<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Pemain yang Kembali dari Masa Pensiun, Nomor 2 Berakhir Tragis</title><description>Berikut 5 Pemain yang Kembali dari Masa Pensiun, Nomor 2 Berakhir Tragis</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/07/13/51/2245491/5-pemain-yang-kembali-dari-masa-pensiun-nomor-2-berakhir-tragis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/07/13/51/2245491/5-pemain-yang-kembali-dari-masa-pensiun-nomor-2-berakhir-tragis"/><item><title>5 Pemain yang Kembali dari Masa Pensiun, Nomor 2 Berakhir Tragis</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/07/13/51/2245491/5-pemain-yang-kembali-dari-masa-pensiun-nomor-2-berakhir-tragis</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/07/13/51/2245491/5-pemain-yang-kembali-dari-masa-pensiun-nomor-2-berakhir-tragis</guid><pubDate>Senin 13 Juli 2020 12:51 WIB</pubDate><dc:creator>Admiraldy Eka Saputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/13/51/2245491/5-pemain-yang-kembali-dari-masa-pensiun-nomor-2-berakhir-tragis-E3FoJ40sty.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Lionel Messi dan Timnas Argentina (Foto: REUTERS)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/13/51/2245491/5-pemain-yang-kembali-dari-masa-pensiun-nomor-2-berakhir-tragis-E3FoJ40sty.jpg</image><title>Lionel Messi dan Timnas Argentina (Foto: REUTERS)</title></images><description>KESEMPATAN untuk membela Tim Nasional (Timnas) menjadi sesuatu yang cukup ditunggu-tunggu bagi sebagian besar pesepakbola. Berseragam Timnas merupakan suatu kehormatan karena mereka bisa membela negara tercinta.
Namun, ternyata tidak semua pemain bisa menunjukkan performa terbaik bersama negara mereka meski ia punya catatan baik di level klub. Situasi tersebut tak jarang membuat pemain merasa frustrasi dan memilih untuk pensiun.
Namun, tidak sedikit juga dari mereka yang masih menyimpan rasa penasaran dan memilih untuk kembali ketika mendapat kesempatan tersebut. Tapi sekali lagi, tidak semua kisah berujung manis sama seperti yang dialami para pemain berikut.
5. Gianluigi Buffon (Italia)

Tidak ada banyak pemain sepanjang sejarah yang telah mencapai status legendaris di kedua klub dan tingkat internasional tetapi Gianluigi Buffon adalah salah satu dari sedikit yang dipilih untuk mencapai prestasi ini.
Statusnya sebagai salah satu kiper terbaik bersama Juventus membuatnya jadi salah satu pilihan utama Timnas Italia. Sebanyak 176 caps telah ditorehkan Buffon bersama skuad Gli Azzurri.  Trofi Piala Dunia 2006 pun menjadi catatan manis Buffon selama berseragam Timnas Italia.
Namun, pada 2018 ia memilih untuk pensiun setelah gagal membawa Timnas Italia lolos ke Piala Dunia di Rusia. Buffon yang penuh air mata dan emosional mengumumkan pengunduran diri internasionalnya pada November 2017.
Akan tetapi, Buffon ternyata tidak bisa menolak ketika diminta untuk kembali. Sayang, momen comeback-nya berakhir buruk setelah Italia kalah 0-2 dari Argentina di laga persahabatan. Sejak itu Buffon pun memastikan selesai untuk memperkuat timnas Italia.4. Kevin-Prince Boateng (Ghana)

Penggawa Besiktas, Kevin-Prince Boateng masuk dalam daftar lain  sebagai pemain yang sempat melakukan comeback setelah memutuskan pensiun  bersama Tim Nasional. Boateng sebenarnya punya pilihan untuk memperkuat  Timnas Jerman bersama sang adik, Jerome Boateng.
Namun, ia memilih untuk membela Timnas Ghana tepat sebelum Piala  Dunia 2010 dilangsungkan. Akan tetapi kemudian pada 2012 ia memilih  untuk menyudahi perjalannya bersama Timnas Ghana meski saat itu masih  berusia 24 tahun.
Pada 2014 Boateng sempat kembali dan tampil di laga kualifikasi  kontra Mesir. Ia berhasil mencetak satu gol yang membawanya menjadi  bagian dari Timnas Ghana di PialaDunia 2014. Namun sekali lagi ia  memutuskan untuk keluar setelah gelaran Piala Dunia selesai.
3. Lionel Messi (Argentina)

