<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Juventus Hampir Juara Liga Italia 2019-2020, Sarri Tak Mau Sesumbar</title><description>Juventus hanya tinggal selangkah lagi untuk menyegel gelar juara Liga Italia 2019-2020.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/07/23/47/2250972/juventus-hampir-juara-liga-italia-2019-2020-sarri-tak-mau-sesumbar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/07/23/47/2250972/juventus-hampir-juara-liga-italia-2019-2020-sarri-tak-mau-sesumbar"/><item><title>Juventus Hampir Juara Liga Italia 2019-2020, Sarri Tak Mau Sesumbar</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/07/23/47/2250972/juventus-hampir-juara-liga-italia-2019-2020-sarri-tak-mau-sesumbar</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/07/23/47/2250972/juventus-hampir-juara-liga-italia-2019-2020-sarri-tak-mau-sesumbar</guid><pubDate>Kamis 23 Juli 2020 15:39 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/23/47/2250972/juventus-hampir-juara-liga-italia-2019-2020-sarri-tak-mau-sesumbar-ATI026AZhQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pelatih Juventus, Maurizio Sarri (Foto: Media Juventus)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/23/47/2250972/juventus-hampir-juara-liga-italia-2019-2020-sarri-tak-mau-sesumbar-ATI026AZhQ.jpg</image><title>Pelatih Juventus, Maurizio Sarri (Foto: Media Juventus)</title></images><description>UDINE &amp;ndash; Juventus hanya tinggal selangkah lagi untuk menyegel gelar juara Liga Italia 2019-2020. Akan tetapi, hal ini nyatanya tak membuat Pelatih Juventus, Maurizio Sarri, sesumbar.
Hasil imbang yang didapat Inter Milan saat menjamu Fiorentina pada giornata ke-35 membuat tim berjuluk Nerazzurri itu tertahan di posisi ketiga dengan raihan 73 poin. Dengan demikian, jika Juve bisa memenangkan pertandingan giornata ke-35 mereka melawan Udinese, maka mereka akan dipastikan sebagai jawara Liga Italia musim ini.
Jika meraih kemenangan atas Udinese, maka Juve akan mengoleksi 83 poin. Jumlah tersebut tak bisa lagi dikejar oleh Inter dengan tiga pertandingan tersisa.
Baca juga: Inter Milan Tergusur dari Posisi Kedua, Ini Dalih Antonio Conte

Begitu pun dengan Atalanta yang menghuni posisi kedua dengan perolehan 74 poin. Sebab, poin maksimal yang bisa didapat Atalanta musim ini adalah 83. Akan tetapi, mereka kalah head-to-head dari Juve.
Saat ini, Juve bisa dibilang sedang berada di atas angin. Meski begitu, Sarri menegaskan bahwa Bianconeri belum memenangkan apa pun. Ia menilai sesuatu yang &amp;lsquo;hampir&amp;rsquo; tidaklah memiliki arti.
&amp;ldquo;Sesuatu yang 'hampir' adalah tidak ada artinya. Kami tahu bahwa kami perlu mengambil empat poin, yang mana saat ini sulit. Kami harus fokus pada satu pertandingan pada satu waktu,&amp;rdquo; tegas Sarri, mengutip dari Football Italia, Kamis (23/7/2020).

&amp;ldquo;Pikirkan tentang Udinese, lalu kemudian Sampdoria. Tetap fokus pada  saat ini dan terus sepenuhnya menyadari ini adalah masa yang sulit bagi  semua orang,&amp;rdquo; lanjut mantan juru taktik Napoli tersebut.
Meski Sarri mampu membuat Juve hampir menjuarai Liga Italia  2019-2020, namun sang allenatore masih cukup sering mendapat kritik.  Menanggapi hal ini, pelatih 63 tahun itu nyatanya enggan ambil pusing.

&amp;ldquo;Mengapa saya masih dikritik? Jelas saya membuat orang lain gugup!  Saya tidak terlalu tertarik, saya tahu kesulitan yang kami hadapi setiap  hari dan saya pikir kami memiliki lebih banyak data di pihak kami  daripada mereka yang mengungkapkan pendapat,&quot; jelas Sarri.
Jika berhasil mengantarkan Juve menjuarai Liga Italia 2019-2020, maka  itu akan menjadi trofi pertama Sarri di level domestik. Sepanjang  berkarier sebagai pelatih, Sarri sejatinya baru sekali memenangkan  turnamen major, yakni Liga Eropa 2018-2019 bersama Chelsea.</description><content:encoded>UDINE &amp;ndash; Juventus hanya tinggal selangkah lagi untuk menyegel gelar juara Liga Italia 2019-2020. Akan tetapi, hal ini nyatanya tak membuat Pelatih Juventus, Maurizio Sarri, sesumbar.
Hasil imbang yang didapat Inter Milan saat menjamu Fiorentina pada giornata ke-35 membuat tim berjuluk Nerazzurri itu tertahan di posisi ketiga dengan raihan 73 poin. Dengan demikian, jika Juve bisa memenangkan pertandingan giornata ke-35 mereka melawan Udinese, maka mereka akan dipastikan sebagai jawara Liga Italia musim ini.
Jika meraih kemenangan atas Udinese, maka Juve akan mengoleksi 83 poin. Jumlah tersebut tak bisa lagi dikejar oleh Inter dengan tiga pertandingan tersisa.
Baca juga: Inter Milan Tergusur dari Posisi Kedua, Ini Dalih Antonio Conte

Begitu pun dengan Atalanta yang menghuni posisi kedua dengan perolehan 74 poin. Sebab, poin maksimal yang bisa didapat Atalanta musim ini adalah 83. Akan tetapi, mereka kalah head-to-head dari Juve.
Saat ini, Juve bisa dibilang sedang berada di atas angin. Meski begitu, Sarri menegaskan bahwa Bianconeri belum memenangkan apa pun. Ia menilai sesuatu yang &amp;lsquo;hampir&amp;rsquo; tidaklah memiliki arti.
&amp;ldquo;Sesuatu yang 'hampir' adalah tidak ada artinya. Kami tahu bahwa kami perlu mengambil empat poin, yang mana saat ini sulit. Kami harus fokus pada satu pertandingan pada satu waktu,&amp;rdquo; tegas Sarri, mengutip dari Football Italia, Kamis (23/7/2020).

&amp;ldquo;Pikirkan tentang Udinese, lalu kemudian Sampdoria. Tetap fokus pada  saat ini dan terus sepenuhnya menyadari ini adalah masa yang sulit bagi  semua orang,&amp;rdquo; lanjut mantan juru taktik Napoli tersebut.
Meski Sarri mampu membuat Juve hampir menjuarai Liga Italia  2019-2020, namun sang allenatore masih cukup sering mendapat kritik.  Menanggapi hal ini, pelatih 63 tahun itu nyatanya enggan ambil pusing.

&amp;ldquo;Mengapa saya masih dikritik? Jelas saya membuat orang lain gugup!  Saya tidak terlalu tertarik, saya tahu kesulitan yang kami hadapi setiap  hari dan saya pikir kami memiliki lebih banyak data di pihak kami  daripada mereka yang mengungkapkan pendapat,&quot; jelas Sarri.
Jika berhasil mengantarkan Juve menjuarai Liga Italia 2019-2020, maka  itu akan menjadi trofi pertama Sarri di level domestik. Sepanjang  berkarier sebagai pelatih, Sarri sejatinya baru sekali memenangkan  turnamen major, yakni Liga Eropa 2018-2019 bersama Chelsea.</content:encoded></item></channel></rss>
