<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Pemain yang Kariernya Menurun Setelah Gabung Barcelona</title><description>5 Pemain yang Kariernya Menurun Setelah Gabung Barcelona.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/05/18/46/2216089/5-pemain-yang-kariernya-menurun-setelah-gabung-barcelona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/05/18/46/2216089/5-pemain-yang-kariernya-menurun-setelah-gabung-barcelona"/><item><title>5 Pemain yang Kariernya Menurun Setelah Gabung Barcelona</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/05/18/46/2216089/5-pemain-yang-kariernya-menurun-setelah-gabung-barcelona</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/05/18/46/2216089/5-pemain-yang-kariernya-menurun-setelah-gabung-barcelona</guid><pubDate>Senin 18 Mei 2020 19:34 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/18/46/2216089/5-pemain-yang-kariernya-menurun-setelah-gabung-barcelona-LUDdt5oIUD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Xavi Hernandez dan Javier Saviola (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/18/46/2216089/5-pemain-yang-kariernya-menurun-setelah-gabung-barcelona-LUDdt5oIUD.jpg</image><title>Xavi Hernandez dan Javier Saviola (Foto: AFP)</title></images><description>BERMAIN untuk klub besar seperti Barcelona tentunya merupakan impian bagi banyak pesepakbola. Barcelona sendiri adalah klub yang selalu berusaha untuk terus melangkah maju. Maka dari itu, mereka tak ragu melakukan perubahan di dalam skuadnya jika itu dianggap sebagai hal terbaik untuk dilakukan.
Kendati demikian, pada kenyataannya , tak semua pemain yang bergabung dengan Barca bisa menjadi bagian penting dari tim atau meningkatkan kariernya. Sebab, tak jarang dari meleka yang justru menjadi melempem atau kalah saing dari pemain lain. Berikut adalah lima pemain yang kariernya menurun setelah bergabung dengan Barca:
5. Keirrison

Keirrison bergabun dengan Barcelona pada bursa transfer musim panas 2009. Saat masih membela Coritiba, Keirrison sukses mencuri perhatian lantaran ia mampu menjadi top skor termuda di Campeonato Brasileiro Serie A dengan total 23 gol. Setelah itu, Keirrison diboyong Palmeiras dan performa apiknya membuat Barce terpincut untuk segera meminangnya.
Kendati demikian, tak lama setelah bergabung dengan Barca, Keirrison langsung dipinjamkan ke Benfica dan secara berurutan ke berbagai klub seperti Fiorentina, Santos FC, hingga Cruzeiro. Sayangnya, performa Keirrison tak pernah memuaskan seperti saat di Coritiba. Maka dari itu, Barca melepasnya dengan status bebas transfer ketika kontraknya berakhir.
4. Alexander Hleb

Tampil gemilang bersama Arsenal membuat Alexander Hleb direkrut Barca pada musim panas 2008. Hleb sebenarnya mendapat kesempatan untuk membuktikan diri di tim utama. Sebab, di musim debutnya, Hleb dipercaya untuk tampil dalam 38 pertandingan Blaugrana.
Meski begitu, memasuki musim kedua, Barca memutuskan untuk meminjamkan Hleb ke VfB Stuttgart. Sedangkan di musim ketiga dan keempat Hleb dipinjamkan ke Birmignham City dan VfL Wolfsburg. Hleb sayangnya tak bisa tampil apik dalam masa peminjaman tersebut, sehingga Barca tak memperpanjang kontraknya.
3. Alex Song

Tidak hanya Hleb, Alex Song menjadi mantan pemain Arsenal lainnya yang mengalami kegagalan di Barca. Song bergabung dengan Barca pada musim panas 2012. Kala itu ia ditebus dengan mahar 19 juta euro. Perekrutan Song ini dilakukan karena Blaugrana menginginkan pemain yang bisa menjadi gelandang bertahan dan bek tengah.
Selama dua musim di Barca, Song sebenarnya cukup diandalkan karena ia tampil dalam 65 pertandingan. Akan tetapi, pada musim panas 2014, Luis Enrique datang menggantikan Tito Vilanova. Beriringan dengan itu, Song pun terdepak dan dipinjamkan ke West Ham United. Selama membela West Ham, Song gagal tampil gemilang sehingga ia tak lagi dapat membela Blaugrana.
2. Javier Saviola

Barcelona menebus Javier Saviola dari River Plate pada musim panas  2001 dengan mahar 15 jua pounds. Kala itu, Barca menjadikan Saviola  sebagi remaja dengan nilai transfer tertinggi di dunia. Barca tak merasa  keberatan karena mereka menganggap telah menemukan permata dari  Argentina.
Saviola pun tampil luar biasa di musim perdananya. Tercatat, ia mampu  mencetak 21 gol. Meski begitu, Frank Rijkaard nyatanya lebih senang  memainkan Samuel Eto&amp;rsquo;o. Seiring berjalannya waktu, menit bermain Saviola  semakin berkurang dan ia pun dipinjamkan ke AS Monaco pada 2004.
1. Arda Turan

