<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jelang Bayern vs Monchengladbach, Sommer Kenang Penyelamatan Gemilangnya </title><description>Yann Sommer melakukan penyelamatan gemilang yang disebut Finger of God.&amp;nbsp;</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/06/12/51/2228947/jelang-bayern-vs-monchengladbach-sommer-kenang-penyelamatan-gemilangnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/06/12/51/2228947/jelang-bayern-vs-monchengladbach-sommer-kenang-penyelamatan-gemilangnya"/><item><title>Jelang Bayern vs Monchengladbach, Sommer Kenang Penyelamatan Gemilangnya </title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/06/12/51/2228947/jelang-bayern-vs-monchengladbach-sommer-kenang-penyelamatan-gemilangnya</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/06/12/51/2228947/jelang-bayern-vs-monchengladbach-sommer-kenang-penyelamatan-gemilangnya</guid><pubDate>Jum'at 12 Juni 2020 15:18 WIB</pubDate><dc:creator>Wikanto Arungbudoyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/12/51/2228947/jelang-bayern-vs-monchengladbach-sommer-kenang-penyelamatan-gemilangnya-wJFcKdcmJz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Aksi Yann Sommer menyelamatkan bola dengan satu jari (Foto: Bayern Munich)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/12/51/2228947/jelang-bayern-vs-monchengladbach-sommer-kenang-penyelamatan-gemilangnya-wJFcKdcmJz.jpg</image><title>Aksi Yann Sommer menyelamatkan bola dengan satu jari (Foto: Bayern Munich)</title></images><description>MONCHENGLADBACH &amp;ndash; Pertemuan pertama antara Borussia Monchengladbach vs Bayern Munich pada Desember 2019 menyisakan cerita tersendiri soal penyelamatan gemilang Yann Sommer. Sebab, kiper Die Fohlen itu  menyelamatkan bola tepat di garis gawang dengan satu jarinya.
Situasi itu bermula ketika Joshua Kimmich melepaskan tembakan dari luar kotak penalti pada menit 29. Meski pandangannya terhalang, Yann Sommer dapat bereaksi dengan cepat. Bola berhasil diselamatkan dengan kaki. Kerasnya tembakan membuat bola tetap bisa bergulir hingga nyaris melewati garis.
Baca juga: Hadapi Bayern, Kiper Monchengladbach Bertekad Jaga Rekor Positif

Dalam hitungan detik, Yann Sommer langsung merebahkan tubuh dan menghalau bola dengan menggunakan jarinya. Alhasil, bola belum sepenuhnya melewati garis gawang. Satu kali putaran putaran dan teknologi garis gawang akan mengesahkannya sebagai gol.
Penyelamatan tersebut langsung dilabeli sebagai &amp;lsquo;Finger of God&amp;rsquo; oleh pecinta Liga Jerman. Yann Sommer mengaku dirinya beruntung bisa bereaksi dengan cepat dalam situasi genting. Instingnya sebagai kiper langsung bekerja ketika melihat bola bergulir hendak melewati garis gawang.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8xMi83LzEyMTQyOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Pada akhirnya, itu adalah situasi yang sempurna karena bola tidak masuk gawang. Bola sempat bergulir melewati lengan saya dan seterusnya murni hasil reaksi. Saya tahu bola akan melewati garis sehingga saya harus menariknya. Saya sedikit beruntung dan senang dengan hasil akhirnya,&amp;rdquo; ucap Yann Sommer merujuk kemenangan 2-1 timnya atas Bayern Munich, dikutip dari laman resmi Bundesliga, Jumat (12/6/2020).
&amp;ldquo;Mungkin itu adalah reaksi paling spektakuler sepanjang karier saya. Akan tetapi, itu sedikit diwarnai keberuntungan karena dalam situasi itu, bola diselamatkan dengan satu jari di momen terakhir. Saat itu, saya yakin bola sudah lewat garis, tetapi saya senang wasit mengambil keputusan yang tepat,&amp;rdquo; imbuh kiper berusia 31 tahun itu.
Aksi Yann Sommer tersebut terbukti krusial membantu skuad arahan Marco Rose memetik kemenangan 2-1. Andai bola masuk ke gawang, Borussia Monchengladbach akan tertinggal lebih dulu 0-1 dari tamunya. Laga tersebut berakhir dengan dramatis usai gol Ramy Bensebaini pada injury time babak kedua.
</description><content:encoded>MONCHENGLADBACH &amp;ndash; Pertemuan pertama antara Borussia Monchengladbach vs Bayern Munich pada Desember 2019 menyisakan cerita tersendiri soal penyelamatan gemilang Yann Sommer. Sebab, kiper Die Fohlen itu  menyelamatkan bola tepat di garis gawang dengan satu jarinya.
Situasi itu bermula ketika Joshua Kimmich melepaskan tembakan dari luar kotak penalti pada menit 29. Meski pandangannya terhalang, Yann Sommer dapat bereaksi dengan cepat. Bola berhasil diselamatkan dengan kaki. Kerasnya tembakan membuat bola tetap bisa bergulir hingga nyaris melewati garis.
Baca juga: Hadapi Bayern, Kiper Monchengladbach Bertekad Jaga Rekor Positif

Dalam hitungan detik, Yann Sommer langsung merebahkan tubuh dan menghalau bola dengan menggunakan jarinya. Alhasil, bola belum sepenuhnya melewati garis gawang. Satu kali putaran putaran dan teknologi garis gawang akan mengesahkannya sebagai gol.
Penyelamatan tersebut langsung dilabeli sebagai &amp;lsquo;Finger of God&amp;rsquo; oleh pecinta Liga Jerman. Yann Sommer mengaku dirinya beruntung bisa bereaksi dengan cepat dalam situasi genting. Instingnya sebagai kiper langsung bekerja ketika melihat bola bergulir hendak melewati garis gawang.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8xMi83LzEyMTQyOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Pada akhirnya, itu adalah situasi yang sempurna karena bola tidak masuk gawang. Bola sempat bergulir melewati lengan saya dan seterusnya murni hasil reaksi. Saya tahu bola akan melewati garis sehingga saya harus menariknya. Saya sedikit beruntung dan senang dengan hasil akhirnya,&amp;rdquo; ucap Yann Sommer merujuk kemenangan 2-1 timnya atas Bayern Munich, dikutip dari laman resmi Bundesliga, Jumat (12/6/2020).
&amp;ldquo;Mungkin itu adalah reaksi paling spektakuler sepanjang karier saya. Akan tetapi, itu sedikit diwarnai keberuntungan karena dalam situasi itu, bola diselamatkan dengan satu jari di momen terakhir. Saat itu, saya yakin bola sudah lewat garis, tetapi saya senang wasit mengambil keputusan yang tepat,&amp;rdquo; imbuh kiper berusia 31 tahun itu.
Aksi Yann Sommer tersebut terbukti krusial membantu skuad arahan Marco Rose memetik kemenangan 2-1. Andai bola masuk ke gawang, Borussia Monchengladbach akan tertinggal lebih dulu 0-1 dari tamunya. Laga tersebut berakhir dengan dramatis usai gol Ramy Bensebaini pada injury time babak kedua.
</content:encoded></item></channel></rss>
