<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Drogba Geram Orang Afrika Ingin Dijadikan Kelinci Percobaan untuk Vaksin Virus Corona</title><description>Mantan penyerang Chelsea, Didier Drogba, dibuat geram dengan pernyataan dua profesor medis, Jean-Paul Mira dan Camille Locht.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/04/06/51/2194625/drogba-geram-orang-afrika-ingin-dijadikan-kelinci-percobaan-untuk-vaksin-virus-corona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/04/06/51/2194625/drogba-geram-orang-afrika-ingin-dijadikan-kelinci-percobaan-untuk-vaksin-virus-corona"/><item><title>Drogba Geram Orang Afrika Ingin Dijadikan Kelinci Percobaan untuk Vaksin Virus Corona</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/04/06/51/2194625/drogba-geram-orang-afrika-ingin-dijadikan-kelinci-percobaan-untuk-vaksin-virus-corona</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/04/06/51/2194625/drogba-geram-orang-afrika-ingin-dijadikan-kelinci-percobaan-untuk-vaksin-virus-corona</guid><pubDate>Senin 06 April 2020 04:27 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/06/51/2194625/drogba-geram-orang-afrika-ingin-dijadikan-kelinci-percobaan-untuk-vaksin-virus-corona-FJacBPVa2R.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Didier Drogba (Foto: Sky Sports)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/06/51/2194625/drogba-geram-orang-afrika-ingin-dijadikan-kelinci-percobaan-untuk-vaksin-virus-corona-FJacBPVa2R.jpg</image><title>Didier Drogba (Foto: Sky Sports)</title></images><description>PARIS &amp;ndash; Mantan penyerang Chelsea, Didier Drogba, dibuat geram dengan pernyataan dua profesor medis, Jean-Paul Mira dan Camille Locht, soal uji coba vaksin Virus Corona (Covid-19). Sebab, mereka menilai uji coba vaksin tersebut harus dilakukan terhadap orang-orang Afrika.
Menurut Drogba, apa yang dinyatakan oleh kedua profesor tersebut adalah bentuk rasisme terhadap masyarakat Afrika. Apalagi, dalam kasus ini orang-orang Afrika hanya dianggap sebagai kelinci percobaan.
Baca juga: Gelar Pesta di Tengah Pandemi Corona, Kyle Walker Minta Maaf

&quot;Tidak dapat dibayangkan bahwa kami terus menerima ini. Afrika bukan laboratorium. Saya sangat mencela pernyataan serius, rasis, dan menghina ini!&amp;rdquo; tulis Drogba di akun Twitter pribadinya, Senin (6/4/2020).
&amp;ldquo;Bantu kami menyelamatkan hidup di Afrika dan menghentikan penyebaran virus ini yang mengguncang seluruh dunia, alih-alih menganggap kami sebagai kelinci percobaan. Itu tidak masuk akal! Para pemimpin Afrika memiliki tanggung jawab untuk melindungi orang-orang dari plot keji ini,&quot; lanjutnya.Sama halnya dengan Drogba, mantan penggawa Chelsea lainnya yang juga  berasal dari Afrika, Demba Ba, tidak terima dengan pernyataan kedua  profesor tersebut. Ia menilai kedua professor tersebut memandang ras  kulit putih sangat supetior sehingga bisa seenaknya memandang remeh  masyarakat Afrika.
&amp;ldquo;Selamat datang di Barat, di mana orang kulit putih percaya diri  mereka begitu superior sehingga rasisme dan kebodohan menjadi hal biasa.  Waktunya untuk bangkit,&amp;rdquo; ujar Demba Ba.</description><content:encoded>PARIS &amp;ndash; Mantan penyerang Chelsea, Didier Drogba, dibuat geram dengan pernyataan dua profesor medis, Jean-Paul Mira dan Camille Locht, soal uji coba vaksin Virus Corona (Covid-19). Sebab, mereka menilai uji coba vaksin tersebut harus dilakukan terhadap orang-orang Afrika.
Menurut Drogba, apa yang dinyatakan oleh kedua profesor tersebut adalah bentuk rasisme terhadap masyarakat Afrika. Apalagi, dalam kasus ini orang-orang Afrika hanya dianggap sebagai kelinci percobaan.
Baca juga: Gelar Pesta di Tengah Pandemi Corona, Kyle Walker Minta Maaf

&quot;Tidak dapat dibayangkan bahwa kami terus menerima ini. Afrika bukan laboratorium. Saya sangat mencela pernyataan serius, rasis, dan menghina ini!&amp;rdquo; tulis Drogba di akun Twitter pribadinya, Senin (6/4/2020).
&amp;ldquo;Bantu kami menyelamatkan hidup di Afrika dan menghentikan penyebaran virus ini yang mengguncang seluruh dunia, alih-alih menganggap kami sebagai kelinci percobaan. Itu tidak masuk akal! Para pemimpin Afrika memiliki tanggung jawab untuk melindungi orang-orang dari plot keji ini,&quot; lanjutnya.Sama halnya dengan Drogba, mantan penggawa Chelsea lainnya yang juga  berasal dari Afrika, Demba Ba, tidak terima dengan pernyataan kedua  profesor tersebut. Ia menilai kedua professor tersebut memandang ras  kulit putih sangat supetior sehingga bisa seenaknya memandang remeh  masyarakat Afrika.
&amp;ldquo;Selamat datang di Barat, di mana orang kulit putih percaya diri  mereka begitu superior sehingga rasisme dan kebodohan menjadi hal biasa.  Waktunya untuk bangkit,&amp;rdquo; ujar Demba Ba.</content:encoded></item></channel></rss>
