<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inter Milan Diminta Bersabar dengan Eriksen</title><description>Giuseppe Marotta menilai Christian Eriksen masih butuh waktu untuk adaptasi.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/07/07/47/2242513/inter-milan-diminta-bersabar-dengan-eriksen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/07/07/47/2242513/inter-milan-diminta-bersabar-dengan-eriksen"/><item><title>Inter Milan Diminta Bersabar dengan Eriksen</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/07/07/47/2242513/inter-milan-diminta-bersabar-dengan-eriksen</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/07/07/47/2242513/inter-milan-diminta-bersabar-dengan-eriksen</guid><pubDate>Selasa 07 Juli 2020 14:58 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/07/47/2242513/inter-milan-diminta-bersabar-dengan-eriksen-AH8yC23dRl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Christian Eriksen (Foto: Media Inter Milan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/07/47/2242513/inter-milan-diminta-bersabar-dengan-eriksen-AH8yC23dRl.jpg</image><title>Christian Eriksen (Foto: Media Inter Milan)</title></images><description>MILAN &amp;ndash; Gelandang Inter Milan, Christian Eriksen, belum bisa menampilkan performa yang memuaskan secara konsisten sejak direkrut dari Tottenham Hotpsur pada bursa transfer musim dingin 2019. Hal ini pada akhirnya membuat Eriksen mendapat kritik.
Kendati demikian, Eriksen mendapat pembelaan dari CEO Inter Milan, Giuseppe Marotta. Menurutnya semua pihak harus lebih bersabar dengan Eriksen. Sebab, gelandang berpaspor Denmark itu masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi.
Eriksen sendiri sejatinya baru pertama kali merumput di Liga Italia. Maka dari itu, Marotta menilai pemainnya tersebut membutuhkan waktu yang lebih lama untuk penyesuaian. Apalagi, sebelum ini kompetisi sempat ditangguhkan selama tiga bulan akibat pandemi Corona.
Baca juga: Alami Penurunan Performa, Lautaro Martinez Pikirkan Barcelona?

&quot;Eriksen bergabung pada Januari, jelas dengan masalah di area lapangan yang menderita beberapa absen. Dia pemain hebat dan dia pasti bisa memberi lebih banyak. Kita harus bersabar dengannya,&amp;rdquo; ujar Marotta, seperti dikutip dari Football Italia, Selasa (7/7/2020).
Kritik terhadap Eriksen itu mencuat karena belakangan ini Inter juga tampil tidak konsisten. Pada pertandingan teranyar melawan Bologna contohnya, Nerazzurri harus tumbang dengan skor 1-2. Padahal, dalam laga tersebut Bologna bermain dengan 10 orang sejak menit ke-57.
Karena kekalahan tersebut, peluang Inter untuk bisa mengudeta Juventus dari puncak klasemen pun semakin menipis. Sebab, saat ini Nerazzurri terpaut 11 poin. Akan tetapi, Marotta menegaskan bahwa Inter akan berusaha sekuat tenaga untuk memenangkan delapan pertandingan tersisa.
&quot;Ada delapan pertandingan tersisa dan 24 poin untuk diperebutkan.  Kami telah menderita empat kekalahan (di Liga Italia), begitu banyak  untuk apa yang diwakili Inter tetapi tidak banyak dalam konteks proyek  kami,&amp;rdquo; sebut Marotta.
Melihat situasi ini, Pelatih Inter, Antonio Conte, sebenarnya sudah  tidak terlalu berharap timnya bisa menggeser posisi Juve dari puncak  klasemen. Conte hanya menginginkan Inter bisa mengamankan posisi empat  besar.
Meski begitu, Inter masih memiliki peluang untuk meraih gelar juara,  yakni di pentas Liga Eropa 2019-2020. Saat ini Inter berada di babak 16  besar dan akan berhadapan dengan Getafe. Marotta menyatakan bahwa kini  Liga Eropa menjadi target utama Nerazzurri.
&quot;Mengenai Liga Eropa, kami akan berusaha memenangkannya. Kami tidak  tahu bagaimana tim-tim lain dalam kompetisi sekarang, tetapi kami harus  percaya. Kami bermain untuk menang dan ini adalah tujuan besar bagi  kami,&amp;rdquo; tegas Marotta.
</description><content:encoded>MILAN &amp;ndash; Gelandang Inter Milan, Christian Eriksen, belum bisa menampilkan performa yang memuaskan secara konsisten sejak direkrut dari Tottenham Hotpsur pada bursa transfer musim dingin 2019. Hal ini pada akhirnya membuat Eriksen mendapat kritik.
Kendati demikian, Eriksen mendapat pembelaan dari CEO Inter Milan, Giuseppe Marotta. Menurutnya semua pihak harus lebih bersabar dengan Eriksen. Sebab, gelandang berpaspor Denmark itu masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi.
Eriksen sendiri sejatinya baru pertama kali merumput di Liga Italia. Maka dari itu, Marotta menilai pemainnya tersebut membutuhkan waktu yang lebih lama untuk penyesuaian. Apalagi, sebelum ini kompetisi sempat ditangguhkan selama tiga bulan akibat pandemi Corona.
Baca juga: Alami Penurunan Performa, Lautaro Martinez Pikirkan Barcelona?

&quot;Eriksen bergabung pada Januari, jelas dengan masalah di area lapangan yang menderita beberapa absen. Dia pemain hebat dan dia pasti bisa memberi lebih banyak. Kita harus bersabar dengannya,&amp;rdquo; ujar Marotta, seperti dikutip dari Football Italia, Selasa (7/7/2020).
Kritik terhadap Eriksen itu mencuat karena belakangan ini Inter juga tampil tidak konsisten. Pada pertandingan teranyar melawan Bologna contohnya, Nerazzurri harus tumbang dengan skor 1-2. Padahal, dalam laga tersebut Bologna bermain dengan 10 orang sejak menit ke-57.
Karena kekalahan tersebut, peluang Inter untuk bisa mengudeta Juventus dari puncak klasemen pun semakin menipis. Sebab, saat ini Nerazzurri terpaut 11 poin. Akan tetapi, Marotta menegaskan bahwa Inter akan berusaha sekuat tenaga untuk memenangkan delapan pertandingan tersisa.
&quot;Ada delapan pertandingan tersisa dan 24 poin untuk diperebutkan.  Kami telah menderita empat kekalahan (di Liga Italia), begitu banyak  untuk apa yang diwakili Inter tetapi tidak banyak dalam konteks proyek  kami,&amp;rdquo; sebut Marotta.
Melihat situasi ini, Pelatih Inter, Antonio Conte, sebenarnya sudah  tidak terlalu berharap timnya bisa menggeser posisi Juve dari puncak  klasemen. Conte hanya menginginkan Inter bisa mengamankan posisi empat  besar.
Meski begitu, Inter masih memiliki peluang untuk meraih gelar juara,  yakni di pentas Liga Eropa 2019-2020. Saat ini Inter berada di babak 16  besar dan akan berhadapan dengan Getafe. Marotta menyatakan bahwa kini  Liga Eropa menjadi target utama Nerazzurri.
&quot;Mengenai Liga Eropa, kami akan berusaha memenangkannya. Kami tidak  tahu bagaimana tim-tim lain dalam kompetisi sekarang, tetapi kami harus  percaya. Kami bermain untuk menang dan ini adalah tujuan besar bagi  kami,&amp;rdquo; tegas Marotta.
</content:encoded></item></channel></rss>
