<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Juventus vs Napoli, Sarri Akui Cristiano Ronaldo dkk Kurang Tajam</title><description>Juventus gagal mengangkat trofi Coppa Italia 2019-2020 lantaran ditumbangkan Napoli di partai final.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/06/18/47/2231982/juventus-vs-napoli-sarri-akui-cristiano-ronaldo-dkk-kurang-tajam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/06/18/47/2231982/juventus-vs-napoli-sarri-akui-cristiano-ronaldo-dkk-kurang-tajam"/><item><title>Juventus vs Napoli, Sarri Akui Cristiano Ronaldo dkk Kurang Tajam</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/06/18/47/2231982/juventus-vs-napoli-sarri-akui-cristiano-ronaldo-dkk-kurang-tajam</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/06/18/47/2231982/juventus-vs-napoli-sarri-akui-cristiano-ronaldo-dkk-kurang-tajam</guid><pubDate>Kamis 18 Juni 2020 06:04 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/18/47/2231982/juventus-vs-napoli-sarri-akui-cristiano-ronaldo-dkk-kurang-tajam-M7d4SjjQ1w.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Juventus vs Napoli (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/18/47/2231982/juventus-vs-napoli-sarri-akui-cristiano-ronaldo-dkk-kurang-tajam-M7d4SjjQ1w.JPG</image><title>Juventus vs Napoli (Foto: Reuters)</title></images><description>ROMA &amp;ndash; Juventus gagal mengangkat trofi Coppa Italia 2019-2020 lantaran ditumbangkan Napoli di partai final. Tim berjuluk Bianconeri itu tumbang di babak adu penalti setelah selama 90 menit bermain imbang 0-0. Menanggapi kekalahan ini, Pelatih Juventus, Maurizio Sarri, mengakui kalau timnya kurang tajam.
Dalam pertandingan tersebut, Juve sebenarnya mampu menguasasi bola dan memperoleh banyak peluang emas. Di sisi lain, Napoli bermain bertahan dan mengandalkan serangan balik. Akan tetapi, peluang-peluang yang diperoleh Juve tak ada satu pun yang mampu dikonversi menjadi gol.
Baca juga: Juventus vs Napoli, Cuadrado: Mereka Bertahan dengan 11 Pemain

Menurut Sarri, tak ada kesalahan taktik yang dilakukan timnya dalam pertandingan tersebut. Ia menilai satu-satunya hal yang membuat laga di waktu normal berakhir imbang adalah karena buruknya penyelesaian akhir. Selain itu, Sarri juga menyoroti skill individu anak-anak asuhannya karena kesulitan untuk bisa melewati para pemain Napoli.
&quot;Ada kekecewaan untuk klub, para pemain dan para penggemar, tetapi pada saat ini kami tidak bisa berbuat lebih banyak, karena kami kurang tajam. Kami kehilangan beberapa pemain dan harus membuat beberapa pilihan berbeda dari biasanya, karena tingkat kebugaran kami tidak optimal,&amp;rdquo; tutur Sarri, seperti dikutip dari Football Italia, Kamis (18/6/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8xNy83LzEyMTQ2Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Kami menjaga bola dengan baik, tetapi tidak memiliki ketajaman untuk  mengubahnya menjadi peluang mencetak gol yang berbahaya. Kami kesulitan  untuk melewati pemain-pemain lawan. Kami memiliki tim yang dibangun  atas individu-individu yang biasanya bisa melakukan itu dengan sangat  baik,&amp;rdquo; lanjutnya.
&amp;ldquo;Saya tidak berpikir kami kekurangan tekad, karena kami benar-benar  terkonsentrasi selama 90 menit dan Anda tidak dapat melakukannya tanpa  tekad. Saya pikir masalahnya adalah karakteristiknya, karena ini adalah  para pemain yang terbiasa membawa pria dan pada saat itu tidak datang  begitu saja,&quot; tandas mantan juru taktik Empoli tersebut.
</description><content:encoded>ROMA &amp;ndash; Juventus gagal mengangkat trofi Coppa Italia 2019-2020 lantaran ditumbangkan Napoli di partai final. Tim berjuluk Bianconeri itu tumbang di babak adu penalti setelah selama 90 menit bermain imbang 0-0. Menanggapi kekalahan ini, Pelatih Juventus, Maurizio Sarri, mengakui kalau timnya kurang tajam.
Dalam pertandingan tersebut, Juve sebenarnya mampu menguasasi bola dan memperoleh banyak peluang emas. Di sisi lain, Napoli bermain bertahan dan mengandalkan serangan balik. Akan tetapi, peluang-peluang yang diperoleh Juve tak ada satu pun yang mampu dikonversi menjadi gol.
Baca juga: Juventus vs Napoli, Cuadrado: Mereka Bertahan dengan 11 Pemain

Menurut Sarri, tak ada kesalahan taktik yang dilakukan timnya dalam pertandingan tersebut. Ia menilai satu-satunya hal yang membuat laga di waktu normal berakhir imbang adalah karena buruknya penyelesaian akhir. Selain itu, Sarri juga menyoroti skill individu anak-anak asuhannya karena kesulitan untuk bisa melewati para pemain Napoli.
&quot;Ada kekecewaan untuk klub, para pemain dan para penggemar, tetapi pada saat ini kami tidak bisa berbuat lebih banyak, karena kami kurang tajam. Kami kehilangan beberapa pemain dan harus membuat beberapa pilihan berbeda dari biasanya, karena tingkat kebugaran kami tidak optimal,&amp;rdquo; tutur Sarri, seperti dikutip dari Football Italia, Kamis (18/6/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8xNy83LzEyMTQ2Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Kami menjaga bola dengan baik, tetapi tidak memiliki ketajaman untuk  mengubahnya menjadi peluang mencetak gol yang berbahaya. Kami kesulitan  untuk melewati pemain-pemain lawan. Kami memiliki tim yang dibangun  atas individu-individu yang biasanya bisa melakukan itu dengan sangat  baik,&amp;rdquo; lanjutnya.
&amp;ldquo;Saya tidak berpikir kami kekurangan tekad, karena kami benar-benar  terkonsentrasi selama 90 menit dan Anda tidak dapat melakukannya tanpa  tekad. Saya pikir masalahnya adalah karakteristiknya, karena ini adalah  para pemain yang terbiasa membawa pria dan pada saat itu tidak datang  begitu saja,&quot; tandas mantan juru taktik Empoli tersebut.
</content:encoded></item></channel></rss>
