<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sterling: Rasisme Adalah Penyakit yang Perlu Diberantas </title><description>Sterling turut buka suara soal terkait kasus rasisme yang kini tengah ramai diperbincangkan.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/06/08/45/2226383/sterling-rasisme-adalah-penyakit-yang-perlu-diberantas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/06/08/45/2226383/sterling-rasisme-adalah-penyakit-yang-perlu-diberantas"/><item><title>Sterling: Rasisme Adalah Penyakit yang Perlu Diberantas </title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/06/08/45/2226383/sterling-rasisme-adalah-penyakit-yang-perlu-diberantas</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/06/08/45/2226383/sterling-rasisme-adalah-penyakit-yang-perlu-diberantas</guid><pubDate>Senin 08 Juni 2020 16:59 WIB</pubDate><dc:creator>Djanti Virantika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/08/45/2226383/sterling-rasisme-adalah-penyakit-yang-perlu-diberantas-Q4ydAlyERY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Raheem Sterling. (Foto: Twitter Raheem Sterling)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/08/45/2226383/sterling-rasisme-adalah-penyakit-yang-perlu-diberantas-Q4ydAlyERY.jpg</image><title>Raheem Sterling. (Foto: Twitter Raheem Sterling)</title></images><description>MANCHESTER &amp;ndash; Penyerang Manchester City, Raheem Sterling, menyoroti kasus rasisme yang kini tengah ramai diperbincangkan. Baginya, rasisme adalah penyakit yang benar-benar perlu diberantas kehidupan ini.
Masyarakat di dunia kini memang tengah berbondong-bondong menyurakan protes agar kasus rasisme bisa segera diberantas. Protes muncul setelah kasus kematian George Floyd, seorang pria kulit hitam di Amerika Serikat.

Floyd diketahui meregang nyawa akibat lehernya ditindih oleh lutut seorang perwira polisi AS. Peristiwa itu terjadi pada Minggu 25 Mei 2020. Meski telah memohon agar sang polisi tak menekan lehernya dengan lutut, hal itu tetap terus dilakukan hingga Floyd meninggal dunia.
BACA JUGA: Hadapi Man City Usai Aston Villa dalam Comeback Liga Inggris, Lampard: Ini Awal yang Sulit
Kasus ini pun mendapat perhatian besar dari masyarakat dunia. Mereka terus memberi dukungan lewat gerakan Black Lives Matter. Sterling pun merasa masalah terkait rasisme memang harus diberantas karena telah menjadi penyakit.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8wOC83LzEyMTM5NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Saya tahu ini mungkin kedengarannya sedikit klise, tetapi satu-satunya penyakit saat ini adalah rasisme yang sedang kami lawan. Ini adalah hal yang paling penting pada saat ini karena ini telah terjadi selama bertahun-tahun. Sama seperti pandemi, kami ingin menemukan solusi untuk menghentikannya,&amp;rdquo; ujar Sterling, sebagaimana dikutip dari Goal, Senin (8/6/2020).
&amp;ldquo;Pada saat yang sama, inilah yang dilakukan oleh semua pemrotes ini. Mereka berusaha menemukan solusi dan cara untuk menghentikan ketidakadilan yang mereka lihat dan mereka berjuang untuk tujuan mereka. Selama mereka melakukannya dengan damai dan aman dan tidak menyakiti siapa pun, serta tidak membobol toko, mereka terus memprotes dengan cara damai ini,&amp;rdquo; tukasnya.</description><content:encoded>MANCHESTER &amp;ndash; Penyerang Manchester City, Raheem Sterling, menyoroti kasus rasisme yang kini tengah ramai diperbincangkan. Baginya, rasisme adalah penyakit yang benar-benar perlu diberantas kehidupan ini.
Masyarakat di dunia kini memang tengah berbondong-bondong menyurakan protes agar kasus rasisme bisa segera diberantas. Protes muncul setelah kasus kematian George Floyd, seorang pria kulit hitam di Amerika Serikat.

Floyd diketahui meregang nyawa akibat lehernya ditindih oleh lutut seorang perwira polisi AS. Peristiwa itu terjadi pada Minggu 25 Mei 2020. Meski telah memohon agar sang polisi tak menekan lehernya dengan lutut, hal itu tetap terus dilakukan hingga Floyd meninggal dunia.
BACA JUGA: Hadapi Man City Usai Aston Villa dalam Comeback Liga Inggris, Lampard: Ini Awal yang Sulit
Kasus ini pun mendapat perhatian besar dari masyarakat dunia. Mereka terus memberi dukungan lewat gerakan Black Lives Matter. Sterling pun merasa masalah terkait rasisme memang harus diberantas karena telah menjadi penyakit.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8wOC83LzEyMTM5NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Saya tahu ini mungkin kedengarannya sedikit klise, tetapi satu-satunya penyakit saat ini adalah rasisme yang sedang kami lawan. Ini adalah hal yang paling penting pada saat ini karena ini telah terjadi selama bertahun-tahun. Sama seperti pandemi, kami ingin menemukan solusi untuk menghentikannya,&amp;rdquo; ujar Sterling, sebagaimana dikutip dari Goal, Senin (8/6/2020).
&amp;ldquo;Pada saat yang sama, inilah yang dilakukan oleh semua pemrotes ini. Mereka berusaha menemukan solusi dan cara untuk menghentikan ketidakadilan yang mereka lihat dan mereka berjuang untuk tujuan mereka. Selama mereka melakukannya dengan damai dan aman dan tidak menyakiti siapa pun, serta tidak membobol toko, mereka terus memprotes dengan cara damai ini,&amp;rdquo; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