Kepindahan sejumlah pemain seperti Alexis Sanchez, Cesc Fabregas, dan  Pedro Rodriguez, membuat Barcelona memboyong Arda Turan dari Atletico  Madrid pada musim panas 2015. Tak tanggung-tanggung, Barca menebusnya  dengan harga 40 juta euro karena ketika itu Turan dianggap sebagai  gelandang terbaik di Liga Spanyol setelah membantu Atletico menjadi  juara.
Kendati demikian, Barca memainkan gaya sepakbola yang sama sekali  berbeda dengan Atletico. Hal itu membuat Turan kesulitan untuk  menampilkan performa terbaiknya. Turan pun kalah saing dari pemain Barca  lainnya seperti Ivan Rakitic, Ousmane Dembele, hingga Gerard Deulofeu.
</description><content:encoded>BERMAIN untuk klub besar seperti Barcelona tentunya merupakan impian bagi banyak pesepakbola. Barcelona sendiri adalah klub yang selalu berusaha untuk terus melangkah maju. Maka dari itu, mereka tak ragu melakukan perubahan di dalam skuadnya jika itu dianggap sebagai hal terbaik untuk dilakukan.
Kendati demikian, pada kenyataannya , tak semua pemain yang bergabung dengan Barca bisa menjadi bagian penting dari tim atau meningkatkan kariernya. Sebab, tak jarang dari meleka yang justru menjadi melempem atau kalah saing dari pemain lain. Berikut adalah lima pemain yang kariernya menurun setelah bergabung dengan Barca:
5. Keirrison

Keirrison bergabun dengan Barcelona pada bursa transfer musim panas 2009. Saat masih membela Coritiba, Keirrison sukses mencuri perhatian lantaran ia mampu menjadi top skor termuda di Campeonato Brasileiro Serie A dengan total 23 gol. Setelah itu, Keirrison diboyong Palmeiras dan performa apiknya membuat Barce terpincut untuk segera meminangnya.
Kendati demikian, tak lama setelah bergabung dengan Barca, Keirrison langsung dipinjamkan ke Benfica dan secara berurutan ke berbagai klub seperti Fiorentina, Santos FC, hingga Cruzeiro. Sayangnya, performa Keirrison tak pernah memuaskan seperti saat di Coritiba. Maka dari itu, Barca melepasnya dengan status bebas transfer ketika kontraknya berakhir.
4. Alexander Hleb

Tampil gemilang bersama Arsenal membuat Alexander Hleb direkrut Barca pada musim panas 2008. Hleb sebenarnya mendapat kesempatan untuk membuktikan diri di tim utama. Sebab, di musim debutnya, Hleb dipercaya untuk tampil dalam 38 pertandingan Blaugrana.
Meski begitu, memasuki musim kedua, Barca memutuskan untuk meminjamkan Hleb ke VfB Stuttgart. Sedangkan di musim ketiga dan keempat Hleb dipinjamkan ke Birmignham City dan VfL Wolfsburg. Hleb sayangnya tak bisa tampil apik dalam masa peminjaman tersebut, sehingga Barca tak memperpanjang kontraknya.
3. Alex Song

Tidak hanya Hleb, Alex Song menjadi mantan pemain Arsenal lainnya yang mengalami kegagalan di Barca. Song bergabung dengan Barca pada musim panas 2012. Kala itu ia ditebus dengan mahar 19 juta euro. Perekrutan Song ini dilakukan karena Blaugrana menginginkan pemain yang bisa menjadi gelandang bertahan dan bek tengah.
Selama dua musim di Barca, Song sebenarnya cukup diandalkan karena ia tampil dalam 65 pertandingan. Akan tetapi, pada musim panas 2014, Luis Enrique datang menggantikan Tito Vilanova. Beriringan dengan itu, Song pun terdepak dan dipinjamkan ke West Ham United. Selama membela West Ham, Song gagal tampil gemilang sehingga ia tak lagi dapat membela Blaugrana.
2. Javier Saviola

Barcelona menebus Javier Saviola dari River Plate pada musim panas  2001 dengan mahar 15 jua pounds. Kala itu, Barca menjadikan Saviola  sebagi remaja dengan nilai transfer tertinggi di dunia. Barca tak merasa  keberatan karena mereka menganggap telah menemukan permata dari  Argentina.
Saviola pun tampil luar biasa di musim perdananya. Tercatat, ia mampu  mencetak 21 gol. Meski begitu, Frank Rijkaard nyatanya lebih senang  memainkan Samuel Eto&amp;rsquo;o. Seiring berjalannya waktu, menit bermain Saviola  semakin berkurang dan ia pun dipinjamkan ke AS Monaco pada 2004.
1. Arda Turan

Kepindahan sejumlah pemain seperti Alexis Sanchez, Cesc Fabregas, dan  Pedro Rodriguez, membuat Barcelona memboyong Arda Turan dari Atletico  Madrid pada musim panas 2015. Tak tanggung-tanggung, Barca menebusnya  dengan harga 40 juta euro karena ketika itu Turan dianggap sebagai  gelandang terbaik di Liga Spanyol setelah membantu Atletico menjadi  juara.
Kendati demikian, Barca memainkan gaya sepakbola yang sama sekali  berbeda dengan Atletico. Hal itu membuat Turan kesulitan untuk  menampilkan performa terbaiknya. Turan pun kalah saing dari pemain Barca  lainnya seperti Ivan Rakitic, Ousmane Dembele, hingga Gerard Deulofeu.
</content:encoded></item></channel></rss>
