<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kalah dari Diogo Jota, Alexander-Arnold Kecewa Gagal Buat Liverpool Juara</title><description>Alexander-Arnold kecewa karena kalah di final melalui proses golden goal.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/04/26/45/2205135/kalah-dari-diogo-jota-alexander-arnold-kecewa-gagal-buat-liverpool-juara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/04/26/45/2205135/kalah-dari-diogo-jota-alexander-arnold-kecewa-gagal-buat-liverpool-juara"/><item><title>Kalah dari Diogo Jota, Alexander-Arnold Kecewa Gagal Buat Liverpool Juara</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/04/26/45/2205135/kalah-dari-diogo-jota-alexander-arnold-kecewa-gagal-buat-liverpool-juara</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/04/26/45/2205135/kalah-dari-diogo-jota-alexander-arnold-kecewa-gagal-buat-liverpool-juara</guid><pubDate>Minggu 26 April 2020 16:32 WIB</pubDate><dc:creator>Rivan Nasri Rachman</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/26/45/2205135/kalah-dari-diogo-jota-alexander-arnold-kecewa-gagal-buat-liverpool-juara-4cJfWYmoz1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemain Liverpool, Trent Alexander-Arnold. (Foto: Twitter Alexander-Arnold)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/26/45/2205135/kalah-dari-diogo-jota-alexander-arnold-kecewa-gagal-buat-liverpool-juara-4cJfWYmoz1.jpg</image><title>Pemain Liverpool, Trent Alexander-Arnold. (Foto: Twitter Alexander-Arnold)</title></images><description>LIVERPOOL &amp;ndash; Penggawa Liverpool, Trent Alexander-Arnold, mengaku kecewa karena kalah dari Diogo Jota (Wolverhampton Wanderers) di final kompetisi video game FIFA 20 pada Sabtu 25 April 2020 kemarin. Kekecewaan itu terjadi karena ia merasa telah gagal membuat Liverpool memenangi ajang bertajuk ePremier League Invitational tersebut.
Terlebih kekalahan yang dirasakan Alexander-Arnold terasa sangat pahit karena ditentukan melalui golden goal atau gol penentu setelah dalam waktu 90 menit skor pertandingan berakhir 1-1. Karena format golden goal itu, Alexander-Arnold tak bisa berbuat apa-apa ketika Jota mencetak gol melalui Raul Jimenez di menit 67 pada pertandingan final penentu tersebut.
Baca Juga: Gerrard Samakan Jordan Henderson dengan Paul Scholes, dalam Hal Apa?
&amp;lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot;&amp;gt;&amp;lt;p lang=&quot;en&quot; dir=&quot;ltr&quot;&amp;gt;Only 1&amp;#65039;&amp;#8419; &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/PL?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#PL&amp;lt;/a&amp;gt; team could come out on top &amp;#128064;&amp;lt;br&amp;gt;&amp;lt;br&amp;gt;Congratulations to our &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/ePremierLeague?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#ePremierLeague&amp;lt;/a&amp;gt; Invitational winners, &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/Wolves?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;@Wolves&amp;lt;/a&amp;gt; &amp;#127942; &amp;lt;a href=&quot;https://t.co/QSOx7ji2t1&quot;&amp;gt;pic.twitter.com/QSOx7ji2t1&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;amp;mdash; Premier League (@premierleague) &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/premierleague/status/1254090002931253248?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;April 25, 2020&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt; &amp;lt;script async src=&quot;https://platform.twitter.com/widgets.js&quot; charset=&quot;utf-8&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;
Hal itulah yang membuat Alexander-Arnold kecewa. Namun ia tetap puas dengan pencapaiannya di kompetisi yang dibuat untuk penggalangan dana yang nantinya disumbangkan untuk membantu melawan wabah virus corona tersebut.
&amp;ldquo;Itu adalah kompetisi yang bagus. Saya senang karena berhasil mencapai final dan jelas saya merasa kecewa karena tidak berhasil memenangkannya. Namun, Diogo Jota memang bermain dengan sangat baik,&amp;rdquo; terang Alexander-Arnold, dikutip dari laman resmi Premier League, Minggu (26/4/2020).Diakui Alexander-Arnold, Jota sangat pandai memainkan game FIFA 2020 tersebut. Terbukti fullback kanan Liverpool itu mengaku sangat kesulitan menembus pertahanan Wolverhampton yang dipakai Jota di laga final kompetisi tersebut. Jadi, Alexander-Arnold merasa Jota memang layak untuk memenangkan kompetisi Liga Inggris versi di video game tersebut.
