<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dybala Akui Sempat Dapat Tawaran dari Man United, Tottenham, dan PSG</title><description>Pada bursa transfer musim panas 2019 Paulo Dybala sudah sangat dekat dengan pintu keluar Juventus.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/06/10/51/2227270/dybala-akui-sempat-dapat-tawaran-dari-man-united-tottenham-dan-psg</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/06/10/51/2227270/dybala-akui-sempat-dapat-tawaran-dari-man-united-tottenham-dan-psg"/><item><title>Dybala Akui Sempat Dapat Tawaran dari Man United, Tottenham, dan PSG</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/06/10/51/2227270/dybala-akui-sempat-dapat-tawaran-dari-man-united-tottenham-dan-psg</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/06/10/51/2227270/dybala-akui-sempat-dapat-tawaran-dari-man-united-tottenham-dan-psg</guid><pubDate>Rabu 10 Juni 2020 03:28 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/10/51/2227270/dybala-akui-sempat-dapat-tawaran-dari-man-united-tottenham-dan-psg-jZexaEm51j.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Paulo Dybala (Foto: Media Juventus)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/10/51/2227270/dybala-akui-sempat-dapat-tawaran-dari-man-united-tottenham-dan-psg-jZexaEm51j.jpg</image><title>Paulo Dybala (Foto: Media Juventus)</title></images><description>TURIN &amp;ndash; Pada bursa transfer musim panas 2019 Paulo Dybala sudah sangat dekat dengan pintu keluar Juventus. Diakui oleh penyerang asal Argentina tersebut bahwa pada saat itu ia mendapat tawaran dari sejumlah klub, seperti Manchester United, Tottenham Hotspur, dan Paris Saint-Germain (PSG).
Ketika itu, Dybala sebenarnya tak masuk ke dalam proyek Juve. Maka dari itu, Bianconeri berusaha untuk menguangkan La Joya -julukan Dybala. Sebab, sejak kedatangan Cristiano Ronaldo pada musim panas 2018, posisi bermain Dybala mulai tergeser dan menjadi tidak efektif.
Baca juga: Tifosi Liga Italia Bisa Kembali Hadir ke Stadion pada Agustus 2020 

Dybala jadi lebih sering bermain melebar dan ia kesulitan untuk menampilkan performa terbaiknya. Dybala sendiri mengakui bahwa pada paruh kedua musim 2018-2019 ia gagal bermain gemilang. Akan tetapi, hal itulah yang membuat Dybala menolak hengkang.
Mantan bintang Palermo itu pasalnya tak ingin meninggalkan Juve dengan kondisi menyedihkan, yakni sebagai pemain buangan. Maka dari itu, ia bersikeras untuk bertahan di Juve. Pada akhirnya, kehadiran Maurizio Sarri sebagai pelatih justru mengubah nasib Dybala. Sebab, dengan formasi racikan Sarri, Dybala mampu mengeluarkan potensi terbaiknya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8wOS83LzEyMTQwMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Itu kurang lebih tahun lalu ketika Juventus tidak ingin mengandalkan  saya, tidak ingin saya terus bermain di sini. Saat itulah saya  dihubungi dan ada beberapa klub yang tertarik pada saya. Di antaranya  adalah Manchester United dan Tottenham,&amp;rdquo; ungkap Dybala, seperti dilansir  dari Goal, Rabu (10/6/2020).
&quot;Saya berpikir untuk waktu yang lama ada percakapan, kemudian Paris  Saint-Germain juga muncul. Saya tidak berbicara langsung dengan salah  satu dari mereka, tetapi ada percakapan dengan klub. Namun, niat saya  pada saat itu adalah untuk bertahan,&amp;rdquo; sambung La Joya.
&amp;ldquo;Saya tidak memiliki tahun yang baik atau positif selama enam bulan  terakhir, jadi saya tidak ingin pergi dengan citra itu karena saya pikir  saya telah memberikan klub banyak momen menyenangkan dan tidak adil  jika saya pergi seperti itu. Jadi saya juga menyampaikan bahwa niat saya  adalah bertahan, bekerja untuk tumbuh dan memberikan yang terbaik di  sini,&amp;rdquo; pungkas Dybala.</description><content:encoded>TURIN &amp;ndash; Pada bursa transfer musim panas 2019 Paulo Dybala sudah sangat dekat dengan pintu keluar Juventus. Diakui oleh penyerang asal Argentina tersebut bahwa pada saat itu ia mendapat tawaran dari sejumlah klub, seperti Manchester United, Tottenham Hotspur, dan Paris Saint-Germain (PSG).
Ketika itu, Dybala sebenarnya tak masuk ke dalam proyek Juve. Maka dari itu, Bianconeri berusaha untuk menguangkan La Joya -julukan Dybala. Sebab, sejak kedatangan Cristiano Ronaldo pada musim panas 2018, posisi bermain Dybala mulai tergeser dan menjadi tidak efektif.
Baca juga: Tifosi Liga Italia Bisa Kembali Hadir ke Stadion pada Agustus 2020 

Dybala jadi lebih sering bermain melebar dan ia kesulitan untuk menampilkan performa terbaiknya. Dybala sendiri mengakui bahwa pada paruh kedua musim 2018-2019 ia gagal bermain gemilang. Akan tetapi, hal itulah yang membuat Dybala menolak hengkang.
Mantan bintang Palermo itu pasalnya tak ingin meninggalkan Juve dengan kondisi menyedihkan, yakni sebagai pemain buangan. Maka dari itu, ia bersikeras untuk bertahan di Juve. Pada akhirnya, kehadiran Maurizio Sarri sebagai pelatih justru mengubah nasib Dybala. Sebab, dengan formasi racikan Sarri, Dybala mampu mengeluarkan potensi terbaiknya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8wOS83LzEyMTQwMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Itu kurang lebih tahun lalu ketika Juventus tidak ingin mengandalkan  saya, tidak ingin saya terus bermain di sini. Saat itulah saya  dihubungi dan ada beberapa klub yang tertarik pada saya. Di antaranya  adalah Manchester United dan Tottenham,&amp;rdquo; ungkap Dybala, seperti dilansir  dari Goal, Rabu (10/6/2020).
&quot;Saya berpikir untuk waktu yang lama ada percakapan, kemudian Paris  Saint-Germain juga muncul. Saya tidak berbicara langsung dengan salah  satu dari mereka, tetapi ada percakapan dengan klub. Namun, niat saya  pada saat itu adalah untuk bertahan,&amp;rdquo; sambung La Joya.
&amp;ldquo;Saya tidak memiliki tahun yang baik atau positif selama enam bulan  terakhir, jadi saya tidak ingin pergi dengan citra itu karena saya pikir  saya telah memberikan klub banyak momen menyenangkan dan tidak adil  jika saya pergi seperti itu. Jadi saya juga menyampaikan bahwa niat saya  adalah bertahan, bekerja untuk tumbuh dan memberikan yang terbaik di  sini,&amp;rdquo; pungkas Dybala.</content:encoded></item></channel></rss>
