<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Final Liga Champions 2005 Ajari Kaka Makna Sepakbola yang Sesungguhnya</title><description>Legenda sepakbola Brasil, Ricardo Kaka, mengungkap salah satu pertandingan terpenting yang pernah dilakoninya.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/04/23/261/2203438/final-liga-champions-2005-ajari-kaka-makna-sepakbola-yang-sesungguhnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/04/23/261/2203438/final-liga-champions-2005-ajari-kaka-makna-sepakbola-yang-sesungguhnya"/><item><title>Final Liga Champions 2005 Ajari Kaka Makna Sepakbola yang Sesungguhnya</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/04/23/261/2203438/final-liga-champions-2005-ajari-kaka-makna-sepakbola-yang-sesungguhnya</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/04/23/261/2203438/final-liga-champions-2005-ajari-kaka-makna-sepakbola-yang-sesungguhnya</guid><pubDate>Kamis 23 April 2020 00:58 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/23/261/2203438/final-liga-champions-2005-ajari-kaka-makna-sepakbola-yang-sesungguhnya-ugx4A9hVgL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ricardo Kaka (Foto: Sky Sports)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/23/261/2203438/final-liga-champions-2005-ajari-kaka-makna-sepakbola-yang-sesungguhnya-ugx4A9hVgL.jpg</image><title>Ricardo Kaka (Foto: Sky Sports)</title></images><description>SAO PAULO &amp;ndash; Legenda sepakbola Brasil, Ricardo Kaka, mengungkap salah satu pertandingan terpenting yang pernah dilakoninya. Tanpa menutupi, Kaka mengakui bahwa laga final Liga Champions 2004-2005 melawan Liverpool merupakan salah satu pertandingan yang mengubah hidupnya.
Dalam laga tersebut, AC Milan yang dibela Kaka bisa dibilang memiliki deretan pemain terbaik dunia, utamanya di sektor pertahanan, seperti Paolo Maldini, Alessandro Nesta, Jaap Stam, Cafu. Babak pertama pun berhasil dikuasai Milan.
Baca juga: Liga Inggris 2019-2020 Dibatalkan, Man United dan Arsenal Tampil di Liga Champions Musim Depan

Sepasang gol Hernan Crespo dan satu lainnya dari Maldini membuat Milan unggul 3-0 di paruh pertama. Kendati demikian, pada babak kedua Liverpool mampu menyamakan kedudukan. Pada akhirnya, Milan kalah lewat drama adu penalti setelah tendangan Andriy Shevchenko dimentahkan Jerzy Dudek.
Diakui oleh Kaka bahwa pada saat Milan sudah unggul 3-0, ia sangat yakin kalau timnya tersebut akan meraih kemenangan. Akan tetapi, takdir berkata lain. Dari situlah Kaka belajar makna sepakbola yang sesungguhnya. Menurutnya, dalam sepakbola tak ada yang namanya jaminan. Semua hal masih bisa berubah sebelum peluit panjang berbunyi.

&amp;ldquo;Final Liga Champions 2005 adalah pertandingan bersejarah dan  menegangkan. Kami memiliki salah satu baris pertahanan terbaik dalam  sejarah: Dida, Cafu, Stam, Nesta, dan Maldini. Jadi ketika Hernan Crespo  mencetak gol dari umpan saya untuk menjadikannya 3-0, kami sudah yakin  (menang),&amp;rdquo; aku Kaka, seperti dilansir dari Four Four Two, Kamis  (23/4/2020).
&amp;ldquo;Saya masih tidak yakin apa yang terjadi ketika Liverpool mematok  kami kembali dalam enam menit. Rasanya sangat buruk ketika Jerzy Dudek  menyelamatkan penalti Andriy Shevchenko. Hari itu saya mendapat  pelajaran berharga: sepakbola adalah permainan yang tidak bisa Anda  terima begitu saja. Saya telah memenangkan banyak pertandingan dan gelar  lainnya, meringankan rasa sakit dari kekalahan itu, tetapi itu masih  merupakan pertandingan yang penting dalam hidup saya,&amp;rdquo; jelasnya.</description><content:encoded>SAO PAULO &amp;ndash; Legenda sepakbola Brasil, Ricardo Kaka, mengungkap salah satu pertandingan terpenting yang pernah dilakoninya. Tanpa menutupi, Kaka mengakui bahwa laga final Liga Champions 2004-2005 melawan Liverpool merupakan salah satu pertandingan yang mengubah hidupnya.
Dalam laga tersebut, AC Milan yang dibela Kaka bisa dibilang memiliki deretan pemain terbaik dunia, utamanya di sektor pertahanan, seperti Paolo Maldini, Alessandro Nesta, Jaap Stam, Cafu. Babak pertama pun berhasil dikuasai Milan.
Baca juga: Liga Inggris 2019-2020 Dibatalkan, Man United dan Arsenal Tampil di Liga Champions Musim Depan

Sepasang gol Hernan Crespo dan satu lainnya dari Maldini membuat Milan unggul 3-0 di paruh pertama. Kendati demikian, pada babak kedua Liverpool mampu menyamakan kedudukan. Pada akhirnya, Milan kalah lewat drama adu penalti setelah tendangan Andriy Shevchenko dimentahkan Jerzy Dudek.
Diakui oleh Kaka bahwa pada saat Milan sudah unggul 3-0, ia sangat yakin kalau timnya tersebut akan meraih kemenangan. Akan tetapi, takdir berkata lain. Dari situlah Kaka belajar makna sepakbola yang sesungguhnya. Menurutnya, dalam sepakbola tak ada yang namanya jaminan. Semua hal masih bisa berubah sebelum peluit panjang berbunyi.

&amp;ldquo;Final Liga Champions 2005 adalah pertandingan bersejarah dan  menegangkan. Kami memiliki salah satu baris pertahanan terbaik dalam  sejarah: Dida, Cafu, Stam, Nesta, dan Maldini. Jadi ketika Hernan Crespo  mencetak gol dari umpan saya untuk menjadikannya 3-0, kami sudah yakin  (menang),&amp;rdquo; aku Kaka, seperti dilansir dari Four Four Two, Kamis  (23/4/2020).
&amp;ldquo;Saya masih tidak yakin apa yang terjadi ketika Liverpool mematok  kami kembali dalam enam menit. Rasanya sangat buruk ketika Jerzy Dudek  menyelamatkan penalti Andriy Shevchenko. Hari itu saya mendapat  pelajaran berharga: sepakbola adalah permainan yang tidak bisa Anda  terima begitu saja. Saya telah memenangkan banyak pertandingan dan gelar  lainnya, meringankan rasa sakit dari kekalahan itu, tetapi itu masih  merupakan pertandingan yang penting dalam hidup saya,&amp;rdquo; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