&amp;ldquo;Itu adalah pertandingan yang bagus. Dia (Jota) sangat sulit untuk kalahkan dan dia sabar dalam bertahan. Saya bermain cukup baik melawannya, tetapi dia mungkin pantas memenangkan pertandingan terakhir itu karena peluang yang dia ciptakan,&amp;rdquo; pungkas pemain berusia 21 tahun tersebut.</description><content:encoded>LIVERPOOL &amp;ndash; Penggawa Liverpool, Trent Alexander-Arnold, mengaku kecewa karena kalah dari Diogo Jota (Wolverhampton Wanderers) di final kompetisi video game FIFA 20 pada Sabtu 25 April 2020 kemarin. Kekecewaan itu terjadi karena ia merasa telah gagal membuat Liverpool memenangi ajang bertajuk ePremier League Invitational tersebut.
Terlebih kekalahan yang dirasakan Alexander-Arnold terasa sangat pahit karena ditentukan melalui golden goal atau gol penentu setelah dalam waktu 90 menit skor pertandingan berakhir 1-1. Karena format golden goal itu, Alexander-Arnold tak bisa berbuat apa-apa ketika Jota mencetak gol melalui Raul Jimenez di menit 67 pada pertandingan final penentu tersebut.
Baca Juga: Gerrard Samakan Jordan Henderson dengan Paul Scholes, dalam Hal Apa?
&amp;lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot;&amp;gt;&amp;lt;p lang=&quot;en&quot; dir=&quot;ltr&quot;&amp;gt;Only 1&amp;#65039;&amp;#8419; &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/PL?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#PL&amp;lt;/a&amp;gt; team could come out on top &amp;#128064;&amp;lt;br&amp;gt;&amp;lt;br&amp;gt;Congratulations to our &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/ePremierLeague?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#ePremierLeague&amp;lt;/a&amp;gt; Invitational winners, &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/Wolves?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;@Wolves&amp;lt;/a&amp;gt; &amp;#127942; &amp;lt;a href=&quot;https://t.co/QSOx7ji2t1&quot;&amp;gt;pic.twitter.com/QSOx7ji2t1&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;amp;mdash; Premier League (@premierleague) &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/premierleague/status/1254090002931253248?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;April 25, 2020&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt; &amp;lt;script async src=&quot;https://platform.twitter.com/widgets.js&quot; charset=&quot;utf-8&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;
Hal itulah yang membuat Alexander-Arnold kecewa. Namun ia tetap puas dengan pencapaiannya di kompetisi yang dibuat untuk penggalangan dana yang nantinya disumbangkan untuk membantu melawan wabah virus corona tersebut.
&amp;ldquo;Itu adalah kompetisi yang bagus. Saya senang karena berhasil mencapai final dan jelas saya merasa kecewa karena tidak berhasil memenangkannya. Namun, Diogo Jota memang bermain dengan sangat baik,&amp;rdquo; terang Alexander-Arnold, dikutip dari laman resmi Premier League, Minggu (26/4/2020).Diakui Alexander-Arnold, Jota sangat pandai memainkan game FIFA 2020 tersebut. Terbukti fullback kanan Liverpool itu mengaku sangat kesulitan menembus pertahanan Wolverhampton yang dipakai Jota di laga final kompetisi tersebut. Jadi, Alexander-Arnold merasa Jota memang layak untuk memenangkan kompetisi Liga Inggris versi di video game tersebut.
&amp;ldquo;Itu adalah pertandingan yang bagus. Dia (Jota) sangat sulit untuk kalahkan dan dia sabar dalam bertahan. Saya bermain cukup baik melawannya, tetapi dia mungkin pantas memenangkan pertandingan terakhir itu karena peluang yang dia ciptakan,&amp;rdquo; pungkas pemain berusia 21 tahun tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
