<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Xavi Takjub dengan Kerelaan Hati Pemain Muslim di Barcelona</title><description>Para pemain muslim di Barcelona tidak segan melaksanakan sholat di ruang ganti.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/07/14/51/2246068/xavi-takjub-dengan-kerelaan-hati-pemain-muslim-di-barcelona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/07/14/51/2246068/xavi-takjub-dengan-kerelaan-hati-pemain-muslim-di-barcelona"/><item><title>Xavi Takjub dengan Kerelaan Hati Pemain Muslim di Barcelona</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/07/14/51/2246068/xavi-takjub-dengan-kerelaan-hati-pemain-muslim-di-barcelona</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/07/14/51/2246068/xavi-takjub-dengan-kerelaan-hati-pemain-muslim-di-barcelona</guid><pubDate>Selasa 14 Juli 2020 12:22 WIB</pubDate><dc:creator>Ramdani Bur</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/14/51/2246068/xavi-takjub-dengan-kerelaan-hati-pemain-muslim-di-barcelona-jnKKnOx1Mn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Xavi Hernandez kini berstatus sebagai pelatih Al-Sadd. (Foto: @AlSadd)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/14/51/2246068/xavi-takjub-dengan-kerelaan-hati-pemain-muslim-di-barcelona-jnKKnOx1Mn.jpg</image><title>Xavi Hernandez kini berstatus sebagai pelatih Al-Sadd. (Foto: @AlSadd)</title></images><description>DOHA &amp;ndash; Pelatih Al-Sadd, Xavi Hernandez, merupakan pesepakbola legenda Barcelona. Xavi sempat 17 tahun (1998-2015) membela tim senior Barcelona dengan koleksi 25 trofi.
Selama 17 tahun membela Barcelona, Xavi beberapa kali bekerja sama dengan personel Blaugrana &amp;ndash;julukan Barcelona&amp;ndash; yang beragama Islam. Meski berbeda keyakinan, Xavi Hernandez tetap menghormati rekan-rekannya tersebut.

(Abidal, salah seorang muslim yang pernah memperkuat Barcelona)
Bahkan pemain yang identik dengan nomor punggung 6 itu mengaku takjub dengan kerelaan hati personel Barcelona yang beragama Islam seperti Eric Abidal, Seydou Keita, Yaya Toure dan Ibrahim Afellay, Dibilang begitu karena nama-nama di atas siap beribadah di mana saja, semisal melaksankan sholat di ruang ganti Barcelona.
&amp;ldquo;Seydou Keita beribadah di mana saja di ruang ganti. Saya, dan semua yang besar di La Masia, tidak merasa terganggu,&amp;rdquo; kata Xavi dalam wawancara dengan El Heddaf, koran terbitan Aljazair.
&amp;ldquo;(Eric) Abidal, Yaya, dan Keita, sering terlihat beribadah bersama dalam ruangan. Jika ruangan terpakai, mereka shalat di ruang ganti, dan kami mencoba tidak melewati di hadapan mereka,&amp;rdquo; lanjut Xavi.
BACA JUGA: 3 Pemain Non-Muslim yang Ternyata Kagumi Islam, Nomor 1 Megabintang Juventus
Xavi sejak kecil diajarkan toleransi antarumat beragama. Pria yang kini berusia 40 tahun itu mendapatkan pelajaran itu semenjak dirinya duduk di bangku sekolah.&amp;ldquo;Saya kenal Islam semenjak saya belajar di sekolah. Kami diajarkan untuk menghormati satu sama lain. Di Barcelona pun demikian, kami menghormati rekan-rekan Muslim,&quot; kata Xavi seperti dikutip Alarabiya.net.

(Xavi Hernandez saat ini membela Al-Sadd)
Karena memiliki banyak teman yang beragama Islam, Xavi tidak menolak tawaran yang datang pada pertengahan 2015. Saat itu, Xavi mendapat tawaran membela klub asal Qatar, Al-Sadd.
Sekadar informasi, Qatar merupakan negara yang warganya mayoritas beragama Islam. Berkat kedekatannya dengan sejumlah pemain muslim di Barcelona, Xavi tidak membutuhkan waktu adaptasi yang lama bersama Al-Sadd.
Terbukti selama empat musim berkarier sebagai pemain Al-Sadd, Xavi memberikan empat trofi bagi klub yang bermarkas di Kota Doha tersebut. Kemudian semenjak menjadi pelatih Al-Sadd pada musim panas 2019, Xavi telah menghadirkan satu trofi.</description><content:encoded>DOHA &amp;ndash; Pelatih Al-Sadd, Xavi Hernandez, merupakan pesepakbola legenda Barcelona. Xavi sempat 17 tahun (1998-2015) membela tim senior Barcelona dengan koleksi 25 trofi.
Selama 17 tahun membela Barcelona, Xavi beberapa kali bekerja sama dengan personel Blaugrana &amp;ndash;julukan Barcelona&amp;ndash; yang beragama Islam. Meski berbeda keyakinan, Xavi Hernandez tetap menghormati rekan-rekannya tersebut.

(Abidal, salah seorang muslim yang pernah memperkuat Barcelona)
Bahkan pemain yang identik dengan nomor punggung 6 itu mengaku takjub dengan kerelaan hati personel Barcelona yang beragama Islam seperti Eric Abidal, Seydou Keita, Yaya Toure dan Ibrahim Afellay, Dibilang begitu karena nama-nama di atas siap beribadah di mana saja, semisal melaksankan sholat di ruang ganti Barcelona.
&amp;ldquo;Seydou Keita beribadah di mana saja di ruang ganti. Saya, dan semua yang besar di La Masia, tidak merasa terganggu,&amp;rdquo; kata Xavi dalam wawancara dengan El Heddaf, koran terbitan Aljazair.
&amp;ldquo;(Eric) Abidal, Yaya, dan Keita, sering terlihat beribadah bersama dalam ruangan. Jika ruangan terpakai, mereka shalat di ruang ganti, dan kami mencoba tidak melewati di hadapan mereka,&amp;rdquo; lanjut Xavi.
BACA JUGA: 3 Pemain Non-Muslim yang Ternyata Kagumi Islam, Nomor 1 Megabintang Juventus
Xavi sejak kecil diajarkan toleransi antarumat beragama. Pria yang kini berusia 40 tahun itu mendapatkan pelajaran itu semenjak dirinya duduk di bangku sekolah.&amp;ldquo;Saya kenal Islam semenjak saya belajar di sekolah. Kami diajarkan untuk menghormati satu sama lain. Di Barcelona pun demikian, kami menghormati rekan-rekan Muslim,&quot; kata Xavi seperti dikutip Alarabiya.net.

(Xavi Hernandez saat ini membela Al-Sadd)
Karena memiliki banyak teman yang beragama Islam, Xavi tidak menolak tawaran yang datang pada pertengahan 2015. Saat itu, Xavi mendapat tawaran membela klub asal Qatar, Al-Sadd.
Sekadar informasi, Qatar merupakan negara yang warganya mayoritas beragama Islam. Berkat kedekatannya dengan sejumlah pemain muslim di Barcelona, Xavi tidak membutuhkan waktu adaptasi yang lama bersama Al-Sadd.
Terbukti selama empat musim berkarier sebagai pemain Al-Sadd, Xavi memberikan empat trofi bagi klub yang bermarkas di Kota Doha tersebut. Kemudian semenjak menjadi pelatih Al-Sadd pada musim panas 2019, Xavi telah menghadirkan satu trofi.</content:encoded></item></channel></rss>
