<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Pemain Legenda yang Gagal Total saat Jadi Pelatih</title><description>Berikut lima pemain legenda yang gagal total saat menjadi pelatih.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/05/02/51/2208260/5-pemain-legenda-yang-gagal-total-saat-jadi-pelatih</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/05/02/51/2208260/5-pemain-legenda-yang-gagal-total-saat-jadi-pelatih"/><item><title>5 Pemain Legenda yang Gagal Total saat Jadi Pelatih</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/05/02/51/2208260/5-pemain-legenda-yang-gagal-total-saat-jadi-pelatih</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/05/02/51/2208260/5-pemain-legenda-yang-gagal-total-saat-jadi-pelatih</guid><pubDate>Sabtu 02 Mei 2020 19:31 WIB</pubDate><dc:creator>Djanti Virantika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/02/51/2208260/5-pemain-legenda-yang-gagal-total-saat-jadi-pelatih-VmXXiAygS2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Diego Maradona. (Foto: Getty Images)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/02/51/2208260/5-pemain-legenda-yang-gagal-total-saat-jadi-pelatih-VmXXiAygS2.jpg</image><title>Diego Maradona. (Foto: Getty Images)</title></images><description>BANYAK pemain sepakbola yang memilih berkarier sebagai pelatih usai memutuskan pensiun. Nama-nama pelatih top saat ini, seperti Jurgen Klopp dan Jose Mourinho, pun turut mengambil jalan tersebut setelah pensiun sebagai pesepakbola.
Sayangnya, tak semua pesepakbola bisa menorehkan karier yang apik saat banting setir menjadi pelatih. Bahkan, beberapa di antaranya dinilai gagal total menjadi juru taktik klub, meski sejatinya berhasil tampil gemilang saat masih menjadi pemain.
Kali ini, Okezone pun akan membahas pemain yang masuk kategori tersebut. Sebagaimana dikutip dari Sportskeeda, Sabtu (2/5/2020), berikut lima pemain legenda yang gagal total saat menjadi pelatih.
5. Alan Shearer
Di urutan kelima, ada nama Alan Shearer. Saat menjadi pemain, kemampuan Alan Shearer tentu saja tak perlu dilakukan lagi. Ia masih menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa di Liga Inggris dengan koleksi total 260 gol.

Atas aksi apik ini Shearer pun diakui sebagai legenda sepakbola Inggris. Tetapi, kariernya berbanding terbalik saat dirinya menjadi pelatih. Ia direkrut untuk menjadi pelatih Newcastle United pada April 2009, tiga tahun usai dirinya menyatakan pensiun. Tetapi, ia kesulitan untuk menangani klub tersebut hingga akhirnya berujung degradasi di Liga Inggris. Ia pun akhirnya kehilangan pekerjaan sebagai pelatih.4. Diego Maradona
Selanjutnya, ada nama legenda sepakbola Argentina, Diego Maradona. Ia juga dinilai gagal total saat menjalani karier sebagai pelatih. Padahal, Maradona merupakan pemain yang begitu fantastis yang ketangguhannya diakui masyarakat dunia.

Dia bahkan memimpin Timnas Argentina menuju kemenangan di Piala Dunia pada 1986. Di tataran klub, ia juga memenangkan trofi utama di Spanyol dan Italia bersama Barcelona dan Napoli. Tetapi kala menjadi pelatih, ia tak bisa bekerja dengan baik. Ia bahkan harus kehilangan pekerjaannya sebagai pelatih Timnas Argentina usai gagal di Piala Dunia 2010.3. Ciro Ferrara
Di urutan ketiga, ada nama Ciro Ferrara. Legenda Juventus ini memenangkan Scudetto pada lima kesempatan selama periode 10 tahun. Setelah pensiun pada akhir musim 2004-2005, ia beralih ke dunia kepelatihan. Pada 2006, ia pun menjadi bagian dari staf teknis Timnas Italia mengangkat trofi di Piala Dunia.

