<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Optimisme Kompetisi Elite Eropa 2019-2020 Dapat Diselesaikan</title><description>Kompetisi elite Eropa 2019-2020 dapat diselesaikan, meski molor dari jadwal yang sudah ditentukan sebelumnya.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/04/21/51/2202640/optimisme-kompetisi-elite-eropa-2019-2020-dapat-diselesaikan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/04/21/51/2202640/optimisme-kompetisi-elite-eropa-2019-2020-dapat-diselesaikan"/><item><title>Optimisme Kompetisi Elite Eropa 2019-2020 Dapat Diselesaikan</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/04/21/51/2202640/optimisme-kompetisi-elite-eropa-2019-2020-dapat-diselesaikan</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/04/21/51/2202640/optimisme-kompetisi-elite-eropa-2019-2020-dapat-diselesaikan</guid><pubDate>Selasa 21 April 2020 16:05 WIB</pubDate><dc:creator>Ramdani Bur</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/21/51/2202640/optimisme-kompetisi-elite-eropa-2019-2020-dapat-diselesaikan-kAjjO7fRTr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Liverpool di ambang gelar juara Liga Inggris 2019-2020. (Foto: @LFC)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/21/51/2202640/optimisme-kompetisi-elite-eropa-2019-2020-dapat-diselesaikan-kAjjO7fRTr.jpg</image><title>Liverpool di ambang gelar juara Liga Inggris 2019-2020. (Foto: @LFC)</title></images><description>FEDERASI Sepakbola Eropa (UEFA) mengadakan sejumlah pembicaraan dengan 55 negara anggota mereka. Presiden UEFA Aleksander Ceferin meminta seluruh negara anggota mereka untuk tidak membatalkan kompetisi 2019-2020 begitu saja.
Dalam pandangan pria berpaspor Slovenia itu, pandemi virus corona mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir. Karena itu, Ceferin yang menggantikan posisi Michel Platini optimistis kompetisi elite Eropa 2019-2020 dapat diselesaikan, meski molor dari waktu yang telah ditentukan di awal.

(Presiden UEFA, Aleksander Ceferin)
&amp;ldquo;Masih terlalu dini untuk mengatakan kita tidak bisa menyelesaikan musim ini. Dampaknya akan luar biasa. Kita harus menghormati keputusan pihak berwenang dan menunggu sampai kita bisa bermain,&amp;rdquo; kata Ceferin mengutip dari Football Italia, Selasa (21/4/2020).
Dari sekian banyak kompetisi sepakbola elite di Eropa, Liga Italia, Inggris, Spanyol, Jerman dan Prancis jadi yang paling disorot. Sebab, kelima liga di atas merupakan kompetisi terelite di Eropa saat ini.
Presiden Federasi Sepakbola Italia (FIGC), Gabriela Gravina, merupakan sosok yang mendorong agar kompetisi 2019-2020 dilanjutkan. Gravina paham banyak pihak yang siap menggagalkan ambisinya tersebut. Hanya saja, ia akan melakukan segala cara agar Liga Italia 2019-2020 dapat diselesaikan di atas lapangan hijau.
BACA JUGA: Presiden UEFA Sebut Pertandingan Tanpa Penonton Penting bagi Penggemar
&quot;Saat ini ada dua kelompok yang tampaknya berlawanan: arus pemikiran dari mereka yang percaya semua kegiatan olahraga harus ditutup, dan yang lainnya, yakni saya yang mencoba kompetisi tetap dilanjutkan,&quot; kata Gravina mengutip dari Goal.Ada alasan mengapa sejumlah federasi di Eropa ngotot ingin melanjutkan kompetisi. Sebab, jika kompetisi dibatalkan, seluruh klub akan mengalami kerugian. Presiden Liga Spanyol, Javier Tebas, memprediksi klub-klub Liga Spanyol 2019-2020 akan merugi hingga 1 miliar euro atau setara Rp17 triliun jika kompetisi dibatalkan.
Karena itu, Tebas akan berjuang agar kompetisi kembali digulirkan pada akhir Mei atau awal Juni 2020. Kabarnya, pemerintah Spanyol sudah mengizinkan klub-klub Negeri Matador kembali berlatih pada awal Mei 2020. Hanya saja, pola latihan akan mengikuti protokol kesehatan yang diterapkan pemerintah Spanyol, termasuk soal penerapan physical distancing.
