<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Arema FC Tetap Jual Tiket Kandang meski Liga 1 2020 Tanpa Penonton</title><description>General Manager Arema FC, Ruddy Widodo menjelaskan penjualan tiket dilakukan demi mendapatkan pemasukan.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/07/20/49/2249110/arema-fc-tetap-jual-tiket-kandang-meski-liga-1-2020-tanpa-penonton</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/07/20/49/2249110/arema-fc-tetap-jual-tiket-kandang-meski-liga-1-2020-tanpa-penonton"/><item><title>Arema FC Tetap Jual Tiket Kandang meski Liga 1 2020 Tanpa Penonton</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/07/20/49/2249110/arema-fc-tetap-jual-tiket-kandang-meski-liga-1-2020-tanpa-penonton</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/07/20/49/2249110/arema-fc-tetap-jual-tiket-kandang-meski-liga-1-2020-tanpa-penonton</guid><pubDate>Senin 20 Juli 2020 13:19 WIB</pubDate><dc:creator>Rachmat Fahzry</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/20/49/2249110/arema-fc-tetap-jual-tiket-kandang-meski-liga-1-2020-tanpa-penonton-WpvmRaSVVU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Skuad Arema FC Liga 1 2020. (Foto/Arema FC)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/20/49/2249110/arema-fc-tetap-jual-tiket-kandang-meski-liga-1-2020-tanpa-penonton-WpvmRaSVVU.jpg</image><title>Skuad Arema FC Liga 1 2020. (Foto/Arema FC)</title></images><description>MALANG &amp;ndash; Manajemen Arema FC tetap akan menjual tiket laga kandang meski kelanjutan Liga 1 2020 dipastikan tanpa penonton. PT Liga Indonesia Baru (LIB), selaku operator Liga 1 2020 menyatakan, kompetisi akan kembali bergulir pada 1 Oktober mendatang.
General Manager Arema FC, Ruddy Widodo menjelaskan penjualan tiket dilakukan demi mendapatkan pemasukan. Sebab, sejak Liga 1 2020 terhenti sejak pertengahan Maret 2020 dampak pandemi covid-19, Arema kehilangan pemasukan dari sektor penjualan tiket.
Baca juga:&amp;nbsp;2 Pemain Asing Arema FC Tak Bisa Masuk Indonesia Imbas Terganjal Aturan Imigrasi
Baca juga:&amp;nbsp;Arema FC Jalani Rapid Test Gelombang Pertama
Meski begitu, Ruddy memastikan tak ada Aremania (penggemar fanatik Arema FC) yang menonton langsung ke Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Manajemen akan menerapkan sistem menonton pertandingan Arema FC secara virtual.
&amp;ldquo;Kami akan membuka loket penjualan tiket dengan harga sama seperti biasanya. Nantinya, yang membeli tiket harus mengirimkan foto diri. Lalu, akan kami tempek di kursi penonton di stadion untuk yang VIP dan VVIP, sedangkan yang ekonomi akan kami buatkan spanduk atau sejenisnya,&amp;rdquo; kata Ruddy mengutip Wearemania, Senin (20/7/2020).

Ia menambahkan, selain nonton virtual, ada program membeli tiket tanpa menonton. Program ini terinspirasi dari apa yang pernah dilakukan Aremania, yang tidak tinggal di Malang.
Dulu, kerap ada sekelompok pendukung Arema yang umumnya berasal dari luar Malang Raya. Mereka kerap mengirim uang untuk membeli tiket laga kandang, namun tak pernah datang ke stadion.
&amp;ldquo;Jadi, kami mohon izin untuk mengadopsi kebiasaan itu menjadi program klub. Saya yakin banyak Aremania di perantauan yang akan tergerak hatinya untuk turut membantu finansial klub di masa pandemi ini lewat program membeli tiket tanpa menonton,&amp;rdquo; lanjut dia.Program lain yang kemungkinan besar bisa diusung manajemen Arema FC adalah nonton bareng (nobar). Dari acara nobar itu pun Arema berupaya bekerja sama dengan pihak penyelenggara.
&amp;ldquo;Kami juga bakal bekerja sama dengan kafe-kafe untuk acara nobar ini, utamanya yang menjual produk sponsor kami. Mungkin nantinya ada semacam sharing profit (berbagi keuntungan) untuk tiap item produk yang mereka jual pada acara nobar,&amp;rdquo; tuturnya.