Setelah mendapatkan lisensi UEFA Pro-nya, Ferrara dinobatkan sebagai pelatih sementara Juventus ketika mereka memecat Claudio Ranieri pada Mei 2009. Usai memenangkan dua laga, dia mendapatkan peran sebagai pelatih secara permanen. Sayangnya, segalanya berjalan cepat dari legenda klub ini.
Meskipun memulai musim dengan empat kemenangan, Juventus di bawah asuhan Ferrara dengan cepat tergelincir. Mereka tersingkir dari Liga Champions di babak penyisihan grup dan juga berjuang di Liga Italia. Hasil satu kemenangan dalam enam pertandingan dan tersingkir dari Coppa Italia sudah cukup untuk memberi waktu kepadanya. Ia pun akhirnya dipecat.2. Thierry Henry
Legenda Arsenal, Thierry Henry, juga hanya punya periode yang singkat dalam menjalani karier sebagai pelatih. Karier kepelatihannya dimulai dengan bergabung ke klub Arsenal pada 2015. Pada musim panas 2016, ia menjabat sebagai asisten manajer dengan Timnas Belgia yang pergi ke semifinal Piala Dunia 2018.

Setelah itu, Henry secara mengejutkan diumumkan sebagai pelatih anyar Monaco pada Oktober 2018. Tetapi, karier legenda Arsenal itu hanya berlangsung tiga bulan dan dipecat pada minggu terakhir Januari 2019. Ia menciptakan salah satu tugas manajerial terburuk sepanjang masa. Henry yang memimpin 20 pertandingan, hanya dapat menang empat kali dan kalah 11 kali. Sepanjang jalan, Timnas Monaco hanya mencetak 15 gol dan kebobolan 36 gol.1. Bobby Charlton
Terakhir, ada Bobby Charlton. Karier kepelatihan Bobby Charlton tidak berjalan sebaik saat masih bermain sebagai pesepakbola. Seorang pemenang Piala Dunia bersama Inggris pada 1966, Piala Eropa dengan Manchester United pada 1968, dan pemenang Ballon d'Or, Bobby Charlton menjadi pemain yang dipuja-puji banyak pihak.

Tetapi, ketika menangani klub, ia tak bisa tampil secakap itu. Charlton yang gantung sepatu pada akhir musim 1972-1973, mendapat tawaran untuk menjadi pelatih di klub Divisi Dua, Preston North End. Meskipun menunjuk legenda Man United dan Inggris, musim Preston North End menjadi bencana.
Preston hanya memenangi sembilan dari 42 pertandingan liga mereka dan terdegradasi ke Divisi Ketiga. Musim kedua Charlton di klub tersebut hampir tidak lebih baik. Mereka selesai di tempat kesembilan di Divisi Ketiga. Charlton pun mengundurkan diri pada akhir musim.</description><content:encoded>BANYAK pemain sepakbola yang memilih berkarier sebagai pelatih usai memutuskan pensiun. Nama-nama pelatih top saat ini, seperti Jurgen Klopp dan Jose Mourinho, pun turut mengambil jalan tersebut setelah pensiun sebagai pesepakbola.
Sayangnya, tak semua pesepakbola bisa menorehkan karier yang apik saat banting setir menjadi pelatih. Bahkan, beberapa di antaranya dinilai gagal total menjadi juru taktik klub, meski sejatinya berhasil tampil gemilang saat masih menjadi pemain.
Kali ini, Okezone pun akan membahas pemain yang masuk kategori tersebut. Sebagaimana dikutip dari Sportskeeda, Sabtu (2/5/2020), berikut lima pemain legenda yang gagal total saat menjadi pelatih.
5. Alan Shearer
Di urutan kelima, ada nama Alan Shearer. Saat menjadi pemain, kemampuan Alan Shearer tentu saja tak perlu dilakukan lagi. Ia masih menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa di Liga Inggris dengan koleksi total 260 gol.

