<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mohamed Salah Dinilai Terlalu Egois</title><description>Mohamed Salah dikritik Graeme Souness.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/07/10/45/2244046/mohamed-salah-dinilai-terlalu-egois</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/07/10/45/2244046/mohamed-salah-dinilai-terlalu-egois"/><item><title>Mohamed Salah Dinilai Terlalu Egois</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/07/10/45/2244046/mohamed-salah-dinilai-terlalu-egois</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/07/10/45/2244046/mohamed-salah-dinilai-terlalu-egois</guid><pubDate>Jum'at 10 Juli 2020 02:14 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/10/45/2244046/mohamed-salah-dinilai-terlalu-egois-ws6fLVb43G.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mohamed Salah (Foto: Media Liverpool)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/10/45/2244046/mohamed-salah-dinilai-terlalu-egois-ws6fLVb43G.jpg</image><title>Mohamed Salah (Foto: Media Liverpool)</title></images><description>LIVERPOOL &amp;ndash; Liverpool meraih kemenangan dengan skor 3-1 atas Brighton &amp;amp; Hove Albion dalam lanjutan matchday ke-34 Liga Inggris 2019-2020. Dalam pertandingan tersebut, winger Liverpool, Mohamed Salah, tampil eksplosif dengan menyumbangkan dua gol dan satu assist.
Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, mengaku tidak terkejut dengan penampilan Salah tersebut. Karena menurutnya, mantan winger Fiorentina itu sangat termotivasi untuk bisa meraih gelar top skor Liga Inggris musim ini.
Kendati demikian, tanggapan seidkit berbeda justru datang dari mantan gelandang The Reds, Graeme Souness. Karena menurutnya apa yang dilakukan Salah dalam pertandingan melawan Brighton tersebut sangatlah egois.
Baca juga: Brighton vs Liverpool, Alisson: Salah Selalu Lapar Gol

Souness tidak memungkiri bahwa adalah hal yang penting bagi setiap penyerang untuk memiliki sisi egois. Sebab, hal itulah yang membuat seorang penyerang menjadi mesin pencetak gol yang hebat. Akan tetapi, ia menilai apa yang ditunjukkan Salah berada di level yang berbeda.
Salah pasalnya selalu berusaha melepaskan tembakan setiap kali mendapat kesempatan alih-alih mengoper kepada rekan setimnya yang berada di posisi lebih baik. Melihat hal tersebut, Souness pun menilai bahwa Salah menganggap gelar top skor adalah segala-galanya dan ia tak menyukai itu.
&amp;ldquo;Dia melakukannya malam ini sejak menit pertama. Saya pikir itu (Sepatu Emas) penting baginya. Dia menembak pada setiap kesempatan, dan rekan satu timnya tidak akan senang dengannya pada dua atau tiga kesempatan. Tapi dia selalu egois,&amp;rdquo; ujar Souness, memgutip dari Goal, Jumat (10/7/2020).&amp;ldquo;Saya pikir di pertandingan ini (melawan Brighton) dia sangat egois.  Dia benar-benar menginginkan Sepatu Emasnya. Mereka (Liverpool) telah  memenangkan liga, jadi dia (Salah) melakukan bagiannya untuk tim, dia  memainkan perannya, dia punya gol, dia luar biasa, dan dia menginginkan  Sepatu Emas itu,&amp;rdquo; sambungnya.
&amp;ldquo;Dan dia pikir dia ada di tim yang menciptakan peluang, jadi dia  pikir itu masih sangat wajar baginya. Saya pikir ada elemen di semua  pencetak gol bahwa mereka serakah dalam beberapa kesempatan, tapi saya  pikir dia (Salah) membawanya ke level yang berbeda,&quot; tandas Souness.
Sejak bergabung dengan Liverpool pada bursa transfer musim panas  2017, Salah sejatinya selalu tampil sebagai top skor Liga Inggris. Di  musim kompetisi 2017-2018 Salah mencetak 32 gol. Sedangkan di musim  2018-2019 membukukan 22 gol.
