<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jeremy Helan, Pesepakbola yang Pensiun Dini untuk Perdalam Islam</title><description>Jeremy Helan memutuskan pensiun sebagai pesepakbola di usia 24 tahun.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/07/22/51/2250641/jeremy-helan-pesepakbola-yang-pensiun-dini-untuk-perdalam-islam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/07/22/51/2250641/jeremy-helan-pesepakbola-yang-pensiun-dini-untuk-perdalam-islam"/><item><title>Jeremy Helan, Pesepakbola yang Pensiun Dini untuk Perdalam Islam</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/07/22/51/2250641/jeremy-helan-pesepakbola-yang-pensiun-dini-untuk-perdalam-islam</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/07/22/51/2250641/jeremy-helan-pesepakbola-yang-pensiun-dini-untuk-perdalam-islam</guid><pubDate>Rabu 22 Juli 2020 21:37 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/22/51/2250641/jeremy-helan-pesepakbola-yang-pensiun-dini-untuk-perdalam-islam-vTl2xoxC35.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jeremy Helan (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/22/51/2250641/jeremy-helan-pesepakbola-yang-pensiun-dini-untuk-perdalam-islam-vTl2xoxC35.jpg</image><title>Jeremy Helan (Foto: Istimewa)</title></images><description>SHEFFIELD &amp;ndash; Pesepakbola jebolan akademi Manchester City, Jeremy Helan, sempat menjadi perbincangan publik karena keputusannya yang mengejutkan. Sebab, Helan memilih untuk pensiun dini, yakni ketika usianya masih 24 tahun.
Umumnya, pesepakbola baru akan pensiun setelah memasuki usia lanjut. Jika memang harus pensiun dini, biasanya hal itu terjadi karena si pemain mengalami cedera yang sangat parah atau memiliki penyakit tertentu.
Kendati demikian, Helan memilih pensiun karena ia ingin lebih mendalami ajaran agama Islam. Hal ini tentunya mengejutkan banyak pihak, termasuk rekan-rekan setimnya.
Baca juga: Abou Diaby, Pesepakbola yang Hafal 19 Juz

Keputusan Helan untuk pensiun ini terjadi pada 2016. Adapun tim terakhir yang dibela Helan adalah Sheffield United. Disebutkan bahwa Helan membuat keputusan ini setelah ia lebih aktif terlibat dalam hal keagamaan di sebuah masjid di Sheffield.
&amp;ldquo;Dia (Helan) mengatakan bahwa dia ingin berhenti karena ingin ke Saudi untuk berkonsentrasi pada agama setelah menjadi lebih terlibat di sebuah masjid di Sheffield. Klub agak terkejut dengan hal itu. Mereka bekerja dengannya untuk mencapai semacam kesepakatan,&quot; ujar salah seorang sumber, mengutip dari Daily Mail, Rabu (22/7/2020).
Mantan penggawa Sheffield, Michael Prutton pun memberikan komentarnya terkait pensiunnya Helan tersebut. Ia tidak memungkiri bahwa Helan memang seorang yang taat beragama.
&quot;Kebanyakan pesepakbola memilih pensiun karena cedera atau usianya  sudah tidak muda lagi. Tetapi di sini terlihat agama menjadi kehidupan  yang sangat besar bagi keseharian Helan,&quot; ujar Prutton, mengutip dari  The Star, Rabu (22/7/2020).
Helan sendiri memang dikenal sebagai pribadi yang relijius. Itulah  mengapa, meski keputusan pria berpaspor Prancis tersebut untuk pensiun  dini cukup mengejutkan, namun orang-orang di sekitarnya bisa  memakluminya.
Lebih hebat lagi, Helan juga memiliki pendirian yang kuat. Dalam  artian, meski sejumlah pihak mencibir keputusan tersebut, namun Helan  enggan mengubahnya karena ia sudah memantapkan niat untuk lebih  mendalami Islam.
&quot;Tidak ada keraguan mengenai dirinya dan saya melihat dia tidak peduli tentang pendapat rekan-rekannya,&quot; jelas Prutton.
</description><content:encoded>SHEFFIELD &amp;ndash; Pesepakbola jebolan akademi Manchester City, Jeremy Helan, sempat menjadi perbincangan publik karena keputusannya yang mengejutkan. Sebab, Helan memilih untuk pensiun dini, yakni ketika usianya masih 24 tahun.
Umumnya, pesepakbola baru akan pensiun setelah memasuki usia lanjut. Jika memang harus pensiun dini, biasanya hal itu terjadi karena si pemain mengalami cedera yang sangat parah atau memiliki penyakit tertentu.
Kendati demikian, Helan memilih pensiun karena ia ingin lebih mendalami ajaran agama Islam. Hal ini tentunya mengejutkan banyak pihak, termasuk rekan-rekan setimnya.
Baca juga: Abou Diaby, Pesepakbola yang Hafal 19 Juz

Keputusan Helan untuk pensiun ini terjadi pada 2016. Adapun tim terakhir yang dibela Helan adalah Sheffield United. Disebutkan bahwa Helan membuat keputusan ini setelah ia lebih aktif terlibat dalam hal keagamaan di sebuah masjid di Sheffield.
&amp;ldquo;Dia (Helan) mengatakan bahwa dia ingin berhenti karena ingin ke Saudi untuk berkonsentrasi pada agama setelah menjadi lebih terlibat di sebuah masjid di Sheffield. Klub agak terkejut dengan hal itu. Mereka bekerja dengannya untuk mencapai semacam kesepakatan,&quot; ujar salah seorang sumber, mengutip dari Daily Mail, Rabu (22/7/2020).
Mantan penggawa Sheffield, Michael Prutton pun memberikan komentarnya terkait pensiunnya Helan tersebut. Ia tidak memungkiri bahwa Helan memang seorang yang taat beragama.
&quot;Kebanyakan pesepakbola memilih pensiun karena cedera atau usianya  sudah tidak muda lagi. Tetapi di sini terlihat agama menjadi kehidupan  yang sangat besar bagi keseharian Helan,&quot; ujar Prutton, mengutip dari  The Star, Rabu (22/7/2020).
Helan sendiri memang dikenal sebagai pribadi yang relijius. Itulah  mengapa, meski keputusan pria berpaspor Prancis tersebut untuk pensiun  dini cukup mengejutkan, namun orang-orang di sekitarnya bisa  memakluminya.
Lebih hebat lagi, Helan juga memiliki pendirian yang kuat. Dalam  artian, meski sejumlah pihak mencibir keputusan tersebut, namun Helan  enggan mengubahnya karena ia sudah memantapkan niat untuk lebih  mendalami Islam.
&quot;Tidak ada keraguan mengenai dirinya dan saya melihat dia tidak peduli tentang pendapat rekan-rekannya,&quot; jelas Prutton.
</content:encoded></item></channel></rss>
