<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PSSI Didesak Bikin Protokol Kesehatan yang Jelas Sebelum Melanjutkan Kompetisi</title><description>PSSI harus memiliki protokol kesehatan yang jelas sebelum melanjutkan kompetisi.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/07/23/49/2251065/pssi-didesak-bikin-protokol-kesehatan-yang-jelas-sebelum-melanjutkan-kompetisi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/07/23/49/2251065/pssi-didesak-bikin-protokol-kesehatan-yang-jelas-sebelum-melanjutkan-kompetisi"/><item><title>PSSI Didesak Bikin Protokol Kesehatan yang Jelas Sebelum Melanjutkan Kompetisi</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/07/23/49/2251065/pssi-didesak-bikin-protokol-kesehatan-yang-jelas-sebelum-melanjutkan-kompetisi</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/07/23/49/2251065/pssi-didesak-bikin-protokol-kesehatan-yang-jelas-sebelum-melanjutkan-kompetisi</guid><pubDate>Kamis 23 Juli 2020 17:59 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/23/49/2251065/pssi-didesak-bikin-protokol-kesehatan-yang-jelas-sebelum-melanjutkan-kompetisi-QbzHpDtcLg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PSSI diminta membuat protokol yang jelas (Foto: PSSI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/23/49/2251065/pssi-didesak-bikin-protokol-kesehatan-yang-jelas-sebelum-melanjutkan-kompetisi-QbzHpDtcLg.jpg</image><title>PSSI diminta membuat protokol yang jelas (Foto: PSSI)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PSSI berencana untuk melanjutkan kompetisi sepakbola Indonesia pada Oktober 2020. Hal ini pun mendapat perhatian serius dari sejumlah pihak, termasuk komentator sepakbola Indonesia, Maruf El Rumi.
Pria yang akrab disapa Bung Maruf itu pasalnya ingin agar sebelum kompetisi digulirkan kembali, PSSI harus sudah membuat protokol kesehatan yang jelas. Lebih penting lagi, protokol itu harus dipatuhi oleh para pemain dan klub peserta.
Bung Maruf mencoba membandingkan kondisi ini dengan persepakbolaan Eropa. Sebagaimana diketahui, kompetisi sepakbola di Eropa sudah digulirkan sejak Juni 2020. Akan tetapi, Bung Maruf mengingatkan bahwa negara-negara Eropa berani menyelenggarakan lagi kompetisi setelah menjalani proses yang panjang.
Baca juga: Hanya 170 Orang yang Boleh Hadir di Laga Liga 1 2020

Klub-klub misalnya memberikan aturan ketat kepada para pemainnya untuk tidak meninggalkan rumah, apalagi berkumpul di tempat umum. Sementara itu, Bung Maruf tak melihat kondisi yang sama terjadi di Indonesia.
Pasalnya, masih ada sejumlah pesepakbola profesional di Indonesia yang kedapatan berkumpul di tempat umum. Lebih parah lagi, para pemain tersebut tidak menggunakan masker. Hal inilah yang kemudian membuat Bung Maruf khawatir apakah kompetisi benar-benar sudah bisa dilanjutkan atau tidak.
Bung Maruf pasalnya tak ingin karena PSSI memaksakan diri untuk melanjutkan kompetisi, namun yang terjadi malah menimbulkan kluster baru penderita Virus Corona (Covid-19), Maka dari itu, Bung Maruf menginginkan adanya protokol yang benar-benar solid dan dipatuhi semua pihak.
&amp;ldquo;Saya ingin mencoba menarik ke kasus sepakbola Eropa. Di Eropa ketika  sebelum liga digulirkan, mereka sudah melakukan pengkajian. Saya yakin  PSSI sudah melakukan pengkajian, seperti misalnya dari ahli pandemi,  dari tim kesehatan, dan sebagainya. Tapi kan mereka, pemain, dan klub  harusnya juga berjalan sesuai dengan protokol yang ditentukan oleh  federasi,&amp;rdquo; ujar Bung Maruf, dalam diskusi Okezone Stories bertema 'Masa  Depan Sepakbola Indonesia di New Normal'.
&amp;ldquo;Jadi misalnya seperti perintah jangan latihan, jangan keluar rumah,  tidak boleh latihan bareng. Step-stepnya jelas. Jadi mereka mulai  latihan bareng mulai kapan, mereka boleh latihan individu mulai kapan,  mereka boleh ketemu dengan timnya mulai kapan. Nah, konsep ini yang  mungkin belum saya lihat (di Indonesia),&amp;rdquo; sambungnya.