Maka dari itu, Salah kini berusaha untuk bisa merah gelar top skor  Liga Inggris tiga musim beruntun. Saat ini, winger 28 tahun itu telah  mengemas 19 gol. Salah tertinggal tiga gol dari bomber Leicester City,  Jamie Vardy, yang ada di posisi puncak.</description><content:encoded>LIVERPOOL &amp;ndash; Liverpool meraih kemenangan dengan skor 3-1 atas Brighton &amp;amp; Hove Albion dalam lanjutan matchday ke-34 Liga Inggris 2019-2020. Dalam pertandingan tersebut, winger Liverpool, Mohamed Salah, tampil eksplosif dengan menyumbangkan dua gol dan satu assist.
Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, mengaku tidak terkejut dengan penampilan Salah tersebut. Karena menurutnya, mantan winger Fiorentina itu sangat termotivasi untuk bisa meraih gelar top skor Liga Inggris musim ini.
Kendati demikian, tanggapan seidkit berbeda justru datang dari mantan gelandang The Reds, Graeme Souness. Karena menurutnya apa yang dilakukan Salah dalam pertandingan melawan Brighton tersebut sangatlah egois.
Baca juga: Brighton vs Liverpool, Alisson: Salah Selalu Lapar Gol

Souness tidak memungkiri bahwa adalah hal yang penting bagi setiap penyerang untuk memiliki sisi egois. Sebab, hal itulah yang membuat seorang penyerang menjadi mesin pencetak gol yang hebat. Akan tetapi, ia menilai apa yang ditunjukkan Salah berada di level yang berbeda.
Salah pasalnya selalu berusaha melepaskan tembakan setiap kali mendapat kesempatan alih-alih mengoper kepada rekan setimnya yang berada di posisi lebih baik. Melihat hal tersebut, Souness pun menilai bahwa Salah menganggap gelar top skor adalah segala-galanya dan ia tak menyukai itu.
&amp;ldquo;Dia melakukannya malam ini sejak menit pertama. Saya pikir itu (Sepatu Emas) penting baginya. Dia menembak pada setiap kesempatan, dan rekan satu timnya tidak akan senang dengannya pada dua atau tiga kesempatan. Tapi dia selalu egois,&amp;rdquo; ujar Souness, memgutip dari Goal, Jumat (10/7/2020).&amp;ldquo;Saya pikir di pertandingan ini (melawan Brighton) dia sangat egois.  Dia benar-benar menginginkan Sepatu Emasnya. Mereka (Liverpool) telah  memenangkan liga, jadi dia (Salah) melakukan bagiannya untuk tim, dia  memainkan perannya, dia punya gol, dia luar biasa, dan dia menginginkan  Sepatu Emas itu,&amp;rdquo; sambungnya.
&amp;ldquo;Dan dia pikir dia ada di tim yang menciptakan peluang, jadi dia  pikir itu masih sangat wajar baginya. Saya pikir ada elemen di semua  pencetak gol bahwa mereka serakah dalam beberapa kesempatan, tapi saya  pikir dia (Salah) membawanya ke level yang berbeda,&quot; tandas Souness.
Sejak bergabung dengan Liverpool pada bursa transfer musim panas  2017, Salah sejatinya selalu tampil sebagai top skor Liga Inggris. Di  musim kompetisi 2017-2018 Salah mencetak 32 gol. Sedangkan di musim  2018-2019 membukukan 22 gol.
Maka dari itu, Salah kini berusaha untuk bisa merah gelar top skor  Liga Inggris tiga musim beruntun. Saat ini, winger 28 tahun itu telah  mengemas 19 gol. Salah tertinggal tiga gol dari bomber Leicester City,  Jamie Vardy, yang ada di posisi puncak.</content:encoded></item></channel></rss>