&amp;ldquo;Sesi pelatihan akan diadakan di bawah protokol yang ketat dan bakal terjadi selama keadaan memang memungkinkan,&amp;rdquo; bunyi hasil dari pertemuan antara Badan Olahraga Spanyol dengan Federasi Sepakbola Spanyol.
Berikut prediksi waktu penyelenggaraan sisa pertandingan di kompetisi elite Eropa 2019-2020:
Liga Italia: Awal Juni 2020
Liga Inggris: Pertengahan Juni dan berakhir 31 Juli 2020
Liga Spanyol: 28 Mei, 6 atau 28 Juni 2020
Liga Jerman: Dimulai pertengahan Mei dan berakhir 30 Juni 2020
Liga Prancis: Bergulir 17 Juni 2020.</description><content:encoded>FEDERASI Sepakbola Eropa (UEFA) mengadakan sejumlah pembicaraan dengan 55 negara anggota mereka. Presiden UEFA Aleksander Ceferin meminta seluruh negara anggota mereka untuk tidak membatalkan kompetisi 2019-2020 begitu saja.
Dalam pandangan pria berpaspor Slovenia itu, pandemi virus corona mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir. Karena itu, Ceferin yang menggantikan posisi Michel Platini optimistis kompetisi elite Eropa 2019-2020 dapat diselesaikan, meski molor dari waktu yang telah ditentukan di awal.

(Presiden UEFA, Aleksander Ceferin)
&amp;ldquo;Masih terlalu dini untuk mengatakan kita tidak bisa menyelesaikan musim ini. Dampaknya akan luar biasa. Kita harus menghormati keputusan pihak berwenang dan menunggu sampai kita bisa bermain,&amp;rdquo; kata Ceferin mengutip dari Football Italia, Selasa (21/4/2020).
Dari sekian banyak kompetisi sepakbola elite di Eropa, Liga Italia, Inggris, Spanyol, Jerman dan Prancis jadi yang paling disorot. Sebab, kelima liga di atas merupakan kompetisi terelite di Eropa saat ini.
Presiden Federasi Sepakbola Italia (FIGC), Gabriela Gravina, merupakan sosok yang mendorong agar kompetisi 2019-2020 dilanjutkan. Gravina paham banyak pihak yang siap menggagalkan ambisinya tersebut. Hanya saja, ia akan melakukan segala cara agar Liga Italia 2019-2020 dapat diselesaikan di atas lapangan hijau.
BACA JUGA: Presiden UEFA Sebut Pertandingan Tanpa Penonton Penting bagi Penggemar
&quot;Saat ini ada dua kelompok yang tampaknya berlawanan: arus pemikiran dari mereka yang percaya semua kegiatan olahraga harus ditutup, dan yang lainnya, yakni saya yang mencoba kompetisi tetap dilanjutkan,&quot; kata Gravina mengutip dari Goal.Ada alasan mengapa sejumlah federasi di Eropa ngotot ingin melanjutkan kompetisi. Sebab, jika kompetisi dibatalkan, seluruh klub akan mengalami kerugian. Presiden Liga Spanyol, Javier Tebas, memprediksi klub-klub Liga Spanyol 2019-2020 akan merugi hingga 1 miliar euro atau setara Rp17 triliun jika kompetisi dibatalkan.
Karena itu, Tebas akan berjuang agar kompetisi kembali digulirkan pada akhir Mei atau awal Juni 2020. Kabarnya, pemerintah Spanyol sudah mengizinkan klub-klub Negeri Matador kembali berlatih pada awal Mei 2020. Hanya saja, pola latihan akan mengikuti protokol kesehatan yang diterapkan pemerintah Spanyol, termasuk soal penerapan physical distancing.
&amp;ldquo;Sesi pelatihan akan diadakan di bawah protokol yang ketat dan bakal terjadi selama keadaan memang memungkinkan,&amp;rdquo; bunyi hasil dari pertemuan antara Badan Olahraga Spanyol dengan Federasi Sepakbola Spanyol.
Berikut prediksi waktu penyelenggaraan sisa pertandingan di kompetisi elite Eropa 2019-2020:
Liga Italia: Awal Juni 2020
Liga Inggris: Pertengahan Juni dan berakhir 31 Juli 2020
Liga Spanyol: 28 Mei, 6 atau 28 Juni 2020
Liga Jerman: Dimulai pertengahan Mei dan berakhir 30 Juni 2020
Liga Prancis: Bergulir 17 Juni 2020.</content:encoded></item></channel></rss>
