<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Shinji Kagawa soal Kegagalan Kariernya Bersama Man United</title><description>Kagawa bicara soal kegagalan kariernya bersama Man United.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/06/26/45/2236973/cerita-shinji-kagawa-soal-kegagalan-kariernya-bersama-man-united</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/06/26/45/2236973/cerita-shinji-kagawa-soal-kegagalan-kariernya-bersama-man-united"/><item><title>Cerita Shinji Kagawa soal Kegagalan Kariernya Bersama Man United</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/06/26/45/2236973/cerita-shinji-kagawa-soal-kegagalan-kariernya-bersama-man-united</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/06/26/45/2236973/cerita-shinji-kagawa-soal-kegagalan-kariernya-bersama-man-united</guid><pubDate>Jum'at 26 Juni 2020 17:49 WIB</pubDate><dc:creator>Ezha Herdanu</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/26/45/2236973/cerita-shinji-kagawa-soal-kegagalan-kariernya-bersama-man-united-o5MgoaMkSF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Shinji Kagawa (Foto: Twitter Man United)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/26/45/2236973/cerita-shinji-kagawa-soal-kegagalan-kariernya-bersama-man-united-o5MgoaMkSF.jpg</image><title>Shinji Kagawa (Foto: Twitter Man United)</title></images><description>ZARAGOZA &amp;ndash; Shinji Kagawa membeberkan penyebab kegagalannya bersinar ketika masih membela Manchester United. Kagawa mengatakan bahwa terlalu seringnya Man United berganti pelatih, jadi alasan di balik kegagalannya itu.
Sebagaimana diketahui, Kagawa memang sempat berstatus sebagai pemain Man United beberapa waktu lalu. Akan tetapi sayangnya, Kagawa gagal menunjukkan kemampuan terbaiknya sehingga hanya bertahan di Old Trafford Stadium selama dua tahun saja tepatnya 2012 hingga 2014.

Padahal, Kagawa diboyong langsung ke Man United oleh pelatih legendaris mereka, yakni Sir Alex Ferguson, yang terkenal hebat dalam mencari pemain potensial. Terlebih, Kagawa sendiri memang menunjukkan kehebatannya ketika membela Borussia Dortmund.
Baca Juga: Demi Bantu De Gea, Man United Disarankan Rekrut Nathan Ake
Sayangnya mantan pemain tim nasional (Timnas) Jepang itu hanya semusim saja berada di bawah asuhan Ferguson. Sebab di akhir musim 2012-2013, Ferguson memutuskan untuk menyudahi perjalanan panjang membesut Man United.Sementara dua pelatih penerus Ferguson, yakni David Moyes dan Louis  van Gaal, gagal mengembangkan permainan Kagawa.  Hal tersebutlah yang  membuat Kagawa akhirnya gagal bersinar bersama skuad Setan Merah.
&amp;ldquo;Ada pergantian manajer lagi saat Moyes didepak. Saat itu saya  memiliki manajer ke-empat hanya dalam dua tahun. Saya bergabung dengan  klub yang memiliki manajer sama dalam 25 tahun dan kemudian mereka  memiliki Moyes, Ryan Giggs dan van Gaal,&amp;rdquo; jelas Kagawa, seperti disadur  dari Eurosport, Jumat (26/6/2020).
Baca Juga: Beban yang Dilimpahkan ke Pogba Dinilai Terlalu Berat
&amp;ldquo;Saya tidak bermain baik di Piala Dunia Brasil 2014. Jepang jadi juru  kunci dan tersingkir. Saya merasa, saya butuh tantangan baru untuk  membantu saya kembali ke performa terbaik. Mungkin itu bisa saja di  Manchester, tetapi kemudian Angel Di Maria dan Radamel Falcao datang,&amp;rdquo;  lanjutnya.
&amp;ldquo;Itu membuat situasi saya di Man United semakin memburuk. Saya tahu  kapan waktunya pergi dari Manchester setelah dua tahun ketika Van Gaal  mengatakan kepada saya bahwa saya sudah tak memiliki tempat di tim itu,&amp;rdquo;  tutup pemain berusia 30 tahun tersebut.</description><content:encoded>ZARAGOZA &amp;ndash; Shinji Kagawa membeberkan penyebab kegagalannya bersinar ketika masih membela Manchester United. Kagawa mengatakan bahwa terlalu seringnya Man United berganti pelatih, jadi alasan di balik kegagalannya itu.
Sebagaimana diketahui, Kagawa memang sempat berstatus sebagai pemain Man United beberapa waktu lalu. Akan tetapi sayangnya, Kagawa gagal menunjukkan kemampuan terbaiknya sehingga hanya bertahan di Old Trafford Stadium selama dua tahun saja tepatnya 2012 hingga 2014.

Padahal, Kagawa diboyong langsung ke Man United oleh pelatih legendaris mereka, yakni Sir Alex Ferguson, yang terkenal hebat dalam mencari pemain potensial. Terlebih, Kagawa sendiri memang menunjukkan kehebatannya ketika membela Borussia Dortmund.
Baca Juga: Demi Bantu De Gea, Man United Disarankan Rekrut Nathan Ake
Sayangnya mantan pemain tim nasional (Timnas) Jepang itu hanya semusim saja berada di bawah asuhan Ferguson. Sebab di akhir musim 2012-2013, Ferguson memutuskan untuk menyudahi perjalanan panjang membesut Man United.Sementara dua pelatih penerus Ferguson, yakni David Moyes dan Louis  van Gaal, gagal mengembangkan permainan Kagawa.  Hal tersebutlah yang  membuat Kagawa akhirnya gagal bersinar bersama skuad Setan Merah.
&amp;ldquo;Ada pergantian manajer lagi saat Moyes didepak. Saat itu saya  memiliki manajer ke-empat hanya dalam dua tahun. Saya bergabung dengan  klub yang memiliki manajer sama dalam 25 tahun dan kemudian mereka  memiliki Moyes, Ryan Giggs dan van Gaal,&amp;rdquo; jelas Kagawa, seperti disadur  dari Eurosport, Jumat (26/6/2020).
Baca Juga: Beban yang Dilimpahkan ke Pogba Dinilai Terlalu Berat
&amp;ldquo;Saya tidak bermain baik di Piala Dunia Brasil 2014. Jepang jadi juru  kunci dan tersingkir. Saya merasa, saya butuh tantangan baru untuk  membantu saya kembali ke performa terbaik. Mungkin itu bisa saja di  Manchester, tetapi kemudian Angel Di Maria dan Radamel Falcao datang,&amp;rdquo;  lanjutnya.
&amp;ldquo;Itu membuat situasi saya di Man United semakin memburuk. Saya tahu  kapan waktunya pergi dari Manchester setelah dua tahun ketika Van Gaal  mengatakan kepada saya bahwa saya sudah tak memiliki tempat di tim itu,&amp;rdquo;  tutup pemain berusia 30 tahun tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
