<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Udinese vs Juventus, Sarri Akui Performa Timnya Menurun Pasca Lockdown</title><description>Juventus takluk 1-2 di markas Udinese dini hari tadi.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/07/24/47/2251316/udinese-vs-juventus-sarri-akui-performa-timnya-menurun-pasca-lockdown</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/07/24/47/2251316/udinese-vs-juventus-sarri-akui-performa-timnya-menurun-pasca-lockdown"/><item><title>Udinese vs Juventus, Sarri Akui Performa Timnya Menurun Pasca Lockdown</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/07/24/47/2251316/udinese-vs-juventus-sarri-akui-performa-timnya-menurun-pasca-lockdown</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/07/24/47/2251316/udinese-vs-juventus-sarri-akui-performa-timnya-menurun-pasca-lockdown</guid><pubDate>Jum'at 24 Juli 2020 08:27 WIB</pubDate><dc:creator>Admiraldy Eka Saputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/24/47/2251316/udinese-vs-juventus-sarri-akui-performa-timnya-menurun-pasca-lockdown-wQVVGZPKPh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pelatih Juventus, Maurizio Sarri (Foto: Twitter/Juventus)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/24/47/2251316/udinese-vs-juventus-sarri-akui-performa-timnya-menurun-pasca-lockdown-wQVVGZPKPh.jpg</image><title>Pelatih Juventus, Maurizio Sarri (Foto: Twitter/Juventus)</title></images><description>
UDINE &amp;ndash; Pelatih Juventus, Maurizio Sarri, mengakui timnya mengalami penurunan performa sejak project restart pada pertengahan Juni kemarin. Bianconeri &amp;ndash;julukan Juventus&amp;ndash; bahkan baru meraih  satu kemenangan dari lima laga terakhir yang mereka mainkan.
Terbaru, Juventus dipaksa mengakui keunggulan tuan rumah saat bertamu ke markas Udinese di pekan ke-35 Liga Italia 2019-2020, Jumat (24/7/2020) dini hari WIB. Cristiano Ronaldo dan rekan-rekan kalah dramatis dengan skor akhir 1-2.

Juventus sebenarnya tampil cukup mendominasi di laga dini hari tadi. Skuad Marizio Sarri tercatat berhasil melakukan penguasaan bola sebesar 61 persen atas Udinese. Mereka juga menciptakan peluang sebanyak 16 kali di mana lima tembakan diantaranya tepat mengarah ke gawang.
Tidak sampai di situ, sejumlah peluang yang diciptakan membuat Juventus unggul lewat gol Matthijs de Ligt jelang babak pertama usai. Namun, penyerang Udinese, Ilija Nestorovski membuat laga kembali imbang di awal babak kedua.
BACA JUGA: Hasil Pertandingan Liga Italia 2019-2020, Kamis 23 Juli
Sial bagi Juventus, tim tuan rumah berhasil membalikkan kedudukan beberapa menit jelang bubaran. Lewat skema serangan balik, Seko Fofana melakukan solo run dari tengah lapangan.
Bek Juventus, Alex Sandro gagal menghentikan laju gelandang asal Pantai Gading tersebut. Seko Fofana juga berhasil mengelabui De Ligt sebelum akhirnya dengan mudah menceploskan bola ke gawang Juventus kawalan Wojciech Szczesny.

Kekalahan ini membuat Juventus gagal menjauh dari kejaran Atalanta di  peringkat kedua klasemen sementara Liga Italia 2019-2020. Juventus saat  ini berada di posisi teratas dengan koleksi 80 poin sedangkan Atalanta  di peringkat kedua dengan 74 angka.
&amp;ldquo;Permainan sangat aneh setelah kuncian, karena inersia berubah begitu  cepat. Kita harus belajar pelajaran dari perlengkapan ini dan berusaha  menjaga kebugaran tim,&amp;rdquo; ujar Sarri, seperti dilansir dari laman Football   Italia, Jumat (24/7/2020).