Atas aksi apik ini Shearer pun diakui sebagai legenda sepakbola Inggris. Tetapi, kariernya berbanding terbalik saat dirinya menjadi pelatih. Ia direkrut untuk menjadi pelatih Newcastle United pada April 2009, tiga tahun usai dirinya menyatakan pensiun. Tetapi, ia kesulitan untuk menangani klub tersebut hingga akhirnya berujung degradasi di Liga Inggris. Ia pun akhirnya kehilangan pekerjaan sebagai pelatih.4. Diego Maradona
Selanjutnya, ada nama legenda sepakbola Argentina, Diego Maradona. Ia juga dinilai gagal total saat menjalani karier sebagai pelatih. Padahal, Maradona merupakan pemain yang begitu fantastis yang ketangguhannya diakui masyarakat dunia.

Dia bahkan memimpin Timnas Argentina menuju kemenangan di Piala Dunia pada 1986. Di tataran klub, ia juga memenangkan trofi utama di Spanyol dan Italia bersama Barcelona dan Napoli. Tetapi kala menjadi pelatih, ia tak bisa bekerja dengan baik. Ia bahkan harus kehilangan pekerjaannya sebagai pelatih Timnas Argentina usai gagal di Piala Dunia 2010.3. Ciro Ferrara
Di urutan ketiga, ada nama Ciro Ferrara. Legenda Juventus ini memenangkan Scudetto pada lima kesempatan selama periode 10 tahun. Setelah pensiun pada akhir musim 2004-2005, ia beralih ke dunia kepelatihan. Pada 2006, ia pun menjadi bagian dari staf teknis Timnas Italia mengangkat trofi di Piala Dunia.

Setelah mendapatkan lisensi UEFA Pro-nya, Ferrara dinobatkan sebagai pelatih sementara Juventus ketika mereka memecat Claudio Ranieri pada Mei 2009. Usai memenangkan dua laga, dia mendapatkan peran sebagai pelatih secara permanen. Sayangnya, segalanya berjalan cepat dari legenda klub ini.
Meskipun memulai musim dengan empat kemenangan, Juventus di bawah asuhan Ferrara dengan cepat tergelincir. Mereka tersingkir dari Liga Champions di babak penyisihan grup dan juga berjuang di Liga Italia. Hasil satu kemenangan dalam enam pertandingan dan tersingkir dari Coppa Italia sudah cukup untuk memberi waktu kepadanya. Ia pun akhirnya dipecat.2. Thierry Henry
Legenda Arsenal, Thierry Henry, juga hanya punya periode yang singkat dalam menjalani karier sebagai pelatih. Karier kepelatihannya dimulai dengan bergabung ke klub Arsenal pada 2015. Pada musim panas 2016, ia menjabat sebagai asisten manajer dengan Timnas Belgia yang pergi ke semifinal Piala Dunia 2018.

Setelah itu, Henry secara mengejutkan diumumkan sebagai pelatih anyar Monaco pada Oktober 2018. Tetapi, karier legenda Arsenal itu hanya berlangsung tiga bulan dan dipecat pada minggu terakhir Januari 2019. Ia menciptakan salah satu tugas manajerial terburuk sepanjang masa. Henry yang memimpin 20 pertandingan, hanya dapat menang empat kali dan kalah 11 kali. Sepanjang jalan, Timnas Monaco hanya mencetak 15 gol dan kebobolan 36 gol.1. Bobby Charlton
Terakhir, ada Bobby Charlton. Karier kepelatihan Bobby Charlton tidak berjalan sebaik saat masih bermain sebagai pesepakbola. Seorang pemenang Piala Dunia bersama Inggris pada 1966, Piala Eropa dengan Manchester United pada 1968, dan pemenang Ballon d'Or, Bobby Charlton menjadi pemain yang dipuja-puji banyak pihak.

Tetapi, ketika menangani klub, ia tak bisa tampil secakap itu. Charlton yang gantung sepatu pada akhir musim 1972-1973, mendapat tawaran untuk menjadi pelatih di klub Divisi Dua, Preston North End. Meskipun menunjuk legenda Man United dan Inggris, musim Preston North End menjadi bencana.
Preston hanya memenangi sembilan dari 42 pertandingan liga mereka dan terdegradasi ke Divisi Ketiga. Musim kedua Charlton di klub tersebut hampir tidak lebih baik. Mereka selesai di tempat kesembilan di Divisi Ketiga. Charlton pun mengundurkan diri pada akhir musim.</content:encoded></item></channel></rss>
