<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Aksi Sportif Terbesar dalam Sejarah Sepakbola</title><description>Berikut 5 Aksi Sportif Terbesar dalam Sejarah Sepakbola.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/05/13/51/2213384/5-aksi-sportif-terbesar-dalam-sejarah-sepakbola</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/05/13/51/2213384/5-aksi-sportif-terbesar-dalam-sejarah-sepakbola"/><item><title>5 Aksi Sportif Terbesar dalam Sejarah Sepakbola</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/05/13/51/2213384/5-aksi-sportif-terbesar-dalam-sejarah-sepakbola</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/05/13/51/2213384/5-aksi-sportif-terbesar-dalam-sejarah-sepakbola</guid><pubDate>Rabu 13 Mei 2020 13:09 WIB</pubDate><dc:creator>Admiraldy Eka Saputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/13/51/2213384/5-aksi-sportif-terbesar-dalam-sejarah-sepakbola-4lJFMEcycL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Oliver Kahn (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/13/51/2213384/5-aksi-sportif-terbesar-dalam-sejarah-sepakbola-4lJFMEcycL.jpg</image><title>Oliver Kahn (Foto: Reuters)</title></images><description>ADA banyak faktor yang membuat olahraga sepakbola menarik untuk disaksikan. Selain aksi para pemain dilapangan, peristiwa kontroversi kadang menjadi bumbu yang bisa membuat pertandingan semakin menarik untuk dilihat.
Akan tetapi, terlepas dari banyaknya tindakan kontroversi yang terjadi, para pemain juga dituntut untuk menjunjung tinggi nilai sportivitas pada sebuah pertandingan. Melansir dari laman Sportskeeda, Rabu (13/5/2020), berikut lima aksi sportif dalam sejarah sepakbola;.
5. Oliver Kahn - Final Liga Champions 2001

Sebelum kita beralih ke aspek sportifitas yang lebih jauh, kita mulai dengan contoh final Liga Champions 2001. Oliver Kahn baru saja menjadi pahlawan bagi timnya, Bayern Munich, setelah menguasai adu penalti yang menegangkan untuk membawa timnya meraih gelar.
Namun, alih-alih merayakan dengan rekan-rekan setimnya, kiper andalan Bayern itu bergegas untuk menghampiri pemain tim lawan. Ia pun diganjar penghargaan FIFA Fair Play atas aksinya tersebut.
4. Ajax Amsterdam vs Cambuur 2005-2006

Tensi pertandingan yang tinggi mengakibatkan banyaknya pelanggaran  yang terjadi pada pertandingan tersebut. Pada satu momen, wasit harus  memberhentikan pertandingan setelah melihat pemain Cambuur yang  mengalami cedera di lapangan.
Pihak Ajax yang tengah menguasai bola kala itu diminta untuk  memberikan tindakan fair play dengan menendang bola ke arah kiper lawan.  Namun, kala itu Jan Vertonghen terlalu keras menendang bola sehingga  justru masuk ke dalam gawang.
Tak ingin pertandingan mereka cedera akibat tindakan yang kurang  sportif, Ajax kemudian membiarkan pemain Cambuur mencetak gol untuk  menyamakan kedudukan.
3. Robbie Fowler &amp;ndash; 1997

Liverpool nyaris diuntungkan wasit saat bertamu ke markas Arsenal   kala itu. Pengadil pertandingan memberikan hadiah penalti setelah   menganggap Robbie Fowler dilanggar di kotak terlarang oleh salah satu   pemain bertahan The Gunners.
Akan tetapi, penyerang asal Inggris itu kemudian memprotes keputusan   wasit dan mengatakan kalau ia terjatuh bukan karena mendapat kontak   fisik dari pemain Arsenal. Atas tindakannya itu, Fowler pun mendapat   penghargaan dari FIFA kala itu.
2. Arsene Wenger (Arsenal) &amp;ndash; 1999

Arsene Wenger adalah salah satu manajer terhebat yang pernah ada    dalam permainan bahasa Inggris. Di bawahnya, Arsenal mencapai tanda    'Invincibles' yang sulit dipahami dan memenangkan semua kemenangan besar    yang ditawarkan sepakbola Inggris.
Tidak hanya piawai dalam meracik tim, Wenger juga dikenal sebagai    pelatih dengan karakter protagonis di lapangan. Satu waktu, pelatih asal    Prancis itu pernah dengan lantang menolak keputusan wasit di laga    kontra Shefield United.1.	Paolo Di Canio, 2000

