<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden FIGC Geram dengan Pihak yang Ingin Hentikan Liga Italia</title><description>Presiden FIGC tak ingin menyerah untuk melanjutkan Liga Italia 2019-2020.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/04/18/47/2201084/presiden-figc-geram-dengan-pihak-yang-ingin-hentikan-liga-italia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/04/18/47/2201084/presiden-figc-geram-dengan-pihak-yang-ingin-hentikan-liga-italia"/><item><title>Presiden FIGC Geram dengan Pihak yang Ingin Hentikan Liga Italia</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/04/18/47/2201084/presiden-figc-geram-dengan-pihak-yang-ingin-hentikan-liga-italia</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/04/18/47/2201084/presiden-figc-geram-dengan-pihak-yang-ingin-hentikan-liga-italia</guid><pubDate>Sabtu 18 April 2020 02:53 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/18/47/2201084/presiden-figc-geram-dengan-pihak-yang-ingin-hentikan-liga-italia-8PvJUbmQiH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Inter Milan vs Juventus (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/18/47/2201084/presiden-figc-geram-dengan-pihak-yang-ingin-hentikan-liga-italia-8PvJUbmQiH.jpg</image><title>Inter Milan vs Juventus (Foto: Reuters)</title></images><description>ROMA &amp;ndash; Italia merupakan negara di Eropa yang paling parah terdampak Virus Corona (Covid-19). Itulah mengapa banyak pihak yang ragu bahwa kompetisi Liga Italia 2019-2020 bisa dilanjutkan. Sebab, sejauh ini sudah ada 14 ribu orang lebih meninggal dunia di Italia akibat Covid-19.
Kendati demikian, pesimisme dan pandangan negatif terhadap kelanjutan Liga Italia 2019-2020 justru membuat Presiden Sepakbola Italia (FIGC), Gabriele Gravina, geram. Menurutnya, pihak-pihak yang ingin menghentikan Liga Italia 2019-2020 adalah mereka yang tidak menyukai sepakbola atau Italia itu sendiri.
Baca juga: Saran Lazio untuk Penyelenggaraan Liga Italia saat Pandemi Virus Corona

Gravina sejatinya sadar bahwa untuk saat ini memang tak memungkinkan untuk memulai kembali kompetisi. Akan tetapi, ia dan pihak-pihak terkait akan berupaya sekuat tenaga untuk membuat kompetisi Kembali berjalan secepat mungkin. Saat ini, ia mengambil ancang-ancang bahwa liga akan dimulai lagi pada akhir Mei atau awal Juni 2020.
&quot;Saya berbagi harapan dengan Menteri Olahraga, (Vincenzo) Spadafora, untuk melanjutkan pada 4 Mei, dengan semua kehati-hatian dan jaminan. Ini adalah momen kompleks bagi negara, ekonomi, dan sepakbola kita, yang merupakan salah satu industri terpenting,&amp;rdquo; ujar Gravina, mengutip dari Football Italia, Sabtu (18/4/2020).

&amp;ldquo;Dengan rasa tanggung jawab, ketersediaan, dan akal sehat, kami akan  menemukan cara yang benar. Mereka yang mengusulkan untuk meminta  pembatalan musim ini tidak suka sepakbola atau Italia dan ingin  mengambil harapan masa depan dan memulai kembali sepakbola. Saya akan  bertahan sampai akhir,&amp;rdquo; lanjutnya.
&amp;ldquo;Kami telah mengembangkan protokol kesehatan yang ketat dan hati-hati  tetapi fleksibel, yang akan kami sampaikan kepada Menteri Spadafora dan  Speranza besok. Butuh tiga minggu langkah-langkah keamanan sehingga  kita bisa mulai lagi pada akhir Mei-awal Juni. Akan ada periode kontrol  untuk memastikan negativitas semua orang yang menghadiri acara tersebut.  Jika semua orang yang dites negatif, tidak akan ada masalah soal jarak  atau penyebaran virus,&amp;rdquo; tandas Gravina.</description><content:encoded>ROMA &amp;ndash; Italia merupakan negara di Eropa yang paling parah terdampak Virus Corona (Covid-19). Itulah mengapa banyak pihak yang ragu bahwa kompetisi Liga Italia 2019-2020 bisa dilanjutkan. Sebab, sejauh ini sudah ada 14 ribu orang lebih meninggal dunia di Italia akibat Covid-19.
Kendati demikian, pesimisme dan pandangan negatif terhadap kelanjutan Liga Italia 2019-2020 justru membuat Presiden Sepakbola Italia (FIGC), Gabriele Gravina, geram. Menurutnya, pihak-pihak yang ingin menghentikan Liga Italia 2019-2020 adalah mereka yang tidak menyukai sepakbola atau Italia itu sendiri.
Baca juga: Saran Lazio untuk Penyelenggaraan Liga Italia saat Pandemi Virus Corona

Gravina sejatinya sadar bahwa untuk saat ini memang tak memungkinkan untuk memulai kembali kompetisi. Akan tetapi, ia dan pihak-pihak terkait akan berupaya sekuat tenaga untuk membuat kompetisi Kembali berjalan secepat mungkin. Saat ini, ia mengambil ancang-ancang bahwa liga akan dimulai lagi pada akhir Mei atau awal Juni 2020.
&quot;Saya berbagi harapan dengan Menteri Olahraga, (Vincenzo) Spadafora, untuk melanjutkan pada 4 Mei, dengan semua kehati-hatian dan jaminan. Ini adalah momen kompleks bagi negara, ekonomi, dan sepakbola kita, yang merupakan salah satu industri terpenting,&amp;rdquo; ujar Gravina, mengutip dari Football Italia, Sabtu (18/4/2020).

&amp;ldquo;Dengan rasa tanggung jawab, ketersediaan, dan akal sehat, kami akan  menemukan cara yang benar. Mereka yang mengusulkan untuk meminta  pembatalan musim ini tidak suka sepakbola atau Italia dan ingin  mengambil harapan masa depan dan memulai kembali sepakbola. Saya akan  bertahan sampai akhir,&amp;rdquo; lanjutnya.
&amp;ldquo;Kami telah mengembangkan protokol kesehatan yang ketat dan hati-hati  tetapi fleksibel, yang akan kami sampaikan kepada Menteri Spadafora dan  Speranza besok. Butuh tiga minggu langkah-langkah keamanan sehingga  kita bisa mulai lagi pada akhir Mei-awal Juni. Akan ada periode kontrol  untuk memastikan negativitas semua orang yang menghadiri acara tersebut.  Jika semua orang yang dites negatif, tidak akan ada masalah soal jarak  atau penyebaran virus,&amp;rdquo; tandas Gravina.</content:encoded></item></channel></rss>
