<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Antonio Conte Selalu Menjadi Simbol Juventus</title><description>Antonio Conte dinilai akan selalu dipandang sebagai simbol Juventus.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/06/28/47/2237779/antonio-conte-selalu-menjadi-simbol-juventus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/06/28/47/2237779/antonio-conte-selalu-menjadi-simbol-juventus"/><item><title>Antonio Conte Selalu Menjadi Simbol Juventus</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/06/28/47/2237779/antonio-conte-selalu-menjadi-simbol-juventus</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/06/28/47/2237779/antonio-conte-selalu-menjadi-simbol-juventus</guid><pubDate>Minggu 28 Juni 2020 21:06 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/28/47/2237779/antonio-conte-selalu-menjadi-simbol-juventus-svxFZuXuq7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Antonio Conte saat masih membela Juventus (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/28/47/2237779/antonio-conte-selalu-menjadi-simbol-juventus-svxFZuXuq7.jpg</image><title>Antonio Conte saat masih membela Juventus (Foto: AFP)</title></images><description>MILAN &amp;ndash; Bergabungnya Antonio Conte sebagai pelatih anyar Inter Milan sempat mendapat pandangan sinis oleh sejumlah pihak. Pasalnya, selama ini sosok Conte sudah sangat identik dengan Juventus, yang sejatinya adalah musuh bebuyutan Inter.
Mantan pemain Inter, Youri Djorkaeff, bahkan memandang Conte sebagai representasi alias simbol Juventus. Maklum saja, karena sebagai pemain, Conte merupakan mantan kapten Juve. Sedangkan sebagi pelatih, Conte adalah sosok yang mengantarkan Bianconeri menancapkan dominasinya di ajang Liga Italia sehingga bisa langgeng hingga sekarang.
Baca juga: Gerah dengan Tingkah Skriniar, Inter Milan Jatuhkan Denda 

Kendati demikian, Djorkaeff tidak memungkiri kalau Conte memiliki kualitas hebat sebagai pelatih. Meski ia masih merasa aneh dengan kehadiran Conte di bench Inter, namun ia berharap pelatih 50 tahun itu bisa membuat Nerazzurri meraih kejayaan.
&amp;ldquo;Conte adalah pelatih hebat, namun aneh melihatnya di Inter karena ia dan citranya mewakili simbol Juventus. Saya berharap dia akan membawa tim untuk sukses, namun kami menunggu dan melihat. Inter telah kehilangan konsistensi untuk bertarung dengan Juve. Di Italia saat ini Bianconeri berada di level yang berbeda,&amp;rdquo; terang Djorkaeff, mengutip dari Calcio Mercato, Minggu (28/6/2020).
Sejak ditangani Conte, performa Inter memang bisa dibilang semakin  membaik. Saat ini Nerazzuri bahkan menempati posisi ketiga klasemen  sementara Liga Italia 2019-2020. Akan tetapi, meeka terpaut 11 poin dari  Juve yang berada di puncak.
Saat ini kompetisi Liga Italia 2019-2020 masih menyisakan 11  giornata. Secara matematis, Inter masih bisa menyalip Juve di papan  klasemen. Akan tetapi, Romelu Lukaku dan kawan-kawan dituntut untuk  tampil konsisten jika ingin mengudeta Juve. Berikutnya, Inter akan  menghadapi Parma pada Senin 29 Juni 2020 dini hari WIB.
</description><content:encoded>MILAN &amp;ndash; Bergabungnya Antonio Conte sebagai pelatih anyar Inter Milan sempat mendapat pandangan sinis oleh sejumlah pihak. Pasalnya, selama ini sosok Conte sudah sangat identik dengan Juventus, yang sejatinya adalah musuh bebuyutan Inter.
Mantan pemain Inter, Youri Djorkaeff, bahkan memandang Conte sebagai representasi alias simbol Juventus. Maklum saja, karena sebagai pemain, Conte merupakan mantan kapten Juve. Sedangkan sebagi pelatih, Conte adalah sosok yang mengantarkan Bianconeri menancapkan dominasinya di ajang Liga Italia sehingga bisa langgeng hingga sekarang.
Baca juga: Gerah dengan Tingkah Skriniar, Inter Milan Jatuhkan Denda 

Kendati demikian, Djorkaeff tidak memungkiri kalau Conte memiliki kualitas hebat sebagai pelatih. Meski ia masih merasa aneh dengan kehadiran Conte di bench Inter, namun ia berharap pelatih 50 tahun itu bisa membuat Nerazzurri meraih kejayaan.
&amp;ldquo;Conte adalah pelatih hebat, namun aneh melihatnya di Inter karena ia dan citranya mewakili simbol Juventus. Saya berharap dia akan membawa tim untuk sukses, namun kami menunggu dan melihat. Inter telah kehilangan konsistensi untuk bertarung dengan Juve. Di Italia saat ini Bianconeri berada di level yang berbeda,&amp;rdquo; terang Djorkaeff, mengutip dari Calcio Mercato, Minggu (28/6/2020).
Sejak ditangani Conte, performa Inter memang bisa dibilang semakin  membaik. Saat ini Nerazzuri bahkan menempati posisi ketiga klasemen  sementara Liga Italia 2019-2020. Akan tetapi, meeka terpaut 11 poin dari  Juve yang berada di puncak.
Saat ini kompetisi Liga Italia 2019-2020 masih menyisakan 11  giornata. Secara matematis, Inter masih bisa menyalip Juve di papan  klasemen. Akan tetapi, Romelu Lukaku dan kawan-kawan dituntut untuk  tampil konsisten jika ingin mengudeta Juve. Berikutnya, Inter akan  menghadapi Parma pada Senin 29 Juni 2020 dini hari WIB.
</content:encoded></item></channel></rss>