PT LIB dan Federasi Sepakbola Indonesia (PSSI) memutuskan bahwa Liga 1 2020 akan kembali dilanjutkan pada 1 Oktober hingga 28 Februari. Semua laga tidak akan dihadiri penonton dan akan terpusat di Jawa, serta menerapkan protokol kesehatan.
Arema FC sebelum Liga 1 2020 dihentikan sudah memainkan tiga laga. Dari tiga pertandingan tersebut, tim berjuluk Singo Edan ini telah mengumpulkan 3 poin, dari sekali menang saat berjumpa Tira Persikabo, dan kalah dua kali saat menghadapi Persib Bandung serta PSIS Semarang.&amp;nbsp;</description><content:encoded>MALANG &amp;ndash; Manajemen Arema FC tetap akan menjual tiket laga kandang meski kelanjutan Liga 1 2020 dipastikan tanpa penonton. PT Liga Indonesia Baru (LIB), selaku operator Liga 1 2020 menyatakan, kompetisi akan kembali bergulir pada 1 Oktober mendatang.
General Manager Arema FC, Ruddy Widodo menjelaskan penjualan tiket dilakukan demi mendapatkan pemasukan. Sebab, sejak Liga 1 2020 terhenti sejak pertengahan Maret 2020 dampak pandemi covid-19, Arema kehilangan pemasukan dari sektor penjualan tiket.
Baca juga:&amp;nbsp;2 Pemain Asing Arema FC Tak Bisa Masuk Indonesia Imbas Terganjal Aturan Imigrasi
Baca juga:&amp;nbsp;Arema FC Jalani Rapid Test Gelombang Pertama
Meski begitu, Ruddy memastikan tak ada Aremania (penggemar fanatik Arema FC) yang menonton langsung ke Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Manajemen akan menerapkan sistem menonton pertandingan Arema FC secara virtual.
&amp;ldquo;Kami akan membuka loket penjualan tiket dengan harga sama seperti biasanya. Nantinya, yang membeli tiket harus mengirimkan foto diri. Lalu, akan kami tempek di kursi penonton di stadion untuk yang VIP dan VVIP, sedangkan yang ekonomi akan kami buatkan spanduk atau sejenisnya,&amp;rdquo; kata Ruddy mengutip Wearemania, Senin (20/7/2020).

Ia menambahkan, selain nonton virtual, ada program membeli tiket tanpa menonton. Program ini terinspirasi dari apa yang pernah dilakukan Aremania, yang tidak tinggal di Malang.
Dulu, kerap ada sekelompok pendukung Arema yang umumnya berasal dari luar Malang Raya. Mereka kerap mengirim uang untuk membeli tiket laga kandang, namun tak pernah datang ke stadion.
&amp;ldquo;Jadi, kami mohon izin untuk mengadopsi kebiasaan itu menjadi program klub. Saya yakin banyak Aremania di perantauan yang akan tergerak hatinya untuk turut membantu finansial klub di masa pandemi ini lewat program membeli tiket tanpa menonton,&amp;rdquo; lanjut dia.Program lain yang kemungkinan besar bisa diusung manajemen Arema FC adalah nonton bareng (nobar). Dari acara nobar itu pun Arema berupaya bekerja sama dengan pihak penyelenggara.
&amp;ldquo;Kami juga bakal bekerja sama dengan kafe-kafe untuk acara nobar ini, utamanya yang menjual produk sponsor kami. Mungkin nantinya ada semacam sharing profit (berbagi keuntungan) untuk tiap item produk yang mereka jual pada acara nobar,&amp;rdquo; tuturnya.

PT LIB dan Federasi Sepakbola Indonesia (PSSI) memutuskan bahwa Liga 1 2020 akan kembali dilanjutkan pada 1 Oktober hingga 28 Februari. Semua laga tidak akan dihadiri penonton dan akan terpusat di Jawa, serta menerapkan protokol kesehatan.
Arema FC sebelum Liga 1 2020 dihentikan sudah memainkan tiga laga. Dari tiga pertandingan tersebut, tim berjuluk Singo Edan ini telah mengumpulkan 3 poin, dari sekali menang saat berjumpa Tira Persikabo, dan kalah dua kali saat menghadapi Persib Bandung serta PSIS Semarang.&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