&amp;ldquo;Mungkin nanti ada dari Pak Sekjen (Yunus Nusi). Tapi step by  step-nya belum terlihat secara umum. Jadi ini membuat saya agak ragu  apakah mungkin misalnya liga berjalan dengan situasi dan ketidakpastian.  Apalagi Pak Presiden (Joko Widodo) terakhir mengatakan kemungkinan  puncak Covid itu antara bulan September,&amp;rdquo; jelas Bung Maruf.
&amp;ldquo;Itu kan berdekatan (dengan dimulainya kembali liga). Nah ini juga  perlu menjadi perhatian serius. Jangan sampai kemudian, beberapa daerah  yang menjadi tuan rumah justru menjadi kluster baru karena banyak massa  yang berkumpul di sana. PSSI harus menjelaskan step by step,&amp;rdquo;  pungkasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PSSI berencana untuk melanjutkan kompetisi sepakbola Indonesia pada Oktober 2020. Hal ini pun mendapat perhatian serius dari sejumlah pihak, termasuk komentator sepakbola Indonesia, Maruf El Rumi.
Pria yang akrab disapa Bung Maruf itu pasalnya ingin agar sebelum kompetisi digulirkan kembali, PSSI harus sudah membuat protokol kesehatan yang jelas. Lebih penting lagi, protokol itu harus dipatuhi oleh para pemain dan klub peserta.
Bung Maruf mencoba membandingkan kondisi ini dengan persepakbolaan Eropa. Sebagaimana diketahui, kompetisi sepakbola di Eropa sudah digulirkan sejak Juni 2020. Akan tetapi, Bung Maruf mengingatkan bahwa negara-negara Eropa berani menyelenggarakan lagi kompetisi setelah menjalani proses yang panjang.
Baca juga: Hanya 170 Orang yang Boleh Hadir di Laga Liga 1 2020

Klub-klub misalnya memberikan aturan ketat kepada para pemainnya untuk tidak meninggalkan rumah, apalagi berkumpul di tempat umum. Sementara itu, Bung Maruf tak melihat kondisi yang sama terjadi di Indonesia.
Pasalnya, masih ada sejumlah pesepakbola profesional di Indonesia yang kedapatan berkumpul di tempat umum. Lebih parah lagi, para pemain tersebut tidak menggunakan masker. Hal inilah yang kemudian membuat Bung Maruf khawatir apakah kompetisi benar-benar sudah bisa dilanjutkan atau tidak.
Bung Maruf pasalnya tak ingin karena PSSI memaksakan diri untuk melanjutkan kompetisi, namun yang terjadi malah menimbulkan kluster baru penderita Virus Corona (Covid-19), Maka dari itu, Bung Maruf menginginkan adanya protokol yang benar-benar solid dan dipatuhi semua pihak.
&amp;ldquo;Saya ingin mencoba menarik ke kasus sepakbola Eropa. Di Eropa ketika  sebelum liga digulirkan, mereka sudah melakukan pengkajian. Saya yakin  PSSI sudah melakukan pengkajian, seperti misalnya dari ahli pandemi,  dari tim kesehatan, dan sebagainya. Tapi kan mereka, pemain, dan klub  harusnya juga berjalan sesuai dengan protokol yang ditentukan oleh  federasi,&amp;rdquo; ujar Bung Maruf, dalam diskusi Okezone Stories bertema 'Masa  Depan Sepakbola Indonesia di New Normal'.
&amp;ldquo;Jadi misalnya seperti perintah jangan latihan, jangan keluar rumah,  tidak boleh latihan bareng. Step-stepnya jelas. Jadi mereka mulai  latihan bareng mulai kapan, mereka boleh latihan individu mulai kapan,  mereka boleh ketemu dengan timnya mulai kapan. Nah, konsep ini yang  mungkin belum saya lihat (di Indonesia),&amp;rdquo; sambungnya.

&amp;ldquo;Mungkin nanti ada dari Pak Sekjen (Yunus Nusi). Tapi step by  step-nya belum terlihat secara umum. Jadi ini membuat saya agak ragu  apakah mungkin misalnya liga berjalan dengan situasi dan ketidakpastian.  Apalagi Pak Presiden (Joko Widodo) terakhir mengatakan kemungkinan  puncak Covid itu antara bulan September,&amp;rdquo; jelas Bung Maruf.
&amp;ldquo;Itu kan berdekatan (dengan dimulainya kembali liga). Nah ini juga  perlu menjadi perhatian serius. Jangan sampai kemudian, beberapa daerah  yang menjadi tuan rumah justru menjadi kluster baru karena banyak massa  yang berkumpul di sana. PSSI harus menjelaskan step by step,&amp;rdquo;  pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
