<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pernah Gabung AC Milan, Bonucci: Itu Keputusan yang Buruk</title><description>Bonucci gagal bersinar bersama Milan sehingga hanya bertahan satu musim di sana.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/06/07/47/2225905/pernah-gabung-ac-milan-bonucci-itu-keputusan-yang-buruk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/06/07/47/2225905/pernah-gabung-ac-milan-bonucci-itu-keputusan-yang-buruk"/><item><title>Pernah Gabung AC Milan, Bonucci: Itu Keputusan yang Buruk</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/06/07/47/2225905/pernah-gabung-ac-milan-bonucci-itu-keputusan-yang-buruk</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/06/07/47/2225905/pernah-gabung-ac-milan-bonucci-itu-keputusan-yang-buruk</guid><pubDate>Minggu 07 Juni 2020 16:54 WIB</pubDate><dc:creator>Ramdani Bur</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/07/47/2225905/pernah-gabung-ac-milan-bonucci-itu-keputusan-yang-buruk-vNJ9C20745.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Leonardo Bonucci saat membela Milan. (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/07/47/2225905/pernah-gabung-ac-milan-bonucci-itu-keputusan-yang-buruk-vNJ9C20745.jpg</image><title>Leonardo Bonucci saat membela Milan. (Foto: Istimewa)</title></images><description>MILAN &amp;ndash; Bek Juventus, Leonardo Bonucci, menilai keputusannya hengkang ke AC Milan pada musim panas 2017 merupakan pilihan yang buruk. Bonucci menyesal pindah ke Milan karena telah meninggalkan Juventus yang dianggapnya lebih dari keluarga.
Bonucci sukses besar selama tujuh musim (2010-2017) membela Juventus. Dalam kurun waktu tersebut, pemain yang identik dengan nomor punggung 19 itu memberikan enam trofi Liga Italia bagi Bianconeri &amp;ndash;julukan Juventus.

(Bonucci saat bela AC Milan)
Ketika musim 2016-2017 berjalan tiga perempat jalan, Bonucci sempat terlibat friksi dengan pelatih Juventus kala itu, Massimilaino Allegri. Sejak saat itu, hubungan Bonucci dengan Allegri memanas dan puncaknya terjadi setelah Juventus kalah 1-4 dari Real Madrid di final Liga Champions 2016-2017.
BACA JUGA: Liga Italia 2019-2020 Bisa Berakhir Tanpa Juara
Saat itu, kabarnya Bonucci terlibat perdebatan dengan sejumlah pemain Juventus seperti Paulo Dybala hingga Dani Alves. Alhasil, pada bursa transfer musim panas 2017 Bonucci hengkang ke AC Milan setelah ditebus seharga 42 juta euro (667,9 miliar).
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wMy8wOS83LzEyMTIyMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Saat itu, Bonucci merupakan satu dari 11 pemain yang didatangkan Direktur Olahraga Milan kala itu, Massimiliano Mirabelli. Namun, Bonucci gagal memberikan hasil optimal kepada Milan. Sebab, Milan hanya finis di posisi enam klasemen akhir Liga Italia 2017-2018.
Singkat kata, ketika mendapat tawaran kembali ke Juventus pada bursa transfer musim panas 2018, Bonucci tidak berpikir dua kali. Alhasil, hingga kini Bonucci berstatus sebagai pemain belakang andalan si Nyonya Tua.
&amp;ldquo;Itu (meninggalkan Juventus) merupakan musim yang sulit bagi saya, baik secara pribadi maupun profesional. Ada beberapa ketidaksepakatan, terutama setelah kami kalah di final Liga Champions. Pada akhirnya, saya membuat keputusan yang buruk (pindah ke Milan),&amp;rdquo; kata Bonucci mengutip dari Football Italia, Minggu (7/6/2020).
&amp;ldquo;Meski begitu, pindah ke Milan benar-benar mempengaruhi karier saya, yang mana meningkatkan saya sebagai seorang pria. Singkat kata, pada akhirnya saya senang bisa kembali ke rumah,&amp;rdquo; tutup Bonucci yang turun dalam 51 laga bersama Milan di musim 2017-2018.
</description><content:encoded>MILAN &amp;ndash; Bek Juventus, Leonardo Bonucci, menilai keputusannya hengkang ke AC Milan pada musim panas 2017 merupakan pilihan yang buruk. Bonucci menyesal pindah ke Milan karena telah meninggalkan Juventus yang dianggapnya lebih dari keluarga.
Bonucci sukses besar selama tujuh musim (2010-2017) membela Juventus. Dalam kurun waktu tersebut, pemain yang identik dengan nomor punggung 19 itu memberikan enam trofi Liga Italia bagi Bianconeri &amp;ndash;julukan Juventus.

(Bonucci saat bela AC Milan)
Ketika musim 2016-2017 berjalan tiga perempat jalan, Bonucci sempat terlibat friksi dengan pelatih Juventus kala itu, Massimilaino Allegri. Sejak saat itu, hubungan Bonucci dengan Allegri memanas dan puncaknya terjadi setelah Juventus kalah 1-4 dari Real Madrid di final Liga Champions 2016-2017.
BACA JUGA: Liga Italia 2019-2020 Bisa Berakhir Tanpa Juara
Saat itu, kabarnya Bonucci terlibat perdebatan dengan sejumlah pemain Juventus seperti Paulo Dybala hingga Dani Alves. Alhasil, pada bursa transfer musim panas 2017 Bonucci hengkang ke AC Milan setelah ditebus seharga 42 juta euro (667,9 miliar).
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wMy8wOS83LzEyMTIyMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Saat itu, Bonucci merupakan satu dari 11 pemain yang didatangkan Direktur Olahraga Milan kala itu, Massimiliano Mirabelli. Namun, Bonucci gagal memberikan hasil optimal kepada Milan. Sebab, Milan hanya finis di posisi enam klasemen akhir Liga Italia 2017-2018.
Singkat kata, ketika mendapat tawaran kembali ke Juventus pada bursa transfer musim panas 2018, Bonucci tidak berpikir dua kali. Alhasil, hingga kini Bonucci berstatus sebagai pemain belakang andalan si Nyonya Tua.
&amp;ldquo;Itu (meninggalkan Juventus) merupakan musim yang sulit bagi saya, baik secara pribadi maupun profesional. Ada beberapa ketidaksepakatan, terutama setelah kami kalah di final Liga Champions. Pada akhirnya, saya membuat keputusan yang buruk (pindah ke Milan),&amp;rdquo; kata Bonucci mengutip dari Football Italia, Minggu (7/6/2020).
&amp;ldquo;Meski begitu, pindah ke Milan benar-benar mempengaruhi karier saya, yang mana meningkatkan saya sebagai seorang pria. Singkat kata, pada akhirnya saya senang bisa kembali ke rumah,&amp;rdquo; tutup Bonucci yang turun dalam 51 laga bersama Milan di musim 2017-2018.
</content:encoded></item></channel></rss>
