<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diego Godin Nilai Persiapan Taktik Conte Lebih Intens ketimbang Simeone</title><description>Diego Godin ungkap perbedaan melatih Antonio Conte dengan Diego Simeone.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/05/06/47/2210326/diego-godin-nilai-persiapan-taktik-conte-lebih-intens-ketimbang-simeone</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/05/06/47/2210326/diego-godin-nilai-persiapan-taktik-conte-lebih-intens-ketimbang-simeone"/><item><title>Diego Godin Nilai Persiapan Taktik Conte Lebih Intens ketimbang Simeone</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/05/06/47/2210326/diego-godin-nilai-persiapan-taktik-conte-lebih-intens-ketimbang-simeone</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/05/06/47/2210326/diego-godin-nilai-persiapan-taktik-conte-lebih-intens-ketimbang-simeone</guid><pubDate>Rabu 06 Mei 2020 23:20 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/06/47/2210326/diego-godin-nilai-persiapan-taktik-conte-lebih-intens-ketimbang-simeone-PoQtNX87hG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Antonio Conte (Foto: Media Inter Milan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/06/47/2210326/diego-godin-nilai-persiapan-taktik-conte-lebih-intens-ketimbang-simeone-PoQtNX87hG.jpg</image><title>Antonio Conte (Foto: Media Inter Milan)</title></images><description>MILAN &amp;ndash; Sejak bergabung dengan Inter Milan pada bursa transfer musim panas 2019, Diego Godin membutuhkan upaya keras untuk bisa tampil sebagai starter dan beradaptasi dengan permainan tim. Pasalnya, gaya bermain dan taktik yang diterapkan Inter berbeda dengan Atletico Madrid, meski keduanya sama-sama berfokus pada pertahanan.
Kala masih membela Atletico, Godin sejatinya bermain dalam skema tiga bek di bawah komando Diego Simeone. Akan tetapi, saat di Inter, Antonio Conte menerapkan skema tiga bek. Diakui oleh Godin bahwa hal itu adalah perubahan besar. Sebab, kini wilayah yang harus ditangani Godin lebih luas.
Baca juga: Eriksen Akui Punya Peluang Juara Lebih Besar di Inter Milan

Selain itu, Godin juga merasakan adanya perbedaan dari gaya melatih Conte dan Simeone. Saat bersama Simeone, Godin umumnya langsung bekerja pada penerapan taktik di lapangan. Sedangkan bersama Conte, ia harus menonton video taktik terlebih dahulu sebelum mengaplikasikannya di lapangan.
Godin pun menilai Conte adalah sosok pelatih yang detail. Sebab, allenatore asal Italia itu melakukan persiapan taktik yang lebih intens ketimbang Simeone. Meski demikian, Godin kini merasa sudah bisa beradaptasi dengan baik dalam sistem yang dibuat Conte.
&amp;ldquo;Saya telah menemukan sepakbola di Inter baik secara fisik maupun  taktik. Kami menonton video taktik ofensif dan defensif dan bekerja di  lapangan lebih banyak daripada di Spanyol. Kami banyak bekerja pada  taktik dengan Cholo (Simeone). Tapi di sini kami menonton beberapa jam  setiap hari,&quot; jelas Godin, seperti dilansir dari Squawka, Rabu  (6/5/2020).
&amp;ldquo;Dari sudut pandang sepakbola, itu adalah perubahan besar, karena  skema tiga bek Inter berbeda dari yang saya mainkan sebelumnya. Ini  lebih agresif. Saya harus memiliki lebih banyak output dengan bola dan  saya berlari dari satu sisi, karena biasanya saya bergerak sembilan  kilometer atau sembilan setengah dan sekarang saya melakukannya 11  setengah, karena tekanannya juga tinggi,&quot; lanjut Godin.
</description><content:encoded>MILAN &amp;ndash; Sejak bergabung dengan Inter Milan pada bursa transfer musim panas 2019, Diego Godin membutuhkan upaya keras untuk bisa tampil sebagai starter dan beradaptasi dengan permainan tim. Pasalnya, gaya bermain dan taktik yang diterapkan Inter berbeda dengan Atletico Madrid, meski keduanya sama-sama berfokus pada pertahanan.
Kala masih membela Atletico, Godin sejatinya bermain dalam skema tiga bek di bawah komando Diego Simeone. Akan tetapi, saat di Inter, Antonio Conte menerapkan skema tiga bek. Diakui oleh Godin bahwa hal itu adalah perubahan besar. Sebab, kini wilayah yang harus ditangani Godin lebih luas.
Baca juga: Eriksen Akui Punya Peluang Juara Lebih Besar di Inter Milan

Selain itu, Godin juga merasakan adanya perbedaan dari gaya melatih Conte dan Simeone. Saat bersama Simeone, Godin umumnya langsung bekerja pada penerapan taktik di lapangan. Sedangkan bersama Conte, ia harus menonton video taktik terlebih dahulu sebelum mengaplikasikannya di lapangan.
Godin pun menilai Conte adalah sosok pelatih yang detail. Sebab, allenatore asal Italia itu melakukan persiapan taktik yang lebih intens ketimbang Simeone. Meski demikian, Godin kini merasa sudah bisa beradaptasi dengan baik dalam sistem yang dibuat Conte.
&amp;ldquo;Saya telah menemukan sepakbola di Inter baik secara fisik maupun  taktik. Kami menonton video taktik ofensif dan defensif dan bekerja di  lapangan lebih banyak daripada di Spanyol. Kami banyak bekerja pada  taktik dengan Cholo (Simeone). Tapi di sini kami menonton beberapa jam  setiap hari,&quot; jelas Godin, seperti dilansir dari Squawka, Rabu  (6/5/2020).
&amp;ldquo;Dari sudut pandang sepakbola, itu adalah perubahan besar, karena  skema tiga bek Inter berbeda dari yang saya mainkan sebelumnya. Ini  lebih agresif. Saya harus memiliki lebih banyak output dengan bola dan  saya berlari dari satu sisi, karena biasanya saya bergerak sembilan  kilometer atau sembilan setengah dan sekarang saya melakukannya 11  setengah, karena tekanannya juga tinggi,&quot; lanjut Godin.
</content:encoded></item></channel></rss>
