/2252163/kroos-akui-bale-marah-pada-petinggi-real-madrid</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/07/26/46/2252163/kroos-akui-bale-marah-pada-petinggi-real-madrid</guid><pubDate>Minggu 26 Juli 2020 03:50 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/26/46/2252163/kroos-akui-bale-marah-pada-petinggi-real-madrid-mZHs2WS1Mh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gareth Bale (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/26/46/2252163/kroos-akui-bale-marah-pada-petinggi-real-madrid-mZHs2WS1Mh.jpg</image><title>Gareth Bale (Foto: AFP)</title></images><description>MADRID &amp;ndash; Sepanjang musim kompetisi 2019-2020, winger Real Madrid, Gareth Bale, selalu menjadi perbincangan. Sayangnya, Bale disorot bukan karena menampilkan performa apik di atas lapangan, melainkan soal ketidakjelasan nasib winger asal Wales itu bersama Los Blancos.
Bale sejatinya hanya tampil sebanyak 20 kali untuk Madrid di sepanjang musim kompetisi 2019-2020. Diakui oleh gelandang Madrid, Toni Kroos, bahwa itu bukanlah situasi yang ideal bagi Bale.
Menurut Kroos, persoalan bermula pada bursa transfer musim panas 2019. Kala itu, sempat santer dikabarkan bahwa Bale akan meninggalkan Madrid untuk bergabung dengan klub asal China, Jiangsu Suning.
Baca juga: Florentino Perez Tegaskan Zidane Tetap Tangani Madrid Musim Depan

Madrid sendiri pada awalnya telah memberi lampu hijau untuk kepergian Bale tersebut dan agen si pemain pun melakukan negosiasi dengan Suning. Disebutkan bahwa Suning bersedia memberikan gaji fantastis untuk mantan bintan Tottenham Hotspur tersebut.
Kendati demikian, kepindahan Bale ke Suning itu pada akhirnya tak jadi terlaksana. Sebab, pihak Madrid berubah pikiran dan memilih untuk mempertahankan Bale.
Adapun yang menjadi penyebabnya adalah Pelatih Madrid, Zinedine Zidane. Saat itu, Zidane bersikeras bahwa Bale akan tetap menjadi pusat dari rencananya. Akan tetapi, ketika musim berlangsung, Bale justru lebih sering menempati bangku cadangan.
Tak ayal kondisi ini membuat Bale marah terhadap para petinggi  Madrid. Kroos pun mengetahui hal ini, namun tak bisa berbuat apa-apa.  Sampai saat ini, Kroos tak tahu apakah Bale masih marah terhadap para  petinggi Madrid atau sudah mereda.
&quot;Tidak dapat disangkal bahwa situasinya tidak memuaskan bagi semua  orang. Dia (Bale) jelas tidak dibawa untuk bermain sesedikit sebagaimana  yang dia lakukan sekarang,&amp;rdquo; ucap Kroos, seperti dilansir dari Goal,  Minggu (26/7/2020).

&quot;Saya percaya bahwa dia ingin pergi musim panas lalu pada prinsipnya  dan bahwa klub memberi tanda ya pada awalnya dan kemudian berubah  pikiran. Saya tidak tahu apakah dia masih agak marah tentang hal itu.  Itu subjek yang sulit,&quot; lanjut Kroos.
&amp;ldquo;Ini (situasi Bale) tentu tidak seekstrem seperti yang orang-orang  bayangkan. Semuanya baik-baik saja di tim. Saya sudah mengenalnya selama  enam tahun dan kami telah memenangkan beberapa hal yang cukup besar  bersama-sama,&quot; imbuh gelandang Jerman tersebut.
</description><content:encoded>MADRID &amp;ndash; Sepanjang musim kompetisi 2019-2020, winger Real Madrid, Gareth Bale, selalu menjadi perbincangan. Sayangnya, Bale disorot bukan karena menampilkan performa apik di atas lapangan, melainkan soal ketidakjelasan nasib winger asal Wales itu bersama Los Blancos.
Bale sejatinya hanya tampil sebanyak 20 kali untuk Madrid di sepanjang musim kompetisi 2019-2020. Diakui oleh gelandang Madrid, Toni Kroos, bahwa itu bukanlah situasi yang ideal bagi Bale.
Menurut Kroos, persoalan bermula pada bursa transfer musim panas 2019. Kala itu, sempat santer dikabarkan bahwa Bale akan meninggalkan Madrid untuk bergabung dengan klub asal China, Jiangsu Suning.
Baca juga: Florentino Perez Tegaskan Zidane Tetap Tangani Madrid Musim Depan

Madrid sendiri pada awalnya telah memberi lampu hijau untuk kepergian Bale tersebut dan agen si pemain pun melakukan negosiasi dengan Suning. Disebutkan bahwa Suning bersedia memberikan gaji fantastis untuk mantan bintan Tottenham Hotspur tersebut.
Kendati demikian, kepindahan Bale ke Suning itu pada akhirnya tak jadi terlaksana. Sebab, pihak Madrid berubah pikiran dan memilih untuk mempertahankan Bale.
Adapun yang menjadi penyebabnya adalah Pelatih Madrid, Zinedine Zidane. Saat itu, Zidane bersikeras bahwa Bale akan tetap menjadi pusat dari rencananya. Akan tetapi, ketika musim berlangsung, Bale justru lebih sering menempati bangku cadangan.
Tak ayal kondisi ini membuat Bale marah terhadap para petinggi  Madrid. Kroos pun mengetahui hal ini, namun tak bisa berbuat apa-apa.  Sampai saat ini, Kroos tak tahu apakah Bale masih marah terhadap para  petinggi Madrid atau sudah mereda.
&quot;Tidak dapat disangkal bahwa situasinya tidak memuaskan bagi semua  orang. Dia (Bale) jelas tidak dibawa untuk bermain sesedikit sebagaimana  yang dia lakukan sekarang,&amp;rdquo; ucap Kroos, seperti dilansir dari Goal,  Minggu (26/7/2020).

&quot;Saya percaya bahwa dia ingin pergi musim panas lalu pada prinsipnya  dan bahwa klub memberi tanda ya pada awalnya dan kemudian berubah  pikiran. Saya tidak tahu apakah dia masih agak marah tentang hal itu.  Itu subjek yang sulit,&quot; lanjut Kroos.
&amp;ldquo;Ini (situasi Bale) tentu tidak seekstrem seperti yang orang-orang  bayangkan. Semuanya baik-baik saja di tim. Saya sudah mengenalnya selama  enam tahun dan kami telah memenangkan beberapa hal yang cukup besar  bersama-sama,&quot; imbuh gelandang Jerman tersebut.
</content:encoded></item></channel></rss>
