<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Legenda Ingatkan Fans Liverpool untuk Mendukung Klub, Bukan Pemain</title><description>John Barnes ingatkan fans Liverpool untuk tidak berlebihan menyukai pemain.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/06/03/45/2223628/legenda-ingatkan-fans-liverpool-untuk-mendukung-klub-bukan-pemain</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/06/03/45/2223628/legenda-ingatkan-fans-liverpool-untuk-mendukung-klub-bukan-pemain"/><item><title>Legenda Ingatkan Fans Liverpool untuk Mendukung Klub, Bukan Pemain</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/06/03/45/2223628/legenda-ingatkan-fans-liverpool-untuk-mendukung-klub-bukan-pemain</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/06/03/45/2223628/legenda-ingatkan-fans-liverpool-untuk-mendukung-klub-bukan-pemain</guid><pubDate>Rabu 03 Juni 2020 06:19 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/03/45/2223628/legenda-ingatkan-fans-liverpool-untuk-mendukung-klub-bukan-pemain-zRTKAcT3XU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemain Liverpool selebrasi (Foto: Media Liverpool)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/03/45/2223628/legenda-ingatkan-fans-liverpool-untuk-mendukung-klub-bukan-pemain-zRTKAcT3XU.jpg</image><title>Pemain Liverpool selebrasi (Foto: Media Liverpool)</title></images><description>LIVERPOOL &amp;ndash; Performa apik yang ditunjukkan Liverpool dalam tiga musim terakhir membuat sebagian besar fans The Reds beranggapan bahwa mereka memiliki pemain-pemain terbaik sehingga selalu dielu-elukan. Hal tersebut memang tidak salah, namun legenda Liverpool, John Barnes, mengingatkan para fans untuk tidak terlalu berlebihan mengagumi pemain.
Menurut Barnes, hal yang paling benar dalam sepakbola adalah mendukung klub, bukan pemain. Pasalnya, pemain selalu datang dan pergi seiring berjalannya waktu. Tak jarang pula, para fans pun merasakan sakit hati ketika pemain-pemain yang sangat diidolakannya hengkang.
Baca juga: Liverpool dan Man City Sukses karena Punya Manajer yang Disegani

Fans Liverpool sendiri tentunya sudah akrab dengan hal tersebut, di mana mereka telah merasakan sakitnya kehilangan Fernando Torres, Luis Suarez, hingga Philippe Coutinho. Maka dari itu, Barnes tak ingin para fans terlalu berlebihan juga saat memandang Sadio Mane, Mohamed Salah, Virgil van Dijk, dan penggawa The Reds lainnya.
Selain itu, kecintaan yang berlebihan terhadap pemain juga akan membuat suasana tim menjadi tidak kondusif. Pasalnya, tak jarang para pemain akhirnya menjadi besar kepala dan bersikap arogan karena merasa dirinya lebih besar dari klub.
&amp;ldquo;Saya selalu memberi tahu para fans untuk mendukung klub dan bukan  para pemain. Seorang pemain tidak boleh dipaksa untuk tetap di klub.  Karena itu akan membuat pemain merasa lebih kuat dari klub dan karenanya  itu akan membuatnya kurang bertanggung jawab atas penampilannya di  lapangan,&amp;rdquo; terang Barnes, seperti dilansir dari Goal, Rabu (3/5/2020).
&amp;ldquo;Hal baiknya adalah saya bisa menjamin bahwa situasi seperti itu  tidak akan muncul di bawah (Jurgen) Klopp karena kontrol yang dia miliki  atas para pemain dan klub. Para pemain tahu bahwa mereka tidak bisa  melampaui batas mereka dengan dia yang memimpin,&amp;rdquo; sambungnya.
</description><content:encoded>LIVERPOOL &amp;ndash; Performa apik yang ditunjukkan Liverpool dalam tiga musim terakhir membuat sebagian besar fans The Reds beranggapan bahwa mereka memiliki pemain-pemain terbaik sehingga selalu dielu-elukan. Hal tersebut memang tidak salah, namun legenda Liverpool, John Barnes, mengingatkan para fans untuk tidak terlalu berlebihan mengagumi pemain.
Menurut Barnes, hal yang paling benar dalam sepakbola adalah mendukung klub, bukan pemain. Pasalnya, pemain selalu datang dan pergi seiring berjalannya waktu. Tak jarang pula, para fans pun merasakan sakit hati ketika pemain-pemain yang sangat diidolakannya hengkang.
Baca juga: Liverpool dan Man City Sukses karena Punya Manajer yang Disegani

Fans Liverpool sendiri tentunya sudah akrab dengan hal tersebut, di mana mereka telah merasakan sakitnya kehilangan Fernando Torres, Luis Suarez, hingga Philippe Coutinho. Maka dari itu, Barnes tak ingin para fans terlalu berlebihan juga saat memandang Sadio Mane, Mohamed Salah, Virgil van Dijk, dan penggawa The Reds lainnya.
Selain itu, kecintaan yang berlebihan terhadap pemain juga akan membuat suasana tim menjadi tidak kondusif. Pasalnya, tak jarang para pemain akhirnya menjadi besar kepala dan bersikap arogan karena merasa dirinya lebih besar dari klub.
&amp;ldquo;Saya selalu memberi tahu para fans untuk mendukung klub dan bukan  para pemain. Seorang pemain tidak boleh dipaksa untuk tetap di klub.  Karena itu akan membuat pemain merasa lebih kuat dari klub dan karenanya  itu akan membuatnya kurang bertanggung jawab atas penampilannya di  lapangan,&amp;rdquo; terang Barnes, seperti dilansir dari Goal, Rabu (3/5/2020).
&amp;ldquo;Hal baiknya adalah saya bisa menjamin bahwa situasi seperti itu  tidak akan muncul di bawah (Jurgen) Klopp karena kontrol yang dia miliki  atas para pemain dan klub. Para pemain tahu bahwa mereka tidak bisa  melampaui batas mereka dengan dia yang memimpin,&amp;rdquo; sambungnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