Kualitas permainan Messi bersama Barcelona jelas tak perlu diragukan.  Koleksi gelarnya bersama Blaugrana &amp;ndash;julukan Barcelona&amp;ndash; terbilang  lengkap baik level individu ataupun tim. Selama hampir satu dekade  terakhir Messi memang menjadi bagian yang sangat penting bagi Barcelona.
Akan tetapi, performa Messi bersama Timnas Argentina justru mengalami  hal sebaliknya. Hingga saat ini pemain berjuluk La Pulga itu bahkan  belum memberikan trofi bergengsi yakni Piala Dunia ntuk La Albiceleste.  Salah satu prestasi terbaiknya adalah saat meraih medali emas di ajang  Olimpiade pada 2008 lalu.
Messi sebenarnya nyaris melakukan hal itu pada 2014 kemarin. Ia  berhasil membawa Argentina ke partai final di Piala Dunia 2014 yang  berlangsung di Brasil. Namun naas, Argentina takluk 0-1 dari Jerman di  partai final.
Tekanan hebat pun dirasakan Messi setelahnya. Bintang Barcelona itu  bahkan menyatakan untuk pensiun dari Timnas. Namun, ia kemudian kembali  dan memperkuat Argentina di 2018. Sayang, Messi lagi-lagi gagal sebab  Argentina gugur di babak 16 besar.
2. Zinedine Zidane

Tidak sedikit pemain gelandang saat ini yang terinspirasi dengan  sosok yang satu ini. Mantan penggawa Timnas Prancis bisa dikatan sebagai  pemain terbaik sepanjang sejarah untuk bermain di posisinya. Sejumlah  trofi hingga pengharaan individu menjadi bukti nyata kehebatan Zidane di  lapangan hijau.
Zidane mengakhiri karier sebagai pemain dengan memenangkan beberapa  gelar juara baik untuk klub maupun tim nasional, diantaranya yakni trofi  Liga Champions dan trofi Piala Dunia. Perjalannya bersama Les Bleus  sempat menjadi perhatian.
Zizou &amp;ndash;sapaan akrab Zidane&amp;ndash; membantu Prancis ke Piala Dunia 1998 dan  Euro 2000. Akan tetapi, setelah kegagalan berturut-turut di Piala Dunia  2002 dan Euro 2004, Zidane mengumumkan pengunduran dirinya dari Timnas.
Namun ia kemudian kembali setelah diminta untuk memperkuat Timnas  Prancis di Piala Dunia 2006. Sayang, momen kembalinya ke timnas Prancis  justru diwarnai aksi kontroversi di mana saat itu ia diusir wasit  setelah melakukan tandukan kepada bek Italia, Marco Materazzi.
1. Zlatan Ibrahimovic

Ibrahimovic bisa dikatakan sebagai salah satu pemain Swedia paling   berbakat. Penggawa AC Milan itu diketahui memiliki karakter kuat baik di   dalam ataupun di luar lapangan. Ia juga menjadi pencetak gol terbanyak   di negaranya dengan 62 gol dari 116 penampilan.
Tidak heran Ibrahimovic menjadi salah satu pemain kunci Swedia hampir   di setiap ajang Internasional. Namun, ia sempat memutuskan pensiun   menyusul kegagalan Swedia di Piala Dunia 2010.
Akan tetapi ia berubah pikiran kurang dari setahun kemudian dan   menyatakan siap untuk kembali. Pensiun kedua diumumkan setelah   penyisihan penyisihan grup Swedia di Euro 2016. Zlatan awalnya sempat   terpikir untuk kembali di Piala Dunia 2018 namun hal itu ternyata tidak   terjadi.</description><content:encoded>KESEMPATAN untuk membela Tim Nasional (Timnas) menjadi sesuatu yang cukup ditunggu-tunggu bagi sebagian besar pesepakbola. Berseragam Timnas merupakan suatu kehormatan karena mereka bisa membela negara tercinta.
Namun, ternyata tidak semua pemain bisa menunjukkan performa terbaik bersama negara mereka meski ia punya catatan baik di level klub. Situasi tersebut tak jarang membuat pemain merasa frustrasi dan memilih untuk pensiun.
Namun, tidak sedikit juga dari mereka yang masih menyimpan rasa penasaran dan memilih untuk kembali ketika mendapat kesempatan tersebut. Tapi sekali lagi, tidak semua kisah berujung manis sama seperti yang dialami para pemain berikut.
5. Gianluigi Buffon (Italia)

Tidak ada banyak pemain sepanjang sejarah yang telah mencapai status legendaris di kedua klub dan tingkat internasional tetapi Gianluigi Buffon adalah salah satu dari sedikit yang dipilih untuk mencapai prestasi ini.
Statusnya sebagai salah satu kiper terbaik bersama Juventus membuatnya jadi salah satu pilihan utama Timnas Italia. Sebanyak 176 caps telah ditorehkan Buffon bersama skuad Gli Azzurri.  Trofi Piala Dunia 2006 pun menjadi catatan manis Buffon selama berseragam Timnas Italia.
Namun, pada 2018 ia memilih untuk pensiun setelah gagal membawa Timnas Italia lolos ke Piala Dunia di Rusia. Buffon yang penuh air mata dan emosional mengumumkan pengunduran diri internasionalnya pada November 2017.
Akan tetapi, Buffon ternyata tidak bisa menolak ketika diminta untuk kembali. Sayang, momen comeback-nya berakhir buruk setelah Italia kalah 0-2 dari Argentina di laga persahabatan. Sejak itu Buffon pun memastikan selesai untuk memperkuat timnas Italia.4. Kevin-Prince Boateng (Ghana)