Paolo Di Canio adalah salah satu karakter paling misterius yang     pernah ada dalam sejarah sepakbola. Permainannya yang lincah membawa     striker asal Italia itu dikenal dengan gol-gol spektakuler yang ia     ciptakan.
Di Canio pernah menerima FIFA Fair Play Award akibat tindakannya di     lapangan. Pada pertandingan melawan Everton, Di Canio yang bermain   untuk   West Ham membuat publik Goodison Park tertegun. Penyerang asal   Italia   itu hanya perlu menceploskan bola ke dalam gawang setelah kiper   Everton   terjatuh usai melakukan duel udara.
Namun, Dia Canio memutuskan untuk membuang bola lantaran mengetahui     kiper lawan mengalami cedera saat mendarat di tanah. Tindakannya itu   pun   membuat sang pemain mendapat penghargaan Fair Play dari FIFA.
</description><content:encoded>ADA banyak faktor yang membuat olahraga sepakbola menarik untuk disaksikan. Selain aksi para pemain dilapangan, peristiwa kontroversi kadang menjadi bumbu yang bisa membuat pertandingan semakin menarik untuk dilihat.
Akan tetapi, terlepas dari banyaknya tindakan kontroversi yang terjadi, para pemain juga dituntut untuk menjunjung tinggi nilai sportivitas pada sebuah pertandingan. Melansir dari laman Sportskeeda, Rabu (13/5/2020), berikut lima aksi sportif dalam sejarah sepakbola;.
5. Oliver Kahn - Final Liga Champions 2001

Sebelum kita beralih ke aspek sportifitas yang lebih jauh, kita mulai dengan contoh final Liga Champions 2001. Oliver Kahn baru saja menjadi pahlawan bagi timnya, Bayern Munich, setelah menguasai adu penalti yang menegangkan untuk membawa timnya meraih gelar.
Namun, alih-alih merayakan dengan rekan-rekan setimnya, kiper andalan Bayern itu bergegas untuk menghampiri pemain tim lawan. Ia pun diganjar penghargaan FIFA Fair Play atas aksinya tersebut.
4. Ajax Amsterdam vs Cambuur 2005-2006

Tensi pertandingan yang tinggi mengakibatkan banyaknya pelanggaran  yang terjadi pada pertandingan tersebut. Pada satu momen, wasit harus  memberhentikan pertandingan setelah melihat pemain Cambuur yang  mengalami cedera di lapangan.
Pihak Ajax yang tengah menguasai bola kala itu diminta untuk  memberikan tindakan fair play dengan menendang bola ke arah kiper lawan.  Namun, kala itu Jan Vertonghen terlalu keras menendang bola sehingga  justru masuk ke dalam gawang.
Tak ingin pertandingan mereka cedera akibat tindakan yang kurang  sportif, Ajax kemudian membiarkan pemain Cambuur mencetak gol untuk  menyamakan kedudukan.
3. Robbie Fowler &amp;ndash; 1997

Liverpool nyaris diuntungkan wasit saat bertamu ke markas Arsenal   kala itu. Pengadil pertandingan memberikan hadiah penalti setelah   menganggap Robbie Fowler dilanggar di kotak terlarang oleh salah satu   pemain bertahan The Gunners.
Akan tetapi, penyerang asal Inggris itu kemudian memprotes keputusan   wasit dan mengatakan kalau ia terjatuh bukan karena mendapat kontak   fisik dari pemain Arsenal. Atas tindakannya itu, Fowler pun mendapat   penghargaan dari FIFA kala itu.
2. Arsene Wenger (Arsenal) &amp;ndash; 1999

Arsene Wenger adalah salah satu manajer terhebat yang pernah ada    dalam permainan bahasa Inggris. Di bawahnya, Arsenal mencapai tanda    'Invincibles' yang sulit dipahami dan memenangkan semua kemenangan besar    yang ditawarkan sepakbola Inggris.
Tidak hanya piawai dalam meracik tim, Wenger juga dikenal sebagai    pelatih dengan karakter protagonis di lapangan. Satu waktu, pelatih asal    Prancis itu pernah dengan lantang menolak keputusan wasit di laga    kontra Shefield United.1.	Paolo Di Canio, 2000

Paolo Di Canio adalah salah satu karakter paling misterius yang     pernah ada dalam sejarah sepakbola. Permainannya yang lincah membawa     striker asal Italia itu dikenal dengan gol-gol spektakuler yang ia     ciptakan.
Di Canio pernah menerima FIFA Fair Play Award akibat tindakannya di     lapangan. Pada pertandingan melawan Everton, Di Canio yang bermain   untuk   West Ham membuat publik Goodison Park tertegun. Penyerang asal   Italia   itu hanya perlu menceploskan bola ke dalam gawang setelah kiper   Everton   terjatuh usai melakukan duel udara.
Namun, Dia Canio memutuskan untuk membuang bola lantaran mengetahui     kiper lawan mengalami cedera saat mendarat di tanah. Tindakannya itu   pun   membuat sang pemain mendapat penghargaan Fair Play dari FIFA.
</content:encoded></item></channel></rss>