Pada kesempatan yang sama, Sarri juga berbicara mengenai timnya yang cukup rutin mendapat penalti sepanjang musim ini. Meski terbilang  menguntungkan, hal itu justru menjadi waspada tersendiri bagai Sarri sebab  timnya musim ini kerap terselamatkan dari eksekusi titik putih.
&amp;ldquo;Kami juga mendapat 12 penalti yang diberikan terhadap kami, yang  tidak biasa bagi klub-klub besar. Juga ebih banyak tendangan bebas dari  biasanya, ini merupakan rekor sepanjang masa, bahkan jika persentase  kami naik lebih banyak daripada yang lain,&amp;rdquo; sambungnya.
</description><content:encoded>
UDINE &amp;ndash; Pelatih Juventus, Maurizio Sarri, mengakui timnya mengalami penurunan performa sejak project restart pada pertengahan Juni kemarin. Bianconeri &amp;ndash;julukan Juventus&amp;ndash; bahkan baru meraih  satu kemenangan dari lima laga terakhir yang mereka mainkan.
Terbaru, Juventus dipaksa mengakui keunggulan tuan rumah saat bertamu ke markas Udinese di pekan ke-35 Liga Italia 2019-2020, Jumat (24/7/2020) dini hari WIB. Cristiano Ronaldo dan rekan-rekan kalah dramatis dengan skor akhir 1-2.

Juventus sebenarnya tampil cukup mendominasi di laga dini hari tadi. Skuad Marizio Sarri tercatat berhasil melakukan penguasaan bola sebesar 61 persen atas Udinese. Mereka juga menciptakan peluang sebanyak 16 kali di mana lima tembakan diantaranya tepat mengarah ke gawang.
Tidak sampai di situ, sejumlah peluang yang diciptakan membuat Juventus unggul lewat gol Matthijs de Ligt jelang babak pertama usai. Namun, penyerang Udinese, Ilija Nestorovski membuat laga kembali imbang di awal babak kedua.
BACA JUGA: Hasil Pertandingan Liga Italia 2019-2020, Kamis 23 Juli
Sial bagi Juventus, tim tuan rumah berhasil membalikkan kedudukan beberapa menit jelang bubaran. Lewat skema serangan balik, Seko Fofana melakukan solo run dari tengah lapangan.
Bek Juventus, Alex Sandro gagal menghentikan laju gelandang asal Pantai Gading tersebut. Seko Fofana juga berhasil mengelabui De Ligt sebelum akhirnya dengan mudah menceploskan bola ke gawang Juventus kawalan Wojciech Szczesny.

Kekalahan ini membuat Juventus gagal menjauh dari kejaran Atalanta di  peringkat kedua klasemen sementara Liga Italia 2019-2020. Juventus saat  ini berada di posisi teratas dengan koleksi 80 poin sedangkan Atalanta  di peringkat kedua dengan 74 angka.
&amp;ldquo;Permainan sangat aneh setelah kuncian, karena inersia berubah begitu  cepat. Kita harus belajar pelajaran dari perlengkapan ini dan berusaha  menjaga kebugaran tim,&amp;rdquo; ujar Sarri, seperti dilansir dari laman Football   Italia, Jumat (24/7/2020).

Pada kesempatan yang sama, Sarri juga berbicara mengenai timnya yang cukup rutin mendapat penalti sepanjang musim ini. Meski terbilang  menguntungkan, hal itu justru menjadi waspada tersendiri bagai Sarri sebab  timnya musim ini kerap terselamatkan dari eksekusi titik putih.
&amp;ldquo;Kami juga mendapat 12 penalti yang diberikan terhadap kami, yang  tidak biasa bagi klub-klub besar. Juga ebih banyak tendangan bebas dari  biasanya, ini merupakan rekor sepanjang masa, bahkan jika persentase  kami naik lebih banyak daripada yang lain,&amp;rdquo; sambungnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