Penggawa Besiktas, Kevin-Prince Boateng masuk dalam daftar lain  sebagai pemain yang sempat melakukan comeback setelah memutuskan pensiun  bersama Tim Nasional. Boateng sebenarnya punya pilihan untuk memperkuat  Timnas Jerman bersama sang adik, Jerome Boateng.
Namun, ia memilih untuk membela Timnas Ghana tepat sebelum Piala  Dunia 2010 dilangsungkan. Akan tetapi kemudian pada 2012 ia memilih  untuk menyudahi perjalannya bersama Timnas Ghana meski saat itu masih  berusia 24 tahun.
Pada 2014 Boateng sempat kembali dan tampil di laga kualifikasi  kontra Mesir. Ia berhasil mencetak satu gol yang membawanya menjadi  bagian dari Timnas Ghana di PialaDunia 2014. Namun sekali lagi ia  memutuskan untuk keluar setelah gelaran Piala Dunia selesai.
3. Lionel Messi (Argentina)

Kualitas permainan Messi bersama Barcelona jelas tak perlu diragukan.  Koleksi gelarnya bersama Blaugrana &amp;ndash;julukan Barcelona&amp;ndash; terbilang  lengkap baik level individu ataupun tim. Selama hampir satu dekade  terakhir Messi memang menjadi bagian yang sangat penting bagi Barcelona.
Akan tetapi, performa Messi bersama Timnas Argentina justru mengalami  hal sebaliknya. Hingga saat ini pemain berjuluk La Pulga itu bahkan  belum memberikan trofi bergengsi yakni Piala Dunia ntuk La Albiceleste.  Salah satu prestasi terbaiknya adalah saat meraih medali emas di ajang  Olimpiade pada 2008 lalu.
Messi sebenarnya nyaris melakukan hal itu pada 2014 kemarin. Ia  berhasil membawa Argentina ke partai final di Piala Dunia 2014 yang  berlangsung di Brasil. Namun naas, Argentina takluk 0-1 dari Jerman di  partai final.
Tekanan hebat pun dirasakan Messi setelahnya. Bintang Barcelona itu  bahkan menyatakan untuk pensiun dari Timnas. Namun, ia kemudian kembali  dan memperkuat Argentina di 2018. Sayang, Messi lagi-lagi gagal sebab  Argentina gugur di babak 16 besar.
2. Zinedine Zidane

Tidak sedikit pemain gelandang saat ini yang terinspirasi dengan  sosok yang satu ini. Mantan penggawa Timnas Prancis bisa dikatan sebagai  pemain terbaik sepanjang sejarah untuk bermain di posisinya. Sejumlah  trofi hingga pengharaan individu menjadi bukti nyata kehebatan Zidane di  lapangan hijau.
Zidane mengakhiri karier sebagai pemain dengan memenangkan beberapa  gelar juara baik untuk klub maupun tim nasional, diantaranya yakni trofi  Liga Champions dan trofi Piala Dunia. Perjalannya bersama Les Bleus  sempat menjadi perhatian.
Zizou &amp;ndash;sapaan akrab Zidane&amp;ndash; membantu Prancis ke Piala Dunia 1998 dan  Euro 2000. Akan tetapi, setelah kegagalan berturut-turut di Piala Dunia  2002 dan Euro 2004, Zidane mengumumkan pengunduran dirinya dari Timnas.
Namun ia kemudian kembali setelah diminta untuk memperkuat Timnas  Prancis di Piala Dunia 2006. Sayang, momen kembalinya ke timnas Prancis  justru diwarnai aksi kontroversi di mana saat itu ia diusir wasit  setelah melakukan tandukan kepada bek Italia, Marco Materazzi.
1. Zlatan Ibrahimovic

Ibrahimovic bisa dikatakan sebagai salah satu pemain Swedia paling   berbakat. Penggawa AC Milan itu diketahui memiliki karakter kuat baik di   dalam ataupun di luar lapangan. Ia juga menjadi pencetak gol terbanyak   di negaranya dengan 62 gol dari 116 penampilan.
Tidak heran Ibrahimovic menjadi salah satu pemain kunci Swedia hampir   di setiap ajang Internasional. Namun, ia sempat memutuskan pensiun   menyusul kegagalan Swedia di Piala Dunia 2010.
Akan tetapi ia berubah pikiran kurang dari setahun kemudian dan   menyatakan siap untuk kembali. Pensiun kedua diumumkan setelah   penyisihan penyisihan grup Swedia di Euro 2016. Zlatan awalnya sempat   terpikir untuk kembali di Piala Dunia 2018 namun hal itu ternyata tidak   terjadi.</content:encoded></item></channel></rss>
