<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Liverpool Lebih Ramah Manajer ketimbang Chelsea</title><description>Jamie Carragher menilai bahwa Liverpool lebih adil memberi kesempatan kepada para manajer untuk membuktikan diri ketimbang Chelsea.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/04/17/45/2200485/liverpool-lebih-ramah-manajer-ketimbang-chelsea</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/04/17/45/2200485/liverpool-lebih-ramah-manajer-ketimbang-chelsea"/><item><title>Liverpool Lebih Ramah Manajer ketimbang Chelsea</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/04/17/45/2200485/liverpool-lebih-ramah-manajer-ketimbang-chelsea</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/04/17/45/2200485/liverpool-lebih-ramah-manajer-ketimbang-chelsea</guid><pubDate>Jum'at 17 April 2020 08:18 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/17/45/2200485/liverpool-lebih-ramah-manajer-ketimbang-chelsea-snxjgODHvu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jurgen  Klopp dan Maurizio Sarri (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/17/45/2200485/liverpool-lebih-ramah-manajer-ketimbang-chelsea-snxjgODHvu.jpg</image><title>Jurgen  Klopp dan Maurizio Sarri (Foto: AFP)</title></images><description>LIVERPOOL &amp;ndash; Legenda Liverpool, Jamie Carragher, menilai bahwa mantan klubnya tersebut lebih adil memberi kesempatan kepada para manajer untuk membuktikan diri ketimbang Chelsea. Sebab, jika seorang manajer bisa membuat Liverpool tampil bagus dan disukai para fans, maka ia akan tetap diberi kesempatan untuk menangani tim.
Saat ini, Liverpool memang menjelma menjadi tim yang disegani di Eropa berkat kerja keras Jurgen Klopp sebagai manajer. Akan tetapi, perlu dicatat bahwa dibutuhkan waktu selama empat tahun bagi Klopp guna mempersembahkan trofi pertamanya untuk Liverpool.
Baca juga: Sadio Mane Anak Imam Masjid yang Terkenal Religius

Hal tersebut tentunya berbeda dengan kondisi di Chelsea. Jika di musim perdananya seorang manajer gagal membawa The Blues tampil menjanjikan, maka ada kemungkinan ia bakal didepak. Bahkan, meski manajer tersebut sukses mempersembahkan gelar juara.
Maka dari itu, Carragher menilai lebih sulit untuk bisa menjadi manajer Liverpool ketimbang Chelsea. Karena, untuk menjadi manajer Liverpool harus menunggu lama agar bisa diberi kesempatan. Sedangkan di Chelsea, hampir setiap musim isu pergantian manajer terjadi.
&amp;ldquo;Saya pikir ini sedikit berbeda dengan Frank (Lampard) di Chelsea.  Dalam hal pekerjaan, Chelsea tampaknya muncul setiap dua atau tiga  tahun. Hampir seperti semua orang memiliki pekerjaan di Chelsea pada  tahap tertentu,&amp;rdquo; jelas Carragher, seperti dilansir dari Metro, Jumat  (17/4/2020).
&amp;ldquo;Saya selalu merasa Frank akan mendapatkan pekerjaan itu dan saya  juga yakin John Terry akan melakukannya di masa depan. Saya pikir  Liverpool sedikit berbeda dalam hal itu. Jika manajer berkinerja baik  dan suporter cukup senang, manajer akan berada di pekerjaannya selama  lima atau enam tahun,&quot; sambung Carragher.
&amp;ldquo;Saya yakin ini akan lebih lama dengan Jurgen, dan itu sama dengan  Rafa (Benitez) dan (Gerard) Houllier, akan kembali ke Roy Evans. Jadi,  manajer Liverpool selalu mendapatkan cambuk yang adil lebih sering  daripada tidak,&amp;rdquo; pungkasnya.
</description><content:encoded>LIVERPOOL &amp;ndash; Legenda Liverpool, Jamie Carragher, menilai bahwa mantan klubnya tersebut lebih adil memberi kesempatan kepada para manajer untuk membuktikan diri ketimbang Chelsea. Sebab, jika seorang manajer bisa membuat Liverpool tampil bagus dan disukai para fans, maka ia akan tetap diberi kesempatan untuk menangani tim.
Saat ini, Liverpool memang menjelma menjadi tim yang disegani di Eropa berkat kerja keras Jurgen Klopp sebagai manajer. Akan tetapi, perlu dicatat bahwa dibutuhkan waktu selama empat tahun bagi Klopp guna mempersembahkan trofi pertamanya untuk Liverpool.
Baca juga: Sadio Mane Anak Imam Masjid yang Terkenal Religius

Hal tersebut tentunya berbeda dengan kondisi di Chelsea. Jika di musim perdananya seorang manajer gagal membawa The Blues tampil menjanjikan, maka ada kemungkinan ia bakal didepak. Bahkan, meski manajer tersebut sukses mempersembahkan gelar juara.
Maka dari itu, Carragher menilai lebih sulit untuk bisa menjadi manajer Liverpool ketimbang Chelsea. Karena, untuk menjadi manajer Liverpool harus menunggu lama agar bisa diberi kesempatan. Sedangkan di Chelsea, hampir setiap musim isu pergantian manajer terjadi.
&amp;ldquo;Saya pikir ini sedikit berbeda dengan Frank (Lampard) di Chelsea.  Dalam hal pekerjaan, Chelsea tampaknya muncul setiap dua atau tiga  tahun. Hampir seperti semua orang memiliki pekerjaan di Chelsea pada  tahap tertentu,&amp;rdquo; jelas Carragher, seperti dilansir dari Metro, Jumat  (17/4/2020).
&amp;ldquo;Saya selalu merasa Frank akan mendapatkan pekerjaan itu dan saya  juga yakin John Terry akan melakukannya di masa depan. Saya pikir  Liverpool sedikit berbeda dalam hal itu. Jika manajer berkinerja baik  dan suporter cukup senang, manajer akan berada di pekerjaannya selama  lima atau enam tahun,&quot; sambung Carragher.
&amp;ldquo;Saya yakin ini akan lebih lama dengan Jurgen, dan itu sama dengan  Rafa (Benitez) dan (Gerard) Houllier, akan kembali ke Roy Evans. Jadi,  manajer Liverpool selalu mendapatkan cambuk yang adil lebih sering  daripada tidak,&amp;rdquo; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
